Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Wakil Bupati Ciamis, Oih Burhanudin, meminta aparat kepolisian agar mengusut tuntas temuan gambar paru arit (simbol komunis) yang terdapat pada buku latihan soal Ujian Nasional (UN) tingkat SMA yang ditemukan di SMA Negeri 1 Kawali, belum lama ini. Menurutnya, tujuan diusutnya kasus ini untuk mengetahui motif serta maksud si penulis dan penerbit buku, kenapa bisa memasukan gambar paru arit yang dilarang oleh negara tersebut.
“Kasus ini harus diusut agar tidak muncul opini yang keliru. Karena jika dibiarkan tanpa dilakukan tindakan kami khawatir kasus semacam ini terus berulang dan menjadi opini liar yang berpotensi meresahkan masyarakat,” tegasnya, kepada Koran HR, Selasa (24/01/2017). [Berita Terkait: Duh, di Ciamis Ada Temuan Gambar Palu Arit di Buku Kisi-kisi UN]
Oih menambahkan, pihak penerbit sebagai pemilik hak cipta harus bertanggungjawab serta memberikan klarifikasi, kenapa sampai berani memasukan konten gambar palu arit pada buku yang akan dipergunakan oleh siswa.
“Kami khawatir ada motif tertentu. Karena kami melihat ada sedikit kejanggalan, dimana gambar palu arit ini justru muncul pada buku pelajaran Bahasa Inggris. Kalau pada pelajaran Sejarah mungkin masih bisa dimengerti, karena masih ada korelasinya, meski sebenarnya pada buku apapun tidak diperbolehkan,” ungkapnya.
Pihak kepolisian, lanjut Oih, harus segera memeriksa pihak penerbit untuk dimintai keterangannya. Apabila ada unsur kesengajaan dalam hal ini, tegas dia, maka polisi wajib mengusutnya sampai tuntas. “Pihak sekolah juga harus selektif saat memilih buku yang akan diberikan kepada siswa. Jangan sampai buku yang kontennya tidak layak dibaca siswa diterima begitu saja,” ujarnya.
Kasus ini, kata Oih, harus menjadi pembelajaran bagi seluruh sekolah di Kabupaten Ciamis. Hal itu agar kedepannya kasus semacam ini tidak terulang kembali. “Pihak sekolah harus selektif saat menerima buku dari distributor. Bila perlu pihak sekolah membentuk tim verifikasi internal untuk memverifikasi konten buku yang ditawarkan distributor, apakah layak atau tidak dibaca oleh siswa,” terangnya.
Ditemui terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Ciamis, Hendra Marcusi, menyesalkan terjadinya kasus tersebut. Dia mengatakan, seharusnya pihaknya sekolah selektif saat menerima buku dari pihak distributor. Karena, menurutnya, apabila siswa menyakini kebenaran pada buku yang keliru itu, tentu dampaknya sangat berbahaya.
“Siswa pasti akan menyakini kebenaran isi buku yang dibacanya. Apalagi buku tersebut diperoleh dari pihak sekolah. Karenanya, apabila buku yang dipilih pihak sekolah tidak baik, maka sangat berbahaya. Maka dari itulah kami meminta sekolah tidak main-main saat memilih buku yang akan diberikan kepada siswa,” katanya, kepada Koran HR, (24/01/2017).
Hendra pun meminta Dinas Pendidikan Provinsi yang menaungi SMA/SMK, harus segera turun tangan untuk menelusuri apakah buku yang memuat gambar palu arit itu beredar di sekolah lain atau tidak. Begitupun Dinas Pendidikan Ciamis harus melakukan langkah yang sama terhadap peredaran buku di tingkat SMP maupun SD.
“Karena pihak distributor tidak mungkin menawarkan buku pada satu sekolah. Makanya, harus dilakukan penelusuran di sekolah lainnya, agar buku tersebut tidak terlanjur menjadi bacaan siswa,” katanya.
Dengan adanya kejadian tersebut, lanjut Hendra, pihak penerbit yang mengeluarkan buku berkonten gambar palu arit itu harus diblacklist oleh seluruh sekolah. “Jangan sampai pihak sekolah memesan buku dari penerbit itu lagi. Hal itu untuk memberi pelajaran kepada penerbit agar tidak seenaknya mengeluarkan buku tanpa memperhitungkan dampaknya,” tegasnya. (Bgj/Koran-HR)