Sabtu, April 5, 2025
BerandaBerita TerbaruHari Juang Polri, Sejarah dan Penetapan Peringatannya

Hari Juang Polri, Sejarah dan Penetapan Peringatannya

Kepolisian Indonesia akan segera memperingati Hari Juang Polri untuk pertama kalinya pada 21 Agustus 2024. Penetapan ini merujuk pada peristiwa penting ketika Polisi Istimewa menyatakan kesetiaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Peristiwa tersebut menjadi sejarah bagi Kepolisian Republik Indonesia dalam konteks perjuangan kemerdekaan. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara resmi telah mengesahkan Keputusan Kapolri Nomor 95/I/2024 tentang Hari Juang Polri. Tidak lupa dengan Keputusan Kapolri Nomor: KEP/1325/VII/2024 tanggal 12 Agustus 204 tentang Tata Upacara Hari Juang Polri.

Baca Juga: Konflik Golongan Tua dan Muda, Peristiwa Penting Jelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Nantinya, peringatan ini akan terlaksana di depan Monumen Perjuangan Polri, Kota Surabaya, Jawa Timur. Adapun maksud dari peringatan ini adalah untuk mengingat kembali sejarah peristiwa Proklamasi Polisi Republik Indonesia.

Hari Juang Polri dan Sejarahnya

Peringatan momen ini akan diadakan setiap satu tahun sekali, tepatnya pada 21 Agustus. Tujuan dari peringatan ini adalah untuk mengingat peristiwa Proklamasi Polisi Republik Indonesia. Dimana peristiwa ini dulunya dilakukan oleh Polisi Istimewa dengan Inspektur Polisi Kelas 1 Mochammad Jasin pada 21 sebagai pemimpin pada 21 Agustus 1945.

Sebagai informasi, Mochammad Jasin juga menjabat sebagai Komandan Polisi di Surabaya. Ialah yang memproklamasikan Pasukan Polisi Republik Indonesia. Ini sebagai upaya awal yang dilakukan selain mengadakan pembersihan dan pelucutan senjata terhadap tentara Jepang.

Peristiwa ini terjadi di Surabaya dan menjadi salah satu momen bersejarah yang tidak banyak orang tahu. Momen penting ini juga menjadi bagian dari rangkaian besar setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya pada 17 Agustus 1945.

Seperti yang kita tahu, Proklamasi Kemerdekaan disiarkan oleh Presiden Soekarno dan Moh. Hatta pada pukul 10.00 pagi. Berita ini baru sampai ke Surabaya pada pukul 12.00 siang.

Namun, pada 18 Agustus 1945, warga Surabaya mulai meragukan keabsahan kabar tersebut. Untuk mengatasinya, Radio Surabaya memutuskan untuk menyiarkan proklamasi kembali dalam bahasa Madura pada malam harinya. Hal ini bertujuan untuk menghindari deteksi Jepang.

Pengibaran Bendera Merah Putih

Peristiwa pengibaran Bendera Merah Putih juga berarti bagi penetapan Hari Juang Polri. Pada 19 Agustus 1945, bendera Merah Putih akhirnya resmi berkibar di markas Kesatuan Polisi Istimewa Surabaya. Tepatnya di SMA Katolik St. Louis 1 oleh Pak Nainggolan.

Pengibaran bendera Kebangsaan ini tentu tidak mudah karena harus melalui perlawanan dari tentara Jepang. Meski begitu, Pak Nainggolan tetap mengibarkan bendera dan melindunginya menggunakan kawat berduri.

Pembacaan Proklamasi Polisi Republik Indonesia

Saat itu, ada sekitar 250 orang anggota Kesatuan Polisi Istimewa yang berkumpul di halaman depan markas Polisi Istimewa. Sekarang, markas tersebut menjadi sekolah Saint Louis, Jalan Polisi Istimewa, Surabaya, Jawa Timur.

Baca Juga: Sejarah Hari Pramuka 14 Agustus, Tokoh Penting hingga Kontribusi Pramuka bagi Indonesia

M. Jasin membacakan teks Proklamasi Polisi yang telah disusun oleh seluruh anggota Polisi Istimewa di bawah kibaran Bendera Merah Putih. Sementara itu, Pasukan Polisi Republik Indonesia terbentuk untuk membangkitkan semangat moral dan patriotik seluruh rakyat. Selain itu juga satuan-satuan bersenjata yang mengalami depresi karena perang panjang.

