Banjar, (harapanrakyat.com),- Dari tahun ke tahun, intensitas calon siswa baru yang mendaftar ke SMPN 2 Banjar selalu meningkat. Untuk tahun ini, jumlah pendaftar mencapai 652 siswa, namun yang diterima hanya 256 siswa saja, sehingga dari 8 ruang kelas 1 yang tersedia, tiap ruangnya akan diisi sebanyak 32 siswa.
Hal itu dikatakan Kepala SMPN 2 Banjar, Drs. Kohar, M.Pd., saat ditemui HR di ruang kerjanya, Selasa (10/7). Dirinya juga mengaku, akibat banyaknya calon siswa yang tidak diterima, ada sejumlah orang tua siswa yang bersikukuh ingin anaknya bisa masuk ke SMPN 2, meskipun mereka tahu bahwa kuota sudah terpenuhi.
Menurut Kohar, membludaknya pendaftar calon siswa baru ada kemungkinan para orang tua calon siswa tertarik dengan program yang diterapkan di SMPN 2 sejak tahun 2007, yakni Rintisan Sekolah Berbasis Akhlak (RSBA).
“Namun kami sebagai pihak sekolah tidak bisa berbuat banyak, makanya kami memberikan solusi agar para orang tua ini menghadap Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjar untuk mendapat solusi terbaik. Sebab, bukannya kami tidak mau menerima, tapi terbentur oleh kouta. Selain itu, masih banyak sekolah lain yang membutuhkan siswa, dan diharapkan agar orang tua menerima bila nanti anaknya di rujuk ke sekolah,”
Dalam pendaftaran calon siswa baru tahun ini, SMPN 2 Banjar menerapkan pasing grade 23,50, dengan standar nilai paling tinggi 9,74, dan nilai terendah 8,16.
Sementara itu dilain pihak, Jasmiati (43), salah satu orang tua siswa, warga Jl. Gudang, mengaku senang karena anaknya diterima di sekolah tersebut.
“Mimpi anak saya untuk bisa bersekolah di SMP yang diinginkannya dapat tercapai, tentu saja saya sebagai orang tua merasa senang. Selain itu, penerapan program akhlak sangat berpengaruh bagi perkembangan anak,” kata Jasmin.
Kegembiraan serupa juga dirasakan Melinda Jayanti, salah seorang calon siswa SMPN 2 Banjar asal SDN 1 Pataruman, yang memiliki nilai hasil ujiannya masuk rangking 5 besar se-Kota Banjar.
“Mudah-mudahan saya bisa bersaing di SMPN 2 Banjar ini, supaya nantinya menjadi siswa berprestasi, meksipun itu sangat sulit karena saya harus beradaptasi kembali dengan susasna baru ini,” ujarnya. (HND)