Bencana banjir hingga Minggu (08/10/2017) siang tadi, masih mengepung dua desa di Kecamatan Pangandaran, yakni di Desa Bojongjati dan Desa Babakan. Foto: Entang SR/HR
Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-
Bencana banjir yang melanda beberapa daerah di wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Sabtu (07/10/2017), tampaknya belum semuanya surut. Dilaporkan bencana banjir hingga Minggu (08/10/2017) siang tadi, masih mengepung dua desa di Kecamatan Pangandaran, yakni di Desa Bojongjati dan Desa Babakan.
Camat Pangandaran, Yadi, mengungkapkan, banjir yang terjadi di Desa Babakan dan Desa Bojongjati akibat Sungai Cikidang meluap. Dia mencatat sekitar 220 rumah warga di dua desa tersebut masih terendam banjir. “Banjir yang terjadi di Kecamatan Pangandaran merupakan banjir kiriman dari hulu sungai yang terus menerus mengalami hujan dengan intensitas tinggi,” ujarnya, kepada HR Online, Minggu (08/10/2017).
Di tempat terpisah, Kapolsek Pangandaran, Kompol Suryadi, kepada HR Online, Minggu (08/10/2017), mengatakan, banjir yang terjadi sejak kemarin malam di wilayah Dusun Bojongtemple Desa Babakan ketinggiannya bervariatif, mulai dari ketinggian air 120 cm sampai ketinggian 40 cm.
Sementara itu, dari pantauan HR Online di lapangan, warga yang rumahnya terendam banjir dengan ketinggian 120 cm terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi atau mengungsi ke sanak sodaranya yang tidak jauh dari lokasi banjir.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Daerah, Nana Ruhena, membenarkan bahwa banjir di beberapa daerah, seperti di Kecamatan Pangandaran, Kalipucang dan Padaherang hingga hari ini masih merendam rumah warga.
“Namun, banjir tersebut tidak sampai merendam jalur nasional yang dilewati kendaraan. Karena posisinya jauh atau berada di dekat bantaran sungai. Artinya, untuk akses wisatawan menuju objek wisata tidak ada yang terkendala banjir,” ujarnya, dalam keterangan persnya, Minggu (08/10/2017). (Ntang/R2/HR-Online)
Berita Terkait
Foto Hoax Banjir di Pangandaran Jadi Viral di Medsos, Bupati: Itu Sangat Merugikan
DPKPBD: Bencana Banjir dan Longsor di Pangandaran Terjadi di 30 Titik
Meski Diterpa Info Hoax di Medsos, Pangandaran Tetap Ramai Dikunjungi Wisatawan