Iwan M Ridwan di sela-sela Halal Bihalal internal Sekretariat DPRD Pangandaran. Foto: Madlani/HR
Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-
Soal pemberitaan salah satu media online nasional beberapa waktu lalu terkait dugaan Pemkab Pangandaran yang merugikan Negara sebesar Rp. 98 miliar, Ketua DPRD Pangandaran Iwan M Ridwan angkat bicara.
Menurutnya, pemberitaan tersebut dinilai sangat menyudutkan Pemkab Pangandaran. Sebab, sebelumnya Pemda mendapatkan anugerah Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK RI yang mana hal tersebut merupakan anugerah tertinggi yang diberikan BPK RI atas prestasi karena penataan pengelolaan keuangan daerah serta penataan aset daerah.
“Dari itu, tidak mungkin Pemda Pangandaran merugikan Negara karena BPK RI sudah memeriksanya. Justru malah memberikan anugerah WTP,” katanya kepada Koran HR di sela-sela Halal Bihalal internal Sekretariat DPRD Pangandaran, Selasa (04/07/2017) lalu.
Dengan pemberitaan itu, kata Iwan, jelas dinilai merugikan masyarakat Pangandaran. Sebab, antara pemberian opini WTP dan dugaan merugikan Negara puluhan miliar jelas tidak masuk akal.
“Atas nama pribadi maupun masyarakat Kabupaten Pangandaran, saya merasa dirugikan atas pemberitaan tersebut. Memang ada terindikasi kerugian dari hasil pemeriksaan BPK RI yang nilainya hanya sekitar Rp. 3 miliar. Namun, sekarang Pemda Pangandaran sudah melakukan pengembalian atas saran BPK RI,” ungkapnya.
Berita tersebut, kata sambung Iwan, diduga sengaja dihembuskan oleh orang-orang yang tidak mau Kabupaten Pangandaran tenang, aman dan berkembang. Tujuannya jelas, ingin merusak tatanan pemerintahan. Iwan yakin, itu adalah ulah dari orang Pangandaran juga.
“Saya tahu sumbernya, pasti orang Pangandaran. Tapi saya tidak mau menyebut namanya,” kata Iwan lagi.
Iwan berharap kepada rekan-rekan media, jika ada berita seperti itu, hendaknya jangan langsung disebar sebelum konfirmasi dulu pada yang berkompeten. Hal tersebut agar informasi beritanya berimbang dan valid dari sumber yang benar, tidak asal saja.
“Jelas dengan adanya berita tersebut sangat mengganggu. Seolah di Pangandaran ada sesuatu yang menyimpang. Sampai ada teman saya yang dari luar daerah menanyakan kebenarannya. Padahal, itu tidak benar dan jelas sangat mengganggu sekali,” pungkas Iwan. (Mad/R6/Koran HR)