harapanrakyat.com – Tahun ini, gelaran pawai kendaraan hias akan meramaikan Hari Jadi Kota Bandung ke-214, Minggu (15/9/2024). Dinas Perhubungan Kota Bandung, Jawa Barat, akan melakukan rekayasa lalu lintas saat perhelatan acara tersebut.
Baca Juga : Pj Wali Kota Bandung Menilai BRT Jadi Solusi Kemacetan Lalu Lintas
Plt Kepala Dinas Perhubungan, Asep Kuswara mengharapkan, dengan upaya rekayasa lalu lintas itu tidak akan mengganggu mobilitas pengendara lainnya. Selain itu, rekayasa lalu lintas pun dapat meminimalisir kemacetan kendaraan. Mengingat rute pawai kendaraan hias ini, dari Gedung Sate hingga Balai Kota Bandung.
“Nantinya selama proses pawai berlangsung, bakal ada rekayasa lalin secara situasional. Jadi yang paling penting kendaraan masih berputar. Artinya walau di Kota Bandung banyak kegiatan, tapi tidak terjadi kemacetan,” ungkapnya di Kota Bandung, Rabu (11/9/2024).
Ia menerangkan menerangkan pihaknya telah berkoordinasi dengan satuan lalu lintas Polrestabes Bandung. Hal itu untuk memastikan tidak terjadinya kemacetan ketika kegiatan pawai kendaraan hias berlangsung.
Selain itu, dalam memfasilitasi masyarakat yang akan menyaksikan pawai berlangsung. Pihaknya akan menyediakan kantong-kantong parkir, terutama di lokasi yang bakal dilalui pawai tersebut.
Baca Juga : Benarkah BRT Bakal Mematikan Kehadiran Angkot? Ini Upaya Pemerintah Kota Bandung
Beberapa lokasi kantong parkir telah tersedia selama pawai kendaraan hias yakni di Bandung Indah Plaza (BIP), Area Belakang BIP, Masjid Al-Ukhuwah. Selain itu ada juga kantong parkir di Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat. Namun, pihaknya terus berupaya menambah kantong-kantong parkir, untuk menghindari kepadatan kendaraan.
“Sekarang kita lagi mengusulkan kantong parkir tambahan. Di antaranya di Sekolah Santa Angela, SD Banjarsari dan sekolah yang ada di sekitaran balai kota. Lalu katedral juga termasuk yang kita usulkan,” ujarnya.
Dengan adanya pawai kendaraan hias HJKB tersebut, pihaknya berharap masyarakat Kota Bandung bisa beraktivitas menggunakan angkutan umum. Terlebih dengan adanya 300 tiket gratis Bandros dan Trans Metro Bandung (TMB). (Rio/R13/HR Online/Editor-Ecep)