harapanrakyat.com,- Seorang pria berinisial AY, diduga melakukan intimidasi kepada santri dan ulama di Pondok Pesantren Fathurrohman Assaefiyah, Desa Binangun, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat (16/8/2024), sekitar pukul 03.30 WIB. Diduga pelaku merasa kesal dengan aktivitas di pondok pesantren yang menggunakan pengeras suara.
Saat itu, pria berinisial AY, tiba-tiba datang menggunakan sepeda motor menanyakan keberadaan ustadz kepada salah seorang santri.
Baca Juga: Sudarsono-Supriana Dapat SK dari PKB Jadi Bakal Calon di Pilkada Kota Banjar
Keluarga pimpinan Ponpes Fathurrohman Assaefiyah, Yayan Ahmad Jalaludin mengatakan, saat itu kondisi pimpinan Ponpes sedang beristirahat karena baru pulang berobat jantung.
“Si pelaku datang pakai motor, pertama bertanya ke santri yang bertugas, nanyain di mana Kyai. Kebetulan Pak Kyai baru pulang berobat, tapi suruh dibangunin,” kata Yayan Ahmad Jalaludin, Senin (19/8/2024).
Kronologi Pria di Kota Banjar Diduga Intimdasi Santi dan Ulama
Kemudian, ada yang melihat AY membawa barang seperti sebuah pistol dan datang ke halaman masjid menghampiri santri yang sedang membaca doa.
Setelah itu, pelaku sempat menarik salah seorang santri dan memaksa untuk dipertemukan dengan ustadz pimpinan pesantren.
“Dan kelihatan AY ini membawa barang seperti pistol, entah itu asli atau palsu. Terus datang ke halaman masjid dan memanggil santri yang sedang memimpin doa memaksa harus bertemu dengan pimpinan pesantren,” terangnya.
Ia menjelaskan, pelaku juga sempat bertanya terkait izin pendirian pondok pesantren Fathurrohman Assaefiyah tersebut.
Lebih lanjut, Yayan menambahkan, sempat dilakukan mediasi antara pihak pesantren dengan pria yang diduga melakukan intimidasi terhadap santri dan ulama. Mediasi dilakukan di Kantor Desa Binagung. Saat itu ratusan santri dan massa memenuhi lokasi.
Bahkan sempat terjadi ketegangan saat mediasi lantaran pelaku diduga tidak ada niat untuk meminta maaf. Selain itu, pihak pesantren menganggap, tidak ada rasa penyesalan dari AY atas perbuatannya.
Baca Juga: Perempuan Asal Tasikmalaya Jadi Korban Pencopetan Saat Nonton Pawai Alegoris di Kota Banjar
“Padahal kalau tadi waktu pertama kali kita mediasi kemudian langsung minta maaf dan merasa menyesal Insyaallah tidak akan seperti ini,” pungkasnya. (Sandi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)