harapanrakyat.com – Apindo Jawa Barat mendukung langkah tegas Pemprov Jabar memberantas premanisme dan ormas yang mengganggu dunia usaha.
Baca Juga : Maraknya Gangguan Ormas di Dunia Usaha, Ini Tanggapan Ketua Apindo Jawa Barat!
Ketua Apindo Jawa Barat, Ning Wahyu Astutik mengatakan, pihaknya mendukung penuh langkah Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. Hal itu untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi dunia usaha. Terutama melalui pemberantasan ormas yang mengganggu kegiatan bisnis.
“Karena komitmen ini menjadi angin segar bagi pelaku usaha, yang selama ini menghadapi gangguan di dunia usaha. Baik yang terjadi di kawasan dan luar industri,” ungkapnya, Jumat (28/2/2025).
Menurutnya, komitmen Gubernur Jawa Barat dalam memberantas premanisme dan ormas yang menghambat dunia usaha, akan berdampak positif bagi iklim investasi. Terlebih dengan jaminan keamanan dalam berusaha. Sehingga dapat meningkatkan kepercayaan investor untuk berinvestasi di Jawa Barat.
“Keamanan dalam berusaha akan melindungi investasi di Jawa Barat Termasuk melindungi karyawan untuk tetap bekerja dan terhindar dari potensi PHK. Serta melindungi masyarakat sekitar perusahaan yang memiliki usaha sebagai multiplier effect dari adanya investasi,” ujarnya.
Baca Juga : Realisasi Investasi Tertinggi di Indonesia, Apindo Dorong Kemudahan dan Percepatan Izin Usaha di Jawa Barat
Ning menerangkan untuk saat ini Jabar memiliki 1,76 juta pengangguran atau sebesar 23,7 persen dari angka nasional. Angka ini pun menjadi yang tertinggi di Indonesia. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa jangan sampai ada lagi pekerja yang menjadi korban PHK akibat perginya investasi dari Jabar.
Ia menambahkan Jawa Barat membutuhkan pemimpin yang berani dan tegas, dalam menegakkan hukum serta menciptakan iklim usaha yang kondusif. Salah satunya memberantas premanisme dan ormas yang mengganggu dunia usaha. Oleh karena itu, pihaknya berharap di bawah kepemimpinan Kang Dedi, kolaborasi dan komunikasi antara pemerintah dan dunia usaha semakin erat. (Rio/R13/HR Online/Editor-Ecep)