Pembangunan revitalisasi Pasar Manis Ciamis yang kini tengah dalam tahap pengerjaan oleh pihak rekanan. Program revitalisasi tersebut akan dilakukan secara bertahap dan dilanjutkan pada tahun berikutnya. Foto: Subagja Hamara/HR
Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-
Setelah selama 25 tahun belum pernah dilakukan rehab, Pemkab Ciamis melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan, mulai tahun 2016 ini melakukan revitalisasi pembangunan Pasar Manis Ciamis yang dilakukan secara bertahap dan dilanjutkan pada tahun berikutnya. Dalam perencanaan revitalisasi tersebut, Pasar Manis kedepan akan dikembangkan menjadi Pasar Modern.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Ciamis, Drs. H. Kusdiana,MM, didampingi Kabid Perekonomian Bappeda Ciamis, Asep Khalid Fajari, S.IP, mengungkapkan, meskipun sudah dilakukan upaya secara bertahap oleh Pemkab Ciamis, keberadaan pasar tradisional masih kurang memadai, karena masih lemahnya daya saing yang disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya citra negatif pasar tradisional yang indentik kumuh, kotor, becek, kurang nyaman dan pengelolaan pasar yang kurang memadai.
“Makanya, dalam perencanaan revitalisasi Pasar Manis Ciamis, kami mengubah konsep bangunan dan pengelolaan dari pasar tradisional menjadi pasar modern. Setelah menjadi pasar modern, diharapkan Pasar Manis bisa lebih berkembang dan bersaing,” ungkapnya, Selasa (29/11/2016).
Namun begitu, lanjut Kusdiana, dalam merevitalisasi bangunan Pasar Manis, akan dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang dimiliki Pemkab Ciamis. “Untuk mempercepat program revitalisasi Pasar Manis, tentunya perlu bantuan anggaran dari pemerintah pusat melalui program dana tugas pembantuan. Dan kami sudah melakukan permohonan ke pemerintah pusat agar bisa membantu hal tersebut,” imbuhnya.
Asep Khalid Fajari menambahkan, berdasarkan DED (Devolepment Enginering Design) yang telah dibuat dengan menyesuaikan pada Rencana Tata Ruang Berwawasan Lingkungan (RTBL), program revitalisasi Pasar Manis Ciamis akan dilakukan dalam beberapa tahap, dimulai dari perencanaan, pelaksanaan kontruksi bangunan dan pengoperasian serta pemeliharaan.
“Pada pelaksanaan kontruksi bangunan meliputi beberapa kegiatan, diantaranya pembangunan kios, pembangunan dan rehabilitasi fasilitas umum serta fasilitas sosial, dan juga pembangunan basement,” ujarnya.
Menurut Asep, tujuan dari revitalisasi tersebut untuk menciptakan ketertiban, kebersihan dan keindahan pasar, tersedianya sarana dan prasarana pasar yang memadai, tersedianya fasum dan fasos yang bersih dan memadai, tersedianya kios-kios yang memadai, tersedianya lahan parkir yang aman dan memadai serta meningkatnya pendistribusian barang. (Bgj/R2/HR-Online)