Rabu, April 30, 2025
BerandaBerita CiamisSetelah Menuai Kritik, RSUD Ciamis Cabut Pemberlakuan Pembatasan Pasien

Setelah Menuai Kritik, RSUD Ciamis Cabut Pemberlakuan Pembatasan Pasien

Bangunan RSUD Ciamis. Foto: Ist/Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

RSUD Ciamis sudah mencabut aturan terkait pembatasan pasien dengan sistem kuota yang belakangan sempat mendapat protes dari masyarakat. Pencabutan aturan itu dilakukan setelah Dinas Kesehatan melakukan komunikasi dengan pihak manajemen RSUD Ciamis.

Kepala Dinas Kesehatan Ciamis, Engkan Iskandar, mengungkapkan, diberlakukannya pembatasan kuota pasien menyusul RSUD Ciamis kekurangan dokter ahli saraf. Saat ini, kata dia, RSUD Ciamis hanya memiliki satu dokter spesialis saraf. Sementara pasien yang datang ke poliklinik syaraf pada setiap harinya selalu membludak.

“Kalau hanya satu orang dokter, pastinya akan keteteran kalau jumlah pasien yang datang hingga melampaui 50 pasien pada setiap harinya. Makanya, RSUD Ciamis melakukan pembatasan hanya untuk 25 pasien pada setiap harinya,” ujarnya, kepada Koran HR, Selasa (12/09/2017).

Namun, kata Engkan, setelah mendapat protes dari masyarakat, akhirnya RSUD Ciamis mencabut pemberlakukan pembatasan pasien di poliklinik saraf. Tetapi, lanjut Engkan, agar pelayanan terhadap pasien saraf tetap terlayani dengan baik, pihaknya bersama RSUD Ciamis melakukan kerjasama.

“Jadi, apabila pasien saraf kepentingannya hanya untuk berobat jalan, maka akan ditangani oleh dokter umum. Sementara pasien yang sudah ditangani oleh dokter spesialis saraf dan kondisinya sudah membaik, maka untuk berobat jalannya akan dirujuk balik ke dokter puskesmas. Sedangkan dokter spesialis saraf hanya menangani pasien yang harus mendapat tindakan atau kondisinya sudah darurat,” ujarnya.

Pihaknya sebagai pengelola puskesmas, kata Engkan, akan segera menyiapkan obat-obatan penyakit saraf untuk pasien yang dirujuk berobat jalan. “Sebetulnya di puskesmas pun sudah ada obat-obatan penyakit saraf. Namun belum kumplit. Setelah adanya kerjasama dengan RSUD Ciamis, maka obat-obatan penyakit saraf akan disesuaikan dengan standar obat-obatan di RSUD,” ungkapnya.

Engkan pun memastikan bahwa pembatasan pasien di RSUD Ciamis hanya berlaku di poliklinik saraf saja. Sementara di poliklinik lainnya tidak ada pembatasan pasien. “Karena dokter di poliklinik lainnya jumlahnya memadai. Jadi tidak ada kebijakan pembatasan pasien,” ujarnya.

Sebelumnya, salah seorang pasien peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kelas 3 asal Desa Panawangan, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat ditolak oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Ciamis, Rabu (6/09/2017).

Pasalnya, kedatangan pasien tersebut sudah dianggap tidak masuk dalam kuota yang telah ditetapkan oleh pihak RSUD Ciamis, yakni sebanyak 30 orang dalam perharinya, terutama kepada pasien yang akan berobat ke bagian Poli Syaraf.

“Dengan adanya peraturan seperti itu, tentunya saya sangat dirugikan sekali sekaligus kecewa terhadap pelayanan RSUD Ciamis saat ini. Suami saya itu peserta BPJS. Kenapa mau berobat ke Poli Syaraf harus ada peraturan kuota 30 orang dalam seharinya yang bisa dilayani,” kata Siti Maryam, istri Pasien, seperti diberitakan HR Online (harapanrakyat.com). (Tantan/Koran-HR)

Berita Terkait

Alasan Kuota Penuh, Peserta BPJS Ini Ditolak RSUD Ciamis

Warganya Ditolak RSUD Ciamis, Den Bonar ‘Naik Darah’

Soal Penolakan Pasien, Begini Kata RSUD Ciamis

Perusahaan Kendaraan Travel

Perusahaan Kendaraan Travel Tanggung Biaya Korban Kecelakaan Maut di Tol Cisumdawu Sumedang

harapanrakyat.com,- Kecelakaan maut menimpa mobil travel milik perusahaan kendaraan travel Bhinneka Sangkuriang Shuttle di Jalan Tol Cisumdawu Kilometer 189, kawasan Desa Mandalaherang, Kecamatan Cimalaka,...
Pengelolaan Sampah di TPS

Menanti Hasil Evaluasi Pengelolaan Sampah di TPS Kamisama Kota Banjar

harapanrakyat.com,- Problem pengelolaan sampah di TPS Kamisama (Kawasan Minimasi Sampah Mandiri), Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat, rupanya belum menemui titik terang. Diketahui,...
Korban Kecelakaan Maut di Tol

Terungkap, Ini Identitas Korban Kecelakaan Maut di Tol Cisumdawu Km 189 Sumedang

harapanrakyat.com,- Pihak kepolisian Polres Sumedang berhasil mengidentifikasi tiga korban kecelakaan maut di Tol Cisumdawu Km 189 yang meninggal dunia. Seperti diketahui kecelakaan maut ini...
Jelang May Day, Polres Banjar Lakukan Simulasi Sispamkota

Jelang May Day, Polres Banjar Lakukan Simulasi Sispamkota

harapanrakyat.com,- Jelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, Kapolres Banjar, Jawa Barat, siagakan personel untuk menjaga keamanan dan ketertiban jika terjadi aksi unjuk...
Korban Tertabrak Mobil Jip Bassis Dewa 19 di Tasikmalaya Makin Membaik, Polisi Ungkap Dua Pihak Tempuh Jalur Islah

Korban Tertabrak Mobil Jip Bassis Dewa 19 di Tasikmalaya Makin Membaik, Polisi Ungkap Dua Pihak Tempuh Jalur Islah

harapanrakyat.com,- Korban yang tertabrak mobil jip basis band Dewa 19 kini semakin membaik. Korban yang bernama Sandika Ramadansyah (8) tertabrak di Jalan Nasional Tasikmalaya-Pangandaran,...
Ilustrasi dikejar tawon engang

Cari Rumput Berujung Dikejar Tawon Engang, Wajah Warga Ciamis Ini Bengkak dan Alergi

harapanrakyat.com,- Wajah Omang bengkak dan alergi gegara disengat tawong engang. Warga Dusun Kalangon, Desa Sindanglaya, Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat ini awalnya dikejar...