harapanrakyat.com,- Pondok Pesantren Yapinur di Kampung Sindang Anom, Desa Limbangan Tengah, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, terbakar, Kamis (29/8/2024).
Api diduga berasal dari korsleting listrik kabel pengeras suara atau Toa. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Penghuni pesantren mulai melihat percikan api dari jendela bangunan di lantai tiga. Api pun kemudian membesar dan membakar bangunan pondok pesantren tersebut.
“Menurut keterangan saksi di lokasi kejadian percikan api pertama kali terlihat pada bagian jendela lantai 3 bangunan pesantren,” kata Ipda Adi Susilo, Kasi Humas Polres Garut.
Baca Juga: Tempat Pangkas Rambut di Garut Kebakaran Bikin Panik Warga, Lokasinya di Pusat Kota
Melihat api membesar, pihak pesantren pun langsung menghubungi Damkar Kabupaten Garut untuk meminta bantuan memadamkan api. Aparat gabungan bersama Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut, yang tiba di lokasi langsung berupaya memadamkan kobaran api.
“Diduga api berasal dari konsleting listrik kabel Toa yang kemudian menyambar kain gorden di jendela. Api dengan cepat merambat dan membakar atap bangunan yang terbuat dari bahan kayu,” jelasnya.
Adi menjelaskan, meski tak ada korban jiwa, namun kerugian material mencapai ratusan juta rupiah. Petugas damkar tengah melakukan pendinginan di lokasi pondok pesantren yang terbakar.
“Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 150 juta. Saat ini kami masih menyelidiki lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran,” katanya.
Warga pun diimbau untuk selalu waspada dan memastikan instalasi listrik di tempat tinggal maupun fasilitas umum dalam kondisi aman. Sehingga peristiwa seperti ini tak terjadi kembali. (Pikpik/R9/HR-Online/Editor-Dadang)