Ilustrasi Pemukulan. Foto: Ist/Net
Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-
Seorang penjual tahu bernama Slamet (16), warga Dusun Parung, Desa Balokang, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, mendapat perlakuan tidak wajar dari seorang oknum polisi berinisial D yang bertugas di Unit Sabhara Polres Banjar.
Karena dinilai melarikan diri saat kedapatan melanggar lalu lintas, Slamet yang waktu itu mengendarai sepeda motor, dikabarkan dianiaya oleh oknum polisi tersebut di kawasan Pasar Banjar, Rabu (07/09/2016) sekitar pukul 07.00 WIB.
Saat ditemui HR Online, Slamet mengaku mendapat 2 kali pukulan. Dia menjelaskan, peristiwa itu terjadi di Jalan Kehutanan Pasar Banjar. Ketika itu, kata dia, dirinya tengah mengendarai sepeda motor dan hendak ke Pasar Banjar untuk berjualan tahu.
Karena tidak memakai helm dan tidak memiliki SIM, ujar Slamet, dirinya ditegur oleh anggota polisi yang tengah gatur di perempatan Klenteng. Lantaran takut ditilang, dia pun tancap gas hendak melarikan diri. Polisi itu pun langsung mengejar Slamet. Hingga akhirnya laju sepeda motor Slamet terhenti setelah polisi berhasil memepetnya.
Setelah berhenti, Slamet kaget karena tiba-tiba oknum polisi itu memukul wajahnya sebanyak dua kali hingga mengalami memar. “Saya memang melanggar aturan lalu lintas dan sempat melarikan diri, karena takut ditilang. Tapi disayangkan polisi itu memukul saya sebanyak dua kali ke arah pipi sebelah kanan,”ujarnya.
Dengan adanya kejadian itu, sontak saja warga pasar menjadi geram atas tindakan arogan oknum polisi tersebut. “Harusnya jangan seperti itulah. Tindakan tersebut sangat arogan,”ujar Adi salah satu pedagang di pasar Banjar.
Hingga berita ini diunggah, belum ada keterangan resmi mengenai kasus ini dari kepolisian. Namun, menurut Kasi Propam Polres Banjar, Ipda Helmizar, pihaknya kini tengah memeriksa D oknum polisi anggota Sabhara yang diduga melakukan pemukulan terhadap pengendara sepeda motor.
“Kami sedang memeriksa oknum anggota tersebut,”singkatnya. (Hermanto/R2/HR-Online)