Foto hoax (kabar tidak benar) terkait bencana banjir di Pangandaran yang menjadi viral media sosial menjadi viral dan perbincangan hangat. Foto: Istimewa/Facebook
Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-
Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, menyesalkan beredarnya foto-foto hoax (kabar tidak benar) di media sosial terkait bencana banjir dan longsor yang dipastikan bukan terjadi di wilayah Kabupaten Pangandaran. Pada foto-foto hoax itu menggambarkan betapa mencekamnya bencana banjir di Pangandaran. Padahal, foto-foto itu merupakan bencana banjir di daerah lain dan terjadi beberapa tahun yang lalu.
“Foto-foto hoax yang menjadi viral di media sosial itu jelas sangat merugikan masyarakat Pangandaran. Karena bencana banjir dan longsor di Pangandaran tidak separah seperti pada foto-foto hoax tersebut. Sebagai daerah parawisata, Pangandaran tentunya butuh diimejkan aman dan nyaman. Kalau dibuat mencekam seperti itu, tentunya akan berdampak terhadap kunjungan wisatawan,” ujarnya, Sabtu (07/10/2017).
Jeje mengaku dirinya banyak ditelepon oleh sejumlah tokoh nasional menanyakan terkait kejadian yang sebenarnya di Kabupaten Pangandaran. Karena mereka mendapat kabar dari media sosial bahwa bencana banjir dan longsor di Pangandaran separah yang seperti digambarkan pada foto-foto hoax tersebut.
“Saya jelaskan bahwa memang di Pangandaran saat ini tengah terjadi musibah banjir dan longsor. Tapi tidak seperti yang digambarkan pada foto-foto hoax yang beredar di media sosial,”katanya
Jeje pun meminta kepada masyarakat pengguna media sosial agar tidak mudah percaya dan langsung memviralkan informasi hoax sebelum mengkonfirmasi ke pihak terkait. Dia pun meminta kepada awak media untuk segera meluruskannya.
“Saya minta wartawan untuk membantu meluruskan bahwa kondisi banjir dan longsor di Pangandaran tidak separah seperti foto-foto hoax tersebut. Saya juga heran ketika baca di media sosial bahwa Pemkab Pangandaran diopinikan tidak tanggap terhadap bencana. Padahal, petugas BPBD dan tim SAR langsung bertindak cepat ketika bencana itu terjadi,” pungkasnya. (Mad/R2/HR-Online)