Ilustrasi Pedagang Pasar. Foto: Ist/Net
Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-
Sejumlah harga barang kebutuhan pokok di Pasar Manis Ciamis sudah kembali normal atau mengalami penurunan pasca sepekan hari raya Idul Fitri. Hal itu terlihat dengan turunnya harga beberapa komoditi seperti sayuran dan sembako.
Salah sorang pedagang sayuran di blok A Pasar Manis Ciamis, ketika ditemui HR Online, Selasa (12/07/2016), membenarkan harga sayur mayur yang dijualnya sudah mengalami penurunan harga pasca lebaran.
“Harga cabe merah yang sempat menyentuh harga Rp 100.000, kini turun menjadi Rp. 40.000 per-kg, cabe hijau dari Rp 35.000, turun menjadi Rp 20.000 per kg dan cabe merah kriting dari Rp 60.000 kini menjadi Rp 30.000 per kg,”ungkapnya.
Henhen melanjutkan, untuk harga tomat yang semula Rp 12.000 sekarang bisa dibeli dengan harga Rp 5.000 per kg, bawang merah dari Rp 50.000 turun jadi Rp 40.000 per kg. Penurunan harga juga terjadi pada kol, wortel dan mentimun berkisar antara Rp 2.000 sampai Rp 3.000 per kg-nya.
“Sudah dua hari ini harga sayuran mulai turun. Penurunan pun sangat drastis. Namun, penurunan tersebut tidak dibarengi dengan banyaknya pembeli,”jelasnya.
Bahkan, kata Henhen, dirinya menduga kenaikan harga yang tinggi sebelum lebaran dikarenakan adanya permainan para tengkulak. Karena permintaan pasar cukup tinggi, kemudian tengkulang memainkan harga. “Tapi, setelah permintaan berkurang seperti saat ini, harga kembali anjlok hingga 60 persen. Padahal bila terjadi kenaikan biasanya berkisar 20 sampai 30 persen saja,” terangnya.
Henhen menambahkan, kenaikan harga pada komoditi sayur hanya terjadi pada kentang saja yang semula Rp 10.000 menjadi Rp 20.000 per kg. Hal itu dikarenakan permintaannya saat ini cukup tinggi menyusul banyak acara hajatan.
Sementara itu, Elon Sahlan, salah seorang pedagan beras di kios Pasar Manis Ciamis, mengatakan, untuk harga beras masih relatif normal dari mulai harga beras paling murah Rp 8.000 per kg, menengah Rp 9.500 per kg, sampai yang paling bagus Rp 10.500 per kg.
“Dari sebelum lebaran sampai sekarang harga tetap stabil. Permintaan juga normal hanya 2 ton per hari. Padahal kalau idul Fitri biasanya permintaan meningkat. Mungkin sekarang banyak warga memilih menggiling padi sendiri karena tengah musim panen padi,” ungkapnya. (es/R2/HR-Online)