harapanrakyat.com,- Alun-alun Ciamis kembali menjadi pusat kegiatan Ramadan dengan hadirnya acara tahunan yang dinanti-nantikan, Riak Ramadhan (2R).
Selama tujuh hari, mulai dari 23 hingga 29 Ramadan 1446 Hijriyah, masyarakat Ciamis dan sekitarnya dapat menikmati berbagai pertunjukan seni dan budaya setiap sore, dari pukul 15.30 hingga 17.30 WIB, sambil menunggu waktu berbuka puasa.
Riak Ramadhan, yang telah menjadi ikon Ciamis sejak tahun 1996, tahun ini menghadirkan beragam kesenian, mulai dari seni tari, musik, teater, seni rupa, sastra, hingga literasi performance dalam tiga bahasa.
Selain itu, acara ini juga diisi dengan tausiyah, pembagian takjil, dan buka puasa bersama. Lebih dari sekadar tempat mencari makanan takjil atau hiburan, Alun-alun Ciamis menjadi tempat yang berkualitas untuk menghabiskan waktu ngabuburit.
Pemerintah daerah Ciamis turut mendukung acara ini dengan memberikan santunan berupa sembako kepada 100 anak yatim. Pembukaan resmi Riak Ramadhan 2025 dilaksanakan pada hari ketiga acara, Selasa, 25 Maret 2025, oleh Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Ciamis, Dase Fadlil Yusdi Mubarok, yang mewakili Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya.
Baca juga: Perpustakaan Ciamis Luncurkan Ngabuburit Bari Maca di Pocadi Selama Ramadan
Riak Ramadan di Ciamis Bentuk Syiar
Dalam sambutannya, Dase Fadlil Yusdi Mubarok menyampaikan bahwa Riak Ramadan adalah ikon Ciamis, sebuah kegiatan rutin yang diadakan setiap sore menjelang berbuka puasa di Alun-alun Ciamis.
Acara ini menyajikan tontonan dan tuntunan melalui berbagai pertunjukan seni, tausiyah, dan santunan. “Kegiatan ini adalah syiar yang disuguhkan dalam bentuk hiburan oleh para seniman dan budayawan. Kegiatan ini terlaksana berkat sinergitas budayawan, ulama, dan umaro, sehingga dapat memberikan energi positif bagi masyarakat dari berbagai generasi dalam menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan,” ujarnya.
Noer JM, tokoh legendaris di balik Riak Ramadhan, bersama Ketua Panitia Penyelenggara, Ahmad Sopyan (Kang Oyan), mengungkapkan bahwa Riak Ramadhan kali ini diikuti oleh 32 kelompok seni dari berbagai sekolah, pesantren, dan sanggar. “Ada sekitar 14 kelompok yang tidak mendapatkan jadwal tampil karena keterbatasan waktu,” kata Oyan.
Kang Oyan menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini. “Diharapkan Riak Ramadan di Ciamis terus hadir setiap tahun dan durasinya dapat diperpanjang, sehingga semua pengisi acara dapat tampil. Dan semoga pemerintah daerah selalu hadir memberikan dukungan,” harapnya. (R8/HR Online/Editor Jujang)