harapanrakyat.com,- Aktivis dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Banjar, Jawa Barat, menilai perayaan hari jadi ke-22 Kota Banjar kurang semarak dan minim keterlibatan masyarakat.
Aktivis GMNI Kota Banjar Irwan Herwanto menilai, semarak perayaan dan peringatan hari jadi ke-22 yang berlangsung pada tahun ini kurang terlihat gebyarnya, bahkan semakin menurun.
Tak hanya itu, antusias dan keterlibatan masyarakat juga terlihat cukup minim. Hanya terlihat pada kegiatan festival kirab janur. Sementara kegiatan lainnya terkesan seremonial seolah hanya untuk menuntaskan kewajiban.
Ia juga menyebut, di desa dan kelurahan yang biasanya peringatan atau perayaan ulang tahun kota selalu menjadi perbincangan masyarakat, tetapi kali ini terkesan biasa tanpa terlihat semaraknya.
“Semarak perayaan dan peringatan kali ini semakin menurun. Antusias masyarakat minim, kecuali pada kegiatan festival kirab janur,” kata Irwanto kepada HR Online, Kamis (27/2/2025).
“Jika melihat tahun lalu, mungkin masih meriah yang tahun lalu dari pada perayaan hari jadi yang sekarang,” ujarnya menambahkan.
Hari Jadi Kurang Semarak
Agenda besar Hari Ulang Tahun Kota Banjar, sambungnya, seharusnya dimaknai bukan hanya sebatas perayaan seremonial semata. Namun juga menjadi perayaan bagi semua masyarakat.
Hal ini karena secara esensi peringatan ini memiliki makna yang mendalam, memberikan pelajaran dan semangat perjuangan bagi generasi penerus.
Momentum bersejarah tersebut menurutnya perlu diisi dengan kegiatan yang berdampak positif bagi masyarakat. Setiap agenda atau acara sudah sepatutnya benar-benar bisa terasa oleh masyarakat.
“Semestinya perayaan hari jadi bukan hanya dirayakan oleh segelintir saja. Terlebih hanya di kalangan organisasi pemerintah daerah tanpa keterlibatan masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut ia mengingatkan kepada pemerintah kota untuk tidak hanya merayakan peringatan hari jadi ke-22 tersebut dengan kegiatan-kegiatan seremonial.
Namun juga, menjadikan momentum hari jadi tersebut sebagai momen evaluasi dalam memberikan pelayanan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kota Banjar yang saat ini menginjak usia 22 tahun tentu banyak telah tercapai. Sudah saatnya Pemkot Banjar membuat program dan kebijakan nyata untuk kemajuan Kota Banjar di masa depan,” tandasnya. (Muhlisin/R6/HR-Online)