Di depan pasukannya, Jasin menyatakan bahwa polisi Surabaya telah resmi berstatus sebagai Polisi Republik Indonesia. Setelah pengumuman tersebut, para anggota Polisi Istimewa kemudian melakukan konvoi keliling kota dengan panser dan truk. Tidak lupa mereka meneriakkan “Merdeka!” dan menempel pamflet proklamasi di berbagai tempat.

Sementara itu, pelantikan Kepala Kepolisian sendiri baru terlaksana pada tanggal 29 September 1945. Presiden Soekarno sendiri yang melantik R.S. Soekanto Tjokrodiatmodjo menjadi Kepala Kepolisian Negara (KKN).

Penetapan Peringatan

Pada 22 Januari 2024, Kapolri secara resmi telah menetapkan tanggal 21 Agustus sebagai Hari Juang Polri. Tujuannya adalah untuk menghargai dan menghormati perjuangan polisi. Khususnya dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam sebuah wawancara di Radio Suara Surabaya Ketua Komunitas Begandring Soerabaia, Achmad Zaki Yamani, mengungkapkan pentingnya peringatan momen ini. Yamani juga mengungkapkan kebanggaannya sebagai warga Surabaya atas penetapan peristiwa tersebut.

Menurutnya, peristiwa ini adalah bagian dari rangkaian besar setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Yamani juga peringatan ini dapat memupuk semangat masyarakat Surabaya untuk lebih menghargai perjuangan para pahlawan, terutama pihak kepolisian.

Baca Juga: Sejarah Hari Veteran Nasional dan Peristiwa Gencatan Senjata

Itulah sejarah penetapan Hari Juang Polri sebagai bentuk untuk menghormati perjuangan polisi dalam mempertahankan kemerdekaan.  (R10/HR-Online)

Hari Jadi Desa Jajawar

Mengintip Keseruan Warga Ngubyag Balong Saat Hari Jadi Desa Jajawar Kota Banjar

harapanrakyat.com,- Mengintip keseruan masyarakat saat ngubyag balong atau menangkap ikan bersama-sama di empang dalam merayakan Hari Jadi Desa Jajawar ke-19, di Kecamatan Banjar, Kota...
Ratusan Penumpang Berdesakan Naik Bus di Terminal Ciakar Sumedang

Arus Balik Lebaran, Ratusan Penumpang Berdesakan Naik Bus di Terminal Ciakar Sumedang

harapanrakyat.com,- Lima hari pasca Lebaran, penumpang arus balik di Terminal Tipe A Ciakar Sumedang, Jawa Barat, mengalami lonjakan, Sabtu (5/4/2025). Bahkan, ratusan penumpang tampak...
Obyek Wisata Batu Peti

Obyek Wisata Batu Peti Kota Banjar Mulai Diminati Pengunjung Saat Libur Lebaran

harapanrakyat.com,- Momen libur Lebaran 2025, obyek wisata Batu Peti yang berlokasi di Dusun Muktiasih, Desa Sukamukti, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, mulai banyak...
Kabinet Prabowo

Rumor Najwa Shihab Masuk Kabinet Prabowo, Diduga karena Absen Kritik Pemerintah

Jurnalis Najwa Shihab baru-baru ini menjadi perbincangan. Pasalnya Najwa dirumorkan akan masuk kabinet Prabowo. Dugaan tersebut muncul karena Najwa yang biasanya vokal mengkritik pemerintah,...
Tarian Bagi-bagi THR

Viral Tarian Bagi-bagi THR Mirip Tarian Bangsa Yahudi, Begini Asal Usulnya!

Salah satu tradisi masyarakat muslim di Indonesia yang tak bisa dihilangkan saat momen Idul Fitri yakni bagi-bagi tunjangan hari raya atau THR. Pada Lebaran...
Maxime Bouttier Melamar Luna Maya, Cinta Bersemi di Bawah Bunga Sakura

Maxime Bouttier Melamar Luna Maya, Cinta Bersemi di Bawah Bunga Sakura

Maxime Bouttier melamar Luna Maya belum lama ini. Kabar bahagia datang dari pasangan selebriti ternama Tanah Air. Maxime Bouttier resmi melamar kekasihnya, Luna Maya,...