Minggu, April 6, 2025
BerandaBerita NasionalFenomena Kotak Kosong di Pilkada 2024, Pilihan Rasional atau Efisiensi Anggaran?

Fenomena Kotak Kosong di Pilkada 2024, Pilihan Rasional atau Efisiensi Anggaran?

harapanrakyat.com,- Dalam Pilkada 2024, munculnya fenomena calon tunggal atau kotak kosong di berbagai kabupaten/kota mengundang perhatian.

Wawan Sobari, seorang pengamat politik dari Universitas Brawijaya Malang, turut berpendapat terkait fenomena tersebut.

Baca Juga: Airin Rachmi Diany vs Andra Soni, Peluang di Pilkada Banten 2024 Masih Dinamis

Menurut Wawan, keputusan partai politik untuk tidak mengajukan calon lawan dalam Pilkada, merupakan pilihan yang rasional dan mempertimbangkan berbagai faktor. Termasuk, popularitas calon dan efisiensi anggaran.

Wawan mengungkapkan, partai politik menghindari persaingan jika calon petahana memiliki basis dukungan yang kuat, seperti di Kota Surabaya dan Trenggalek. Kondisi ini membuat partai berpikir dua kali, untuk mengusung kandidat lain, mengingat risiko kekalahan yang tinggi.

“Contohnya di Surabaya, partai politik menghitung bahwa akan sulit mengalahkan calon dari PDI Perjuangan. Sebab Surabaya merupakan basis kuat partai tersebut,” ujar Wawan, Sabtu (7/9/2024).

Selain itu Wawan mengatakan, anggaran politik menjadi salah satu pertimbangan penting.

Dengan Pilkada 2024 yang berdekatan dengan Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden, partai politik lebih berhati-hati dalam mengalokasikan sumber daya mereka. Risiko kerugian finansial, terutama jika calon tidak memiliki modal yang cukup kuat, menjadi alasan lain munculnya pilihan kotak kosong di Pilkada 2024.

“Tidak hanya kandidat, tetapi partai juga harus mengeluarkan anggaran yang besar. Jika hitung-hitungan tidak menguntungkan, lebih baik memilih opsi tanpa calon,” tambah Wawan.

Baca Juga: Akademisi Unigal Ciamis Sebut jika Masyarakat Pilih Kotak Kosong Sangat Rugi

Munculnya calon tunggal dalam Pilkada 2024 yang mengharuskan adanya pemilihan melawan kotak kosong tercatat di 41 daerah. Rincian, satu provinsi, 35 kabupaten, dan lima kota.

Beberapa wilayah dengan calon tunggal antara lain Provinsi Papua Barat, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Ciamis dan Kota Surabaya. (Feri Kartono/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Longsor TPT Rumah

Longsor TPT Rumah Terekam Kamera Amatir, Warga Singajaya Garut Panik

harapanrakyat.com,- Longsor Tembok Penahan Tebing (TPT) rumah di Garut, Jawa Barat, terekam kamera amatir warga. Meski tidak ada korban jiwa, namun insiden ini membuat...
Kaleng Kue Lebaran

Balita di Garut Kepalanya Tersangkut Dalam Kaleng Kue Lebaran, Petugas Damkar Turun Tangan

harapanrakyat.com,- Seorang balita di Garut, Jawa Barat, kepalanya tersangkut ke dalam kaleng kue lebaran, Sabtu (5/4/2025). Balita tersebut menangis kesakitan sehingga orang tuanya harus...
Obyek Wisata Curug Panganten

Remaja Asal Tasik Berenang di Obyek Wisata Curug Panganten Ciamis Berujung Maut

harapanrakyat.com,- Seorang remaja asal Kabupaten Tasikmalaya berenang di obyek wisata Curug Panganten, Desa Tanjungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, berujung maut. Remaja bernama Rifki...
Tersambar Petir Saat Mandi

Seorang Warga di Tasikmalaya Tersambar Petir Saat Mandi

harapanrakyat.com,- Seorang warga di Kampung Cikajar, Kelurahan Leuwibudah, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, tersambar petir saat sedang mandi di rumahnya, Sabtu (5/4/2025). Beruntung korban...
Perahu Wisata Terbalik

Laka Laut Perahu Wisata Terbalik di Pantai Pangandaran, Polisi Ungkap Kondisi 9 Penumpang

harapanrakyat.com,- Sebuah perahu wisata terbalik di Pantai Barat Pangandaran, Jawa Barat. Perahu yang mengangkut sembilan wisatawan asal Karawang itu terbalik saat melintas di perairan...
Pelaku Curas

Empat Pelaku Curas terhadap Pria Disabilitas di Sumedang Berhasil Ditangkap

harapanrakyat.com,- Empat pelaku curas (pencurian dengan kekerasan) terhadap seorang pria disabilitas berinisial AK (26) di Sumedang, Jawa Barat, berhasil ditangkap jajaran Satreskrim Polres Sumedang. Uniknya,...