Minggu, April 6, 2025
BerandaBerita PangandaranKebakaran Hutan di Kalijati Pangandaran Diduga dari Penebangan Perhutani

Kebakaran Hutan di Kalijati Pangandaran Diduga dari Penebangan Perhutani

Ilustrasi Kebakaran Hutan. Foto: Ist/Net

kebakaran hutan pangandaran

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Penyebab kebakaran hutan yang terjadi di dua desa di wilayah Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, atau tepatnya di Dusun Muaratiga, Desa Kersaratu dan Dusun Sangkanbawang, Desa Kaljati, Kamis (15/10/2015), diduga dipicu dari pembakaran di areal penebangan kayu produksi milik Perhutani.

Diperkirakan sumber api berasal dari sisa-sisa pembakaran ranting pohon di areal penebangan. Kemudian api merembet ke kawasan hutan lainnya hingga melalap pepohonan yang berada di lahan seluas 50 hektar. [Baca juga: 50 Hektar Hutan di Kalijati Pangandaran Terbakar]

Camat Sidamulih, Dr. Erik Krisnayuda, ketika dihubungi HR Online, Kamis (15/10/2015) malam, mengatakan, dari informasi yang dihimpun, penyebab kebakaran diduga kuat dari sisa-sisa pembakaran di areal penabangan hutan produksi milik Perhutani. “Laporan yang kami terima seperti itu. Namun, penyebab pastinya pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan,” ujarnya.

Erik menambahkan, petugas gabungan yang terdiri dari petugas Damkar, BPBD, TNI, kepolisian dan dibantu warga terus berusaha memadamkan api. Pemadaman api dengan mobil Damkar dikonsentrasikan di daerah kaki gunung yang berdekatan dengan permukiman warga. Sementara pemadaman api di kawasa hutan dilakukan dengan cara dipukul dengan menggunakan tongkat kayu.

“Kobaran api memang sulit dipadamkan. Karena sejumlah titik kebakaran berada di lokasi yang sulit dijangkau. Sementara petugas lebih berkonsentrasi memadamkan api di kawasan hutan yang berdekatan dengan permukiman penduduk,” terangnya.

Sementara itu, hingga pukul 21.00 WIB, kobaran api di hutan seluas 50 hektar itu belum berhasil dipadamkan seluruhnya. Namun, titik-titik kebakaran yang berada di kawasan hutan yang berdekatan dengan permukiman warga sudah berhasil dipadamkan. Namun begitu, kepulan asap di kawasan hutan tersebut masih terlihat. (Ntang/R2/HR-Online)

Wisatawan Tewas di Kolam Renang Cipanas Garut

Wisatawan Tewas di Kolam Renang Cipanas Garut, Polisi Olah TKP

harapanrakyat.com,- Seorang wisatawan kolam renang di Cipanas Garut, Jawa Barat, ditemukan tewas tenggelam saat rekreasi, Minggu (6/4/2025). Petugas kepolisian dari Polsek Tarogong Kaler bersama...
Hujan Meteor Lyrid 2025, Fenomena Langit Spektakuler di Bulan April

Hujan Meteor Lyrid 2025, Fenomena Langit Spektakuler di Bulan April

Setiap tahun, langit malam bulan April dihiasi oleh salah satu fenomena alam yang paling dinanti, yaitu hujan meteor Lyrid 2025. Hujan meteor ini berasal...
gebrakan 100 hari kerja

Tokoh Masyarakat Tasikmalaya Menanti Gebrakan 100 Hari Kerja Viman-Dicky

harapanrakyat.com,- Tokoh masyarakat menanti gebrakan 100 hari kerja Viman Alfarizi Ramadah-Diky Chandra, Walikota - Wakil Wali Kota Tasikmalaya. Apalagi sejak dilantik sampai saat ini...
Objek wisata di Kota Banjar sepi pengunjung

Aktivis Prihatin Kota Banjar Sepi Wisatawan saat Libur Lebaran, Anggap Pemkot Gagal 

harapanrakyat.com,- Aktivis GMNI Kota Banjar, Jawa Barat, prihatin dengan kondisi sepinya wisatawan yang berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di Banjar saat momen libur lebaran...
Longsor TPT Rumah

Longsor TPT Rumah Terekam Kamera Amatir, Warga Singajaya Garut Panik

harapanrakyat.com,- Longsor Tembok Penahan Tebing (TPT) rumah di Garut, Jawa Barat, terekam kamera amatir warga. Meski tidak ada korban jiwa, namun insiden ini membuat...
Kaleng Kue Lebaran

Balita di Garut Kepalanya Tersangkut Dalam Kaleng Kue Lebaran, Petugas Damkar Turun Tangan

harapanrakyat.com,- Seorang balita di Garut, Jawa Barat, kepalanya tersangkut ke dalam kaleng kue lebaran, Sabtu (5/4/2025). Balita tersebut menangis kesakitan sehingga orang tuanya harus...