harapanrakyat.com,- Kasus dugaan intimidasi yang dilakukan pria berinisial AY kepada santri dan ulama Ponpes Fathurrohman Assaefiyah, Desa Binangun, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, berhasil islah, Senin (19/8/2024).
Hal itu setelah dilakukan mediasi yang berlangsung di Mapolres Kota Banjar, antara AY, pengasuh Ponpes, dan perwakilan dari ulama. Turut hadir juga Komandan Kodim 0613/Ciamis.
Sebelumnya, mediasi yang dilakukan di kantor Desa Binangun, tidak menemukan titik terang dan sempat terjadi ketegangan dari massa yang hadir.
Baca Juga: Seorang Pria di Kota Banjar Diduga Intimidasi Santri dan Ulama
Pria berinisial AY menyampaikan, permohonan maaf kepada pihak pondok pesantren Fathurrohman Assaefiyah, atas kejadian pada Jumat (16/8/2024).
Kemudian, dirinya bersedia menjalin hubungan silaturahmi dengan pihak pimpinan pondok pesantren. AY pun berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang serupa.
“Surat pernyataan ini dibuat sebenar-benarnya dengan penuh kesadaran dan apabila saya mengulangi ditindak secara hukum,” ucapnya saat membacakan surat pernyataan, Senin (19/8/2024).
Sementara itu, Kapolres Kota Banjar AKBP Danny Yulianto mengatakan, keberhasilan mediasi tersebut merupakan peran dari semua pihak untuk menciptakan situasi aman dan kondusif.
“Mediasi ini merupakan keberhasilan semua pihak termasuk masyarakat. Kota Banjar ini kota yang kondusif. Kalau ada permasalahan bisa diselesaikan secara diskusi tanpa harus masalahnya menjadi besar,” katanya.
Ia menjelaskan, kedua belah pihak sudah saling memaafkan dan memahami. Baik AY maupun dari pihak pondok pesantren.
“Alhamdulillah dari kedua belah pihak sudah saling memaafkan serta saling memahami atas permasalahan yang terjadi,” pungkasnya.
Kronologi Kasus Dugaan Intimidasi pada Santri dan Ulama di Kota Banjar
Sebelumnya kasus dugaan intimidasi terhadap ulama dan santri di Kota Banjar tersebut terjadi pada Jumat (16/8/2024), sekitar pukul 03.30 WIB. Diduga pelaku merasa kesal dengan aktivitas di pondok pesantren yang menggunakan pengeras suara.
Saat itu, pria berinisial AY, tiba-tiba datang menggunakan sepeda motor menanyakan keberadaan ustadz kepada salah seorang santri.
Baca Juga: Sudarsono-Supriana Dapat SK dari PKB Jadi Bakal Calon di Pilkada Kota Banjar
“Si pelaku datang pakai motor, pertama bertanya ke santri yang bertugas,
nanyain di mana Kyai. Kebetulan Pak Kyai baru pulang berobat, tapi suruh dibangunin,” kata keluarga pimpinan Ponpes Fathurrohman Assaefiyah Yayan Ahmad Jalaludin. (Sandi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)