Minggu, April 6, 2025
BerandaBerita BanjarRealisasi PAD Kota Banjar Masih Rendah

Realisasi PAD Kota Banjar Masih Rendah

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Pemerintah Kota Banjar pada tahun 2017 ini menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp.131 miliar lebih. Namun, sampai memasuki triwulan terakhir sampai akhir Oktober, yang terealisasi baru mencapai sebesar Rp.97 miliar atau sekitar 74,39 persen.

Itu berarti Pemkot Banjar, dalam hal ini semua SKPD yang punya tugas menggali pundi-pundi PAD harus mengejar kekuranganya dari target yang ditetapkan, yakni sebesar Rp.33 miliar lebih.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Banjar, tercatat dari beberapa SKPD penghasil PAD, ada sekitar lima SKPD sampai akhir bulan Oktober pencapaiannya masih jauh dari target yang ditetapkan.

Kelima SKPD itu adalah Dinas Kesehatan dengan target PAD sebesar Rp.8.500.000.000, yang terealisasi baru mencapai Rp.4.070.002.472 atau 47,88 persen. Kemudian, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan dengan target PAD sebesar Rp.1.000.000.000, baru bisa terealisasi di kisaran angka Rp.558.211.000 atau 55.82 persen.

Selanjutnya, SKPD yang sampai akhir bulan Oktober ini masih jauh dari target yaitu Dinas Lingkungan Hidup dengan target PAD sebesar Rp.1.000.005.000, namun baru terealisasi Rp.295.876.850 lebih, atau 29,59 persen, dan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan dengan target PAD sebesar Rp.1.903.477.100, baru terealisasi Rp.1.227.457.718 atau 64,49 persen.

Sedangkah, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dari target PAD yang ditetapkan sebesar Rp.1.000.000.000, baru bisa menyentuh angka Rp.471.678.043 atau 24,16 persen.

Kepala Bidang Pendapatan Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Banjar, Heri Sapari, mengungkapkan, target PAD Kota Banjar dari tahun ke tahun sudah ada peningkatan, meskipun naiknya belum terlihat menggeliat secara signifikan.

Namun, untuk progresnya sudah terlihat jelas, walaupun masih ada beberapa SKPD yang masih terlihat jalan di tempat, dalam melakukan inovasi tidak ada perkembanganya untuk bisa mengenjot pendapatan daerah.

“Ya sudah ada sedikit peningkatan setiap tahunya, meskipun belum terlalu signifikan. Tapi yang jelas tiap tahunnya PAD Kota Banjar selalu meningkat, meskipun tidak banyak,” terangnya, kepada Koran HR, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (31/10/2017) lalu.

Heri juga mengatakan, bahwa presentase target PAD Kota Banjar dari tahun 2014 yang menargetkan PAD sebesar Rp.96 miliar, realisasinya meningkat jadi Rp.114 miliar. Sedangkan, untuk tahun 2015 sebesar Rp.114 miliar dengan realisasinya mencapai Rp.119 miliar. Sementara, di tahun 2016 menargetkan PAD sebesar Rp.119 miliar, dan terealisasi dikisaran Rp.131 miliar.

“Presentasi pendapatan daerah dari tahun ke tahun ada kenaikan, itu artinya PAD kita sedikit ada peningkatan, meskipun belum terlalu progres,” katanya.

Heri juga mengakui bahwa memang masih ada beberapa SKPD yang menjadi penghasil pundi-pundi pendapatan tapi masih stagnan, sehingga belum bisa memaksimalkan potensi yang ada untuk pendapatan daerah.

“Padahal, ketika dimaksimalkan dengan melihat potensi yang ada dan mau melakukan inovasi baru, saya yakin bisa lebih dari pada itu,” ujar Heri.

Menanggapi hal itu, Ketua PMII Kota Banjar, Sirojul Muntaha, menilai, jika sampai akhir Oktober masih ada SKPD yang pencapaian PAD-nya masih jauh dari target, perlu segera diberlakukan sanksi moral dari kepala daerah berupa punishment guna memicu kinerja SKPD tersebut.

“Pemerintah Kota Banjar, dalam hal ini kepala daerah, tidak tegas terhadap bawahanya di SKPD yang realisasi pendapatanya masih jauh dari target yang sudah disepakati bersama. Untuk itu kami mendesak terhadap pimpinan daerah untuk tegas dalam mengambil sikap. Jangan sampai hal ini dibiarkan para pejabat bekerja semaunya sendiri,” ujarnya.

Menurut Sirojul, masih rendahnya pencapaian PAD di beberapa SKPD menjelang akhir tahun merupakan cerminan buruknya kinerja di lingkungan Pemerintah Kota Banjar. Hal ini juga merupakan salah satu tolok ukur keseriusan pemerintah daerah dalam menjalankan tugas-tugasnya. (Tsabit/Koran HR)

gebrakan 100 hari kerja

Tokoh Masyarakat Tasikmalaya Menanti Gebrakan 100 Hari Kerja Viman-Dicky

harapanrakyat.com,- Tokoh masyarakat menanti gebrakan 100 hari kerja Viman Alfarizi Ramadah-Diky Chandra, Walikota - Wakil Wali Kota Tasikmalaya. Apalagi sejak dilantik sampai saat ini...
Objek wisata di Kota Banjar sepi pengunjung

Aktivis Prihatin Kota Banjar Sepi Wisatawan saat Libur Lebaran, Anggap Pemkot Gagal 

harapanrakyat.com,- Aktivis GMNI Kota Banjar, Jawa Barat, prihatin dengan kondisi sepinya wisatawan yang berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di Banjar saat momen libur lebaran...
Longsor TPT Rumah

Longsor TPT Rumah Terekam Kamera Amatir, Warga Singajaya Garut Panik

harapanrakyat.com,- Longsor Tembok Penahan Tebing (TPT) rumah di Garut, Jawa Barat, terekam kamera amatir warga. Meski tidak ada korban jiwa, namun insiden ini membuat...
Kaleng Kue Lebaran

Balita di Garut Kepalanya Tersangkut Dalam Kaleng Kue Lebaran, Petugas Damkar Turun Tangan

harapanrakyat.com,- Seorang balita di Garut, Jawa Barat, kepalanya tersangkut ke dalam kaleng kue lebaran, Sabtu (5/4/2025). Balita tersebut menangis kesakitan sehingga orang tuanya harus...
Obyek Wisata Curug Panganten

Remaja Asal Tasik Berenang di Obyek Wisata Curug Panganten Ciamis Berujung Maut

harapanrakyat.com,- Seorang remaja asal Kabupaten Tasikmalaya berenang di obyek wisata Curug Panganten, Desa Tanjungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, berujung maut. Remaja bernama Rifki...
Tersambar Petir Saat Mandi

Seorang Warga di Tasikmalaya Tersambar Petir Saat Mandi

harapanrakyat.com,- Seorang warga di Kampung Cikajar, Kelurahan Leuwibudah, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, tersambar petir saat sedang mandi di rumahnya, Sabtu (5/4/2025). Beruntung korban...