harapanrakyat.com,- SDN Pinayungan I di Desa Pinayungan, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang, Jawa Barat, menjelaskan alasan di balik video viral yang memperlihatkan siswanya latihan renang di halaman sekolah.
Dalam video yang beredar di media sosial, beberapa siswa tampak mengenakan pakaian olahraga sambil menirukan gerakan renang di lantai halaman sekolah. Mereka bergerak seolah-olah sedang berenang di kolam sungguhan.
Melansir unggahan akun TikTok @informasi_karawang, Yusril, guru SDN Pinayungan I, menegaskan bahwa video yang beredar tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta di lapangan.
“Jadi saya akan mengklarifikasi ya, tentang video yang viral di masyarakat bahwasanya sebenarnya video yang menyebar luas di masyarakat itu tidak benar dengan apa yang fakta yang ada di lapangan,” ujar Yusril dikutip pada Rabu (26/2/2025).
Lebih lanjut, Yusril menjelaskan tujuan dari kegiatan yang terlihat dalam video tersebut. Menurutnya, latihan renang tersebut merupakan bagian dari pembelajaran pendidikan jasmani, khususnya materi renang.
“Bahwasanya di video itu kan lagi mempraktekkan tentang renang, pada saat itu memang ada pembelajaran tentang pembelajaran air, kami selaku guru olahraga mempraktekkan teorinya tersebut yang seharusnya memang di tempat yang semestinya,” lanjutnya.
Baca Juga: Viral Siswa SD di Karawang Berlatih Renang di Meja dan Lantai, Dedi Mulyadi Beri Tanggapan Tegas
Alasan di Balik Video Viral Siswa di Karawang Latihan Renang di Halaman Sekolah
Yusril juga mengungkapkan alasan mengapa latihan renang dilakukan di halaman sekolah. Selain untuk efisiensi waktu, kegiatan ini bertujuan agar siswa memahami teori dasar sebelum praktik di kolam renang. Ia pun menegaskan bahwa isu yang beredar di media sosial tidak benar.
“Tapi untuk mencegah efesiensi yang pertama waktu dan yang lainnya juga, kami mempraktekkan teorinya dulu di sekolah adapun mungkin statement yang beredar di media sosial itu tidak benar, kami juga tidak membenarkan,” jelasnya.
Ia menyayangkan beragam spekulasi yang berkembang di masyarakat. Beberapa pihak mengaitkan kegiatan tersebut dengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan dugaan pungutan. Yusril menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar.
“Karena statement-nya sudah kemana-mana, ada yang membahas tentang dana BOS, ada yang membahas tentang pungutan, padahal itu sama sekali tidak ada karena kita hanya pure mempraktekkan teori saja di lapangan tersebut,” imbuhnya.
Sekolah Tidak Memungut Biaya
Menanggapi kabar soal pungutan untuk renang, Yusril menekankan bahwa sekolah tidak memungut biaya apa pun dari siswa. Ia menjelaskan bahwa sekolah SDN Pinayungan I berupaya memodifikasi metode pembelajaran agar tetap efisien dan efektif.
“Kalau tanggapan saya terkait dengan edaran, terkait dengan surat keputusan ya kami tidak ada pungutan apapun di sekolah ini. Cara biar pembelajaran tetap berjalan, efisien dan efektif juga pembelajarannya ya kami memodifikasi caranya. Agar anak-anak bisa mengetahui dan tercapai tujuan pembelajarannya,” ujar Yusril.
Sebagai solusi, pihak sekolah memilih menerapkan metode praktik teori renang di lingkungan sekolah. Yusril menyebut cara ini sebagai bentuk kreativitas guru untuk memastikan siswa tetap memahami materi yang diajarkan.
“Jadi kami memodifikasi yaitu dengan menggunakan praktek teori yaitu di sekolah. Ini bisa jadi juga solusi ataupun kreativitas kita untuk memodifikasi pembelajaran,” katanya.
Terakhir, Yusril mengungkapkan bahwa para siswa merespons kegiatan latihan renang di halaman sekolah dengan antusias. Meski demikian, pihak sekolah SDN Pinayungan I tetap mempertimbangkan dampak positif dan negatif dari metode tersebut.
Baca Juga: Pasca Viral Tertawa Geli Bawa Nasi Kotak, Kades Wiwin Komalasari Klarifikasi
“Kalau anak-anak sendiri ya namanya anak-anak pertama mungkin emang happy tapi yang kedua kami juga memikirkan apa negatifnya apa positifnya juga, jadi kami tidak semena-mena mempraktekannya saja, anak-anak responnya baik,” pungkasnya. (Erna Ayunda/R7/HR-Online/Editor-Ndu)