Contoh gelombang stasioner dapat ditemukan di kehidupan. Pengaplikasian gelombang stasioner ini sebenarnya cukup umum. Memahami materi fisika ini sangat menarik.
Baca Juga: Ciri Cermin 2 Arah, Identifikasi dengan Langkah Sederhana
Materi satu ini akan para peserta didik pelajari di bangku sekolah. Ternyata materi ini banyak masyarakat aplikasikan di dunia nyata.
Contoh Gelombang Stasioner Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari
Pernah mendengar istilah gelombang stasioner? Secara sederhana, ini adalah perpaduan gelombang yang memiliki frekuensi dan juga amplitudo sama besar.
Akan tetapi, keduanya merapat ke dua arah yang berlawanan. Materi fisika inni memiliki pengertian hingga rumusnya.
Dalam memahami materi ini memang gampang-gampang susah. Nyatanya, banyak peserta didik yang cukup kesulitan di awal saat mulai memahaminya.
Salah satu cara yang paling mudah dalam membantu peserta didik mempelajari materi sains ini adalah dengan mengetahui contoh-contohnya di kehidupan langsung. Sebab, itu akan membuat peserta didik melihat langsung pemanfaatannya.
Pengertian
Mari memahami pengertiannya terlebih dahulu. Gelombang stasioner merupakan hasil dari penggabungan dua jenis gelombang.
Kedua gelonbang tersebut memiliki kecepatan propagasi, amplitudo, hingga frekuensi yang identik. Akan tetapi, keduanya bergerak berlawanan arah.
Ini merupakan hasil perpaduan gelombang datang dan pantul yang memiliki amplitudo serta frekuensi sama. Gelombang ini juga bergetar seiring waktu tetapi amplitudonya tidak akan berpindah melalui ruang.
Di setiap titik dalam ruang, puncaknya akan tetap konstan terhadap waktu. Sementara itu, titik-titik lainnya akan bergetar dalam fase yang sesuai.
Lokasi dari nilai contoh gelombang stasioner adalah perut dan lokasi dengan nilai amplitudo mutlak disebut simpul. Fenomena ini pertama kali Michael Faraday temukan pada tahun 1831.
Contoh pada Gelombang Suara dalam Tabung
Setelah memakai pengertiannya dengan baik sebagai dasar, maka contoh pertama adalah gelompang suara yang ada di dalam tabung. Ini jadi contoh yang muncul di kehidupan.
Pada instrumen musik yang berbentuk seperti pipa organa atau alat musik tiup, gelombang suara di dalamnya akan menciptakan gelombang stasioner ini. Jadi, suara yang ada di dalam tabung termasuk contoh yang sangat mudah dipahami.
Apabila pemain mengubah panjang tabung dan menutup atau membuka lubangnya, maka frekuensi nada akan berubah. Ini jadi contoh penting jika keberadaan gelombang ini mempengaruhi hasil berbagai nada dalam alat musik.
Senar Alat Musik
Tidak hanya pada alat musik tiup dan yang berbentuk tabung, contoh gelombang stasioner juga ada di alat musik senar. Alat musik ini banyak ditemukan di sekitar.
Baca Juga: Perbedaan Besaran Pokok dan Turunan dalam Ilmu Fisika
Contoh alat musik senar yang paling populer adalah piano, gitar, biola dan lain sebagainya. Ketika pengguna memetik atau memukul senar, maka gelombang akan berjalan maju dan mundur.
Pergerakan tersebut akan terjadi di sepanjang senar. Simpul dan perut yang ada pada senar akan menciptakan suara yang akhirnya manusia dengar.
Panjang senar dan tegangan pada bagian ini akan mempengaruhi frekuensi nada yang muncul. Pasti para pemain alat musik senar memahami hal ini dengan sangat baik.
Gelombang pada Tali Pakaian
Bukan hanya pada alat musik, contoh gelombang stasioner selanjutnya juga ada di tali pakaian. Hampir semua orang di Indonesia memiliki tali pakaian ini untuk menjemur baju.
Ternyata, tali ini juga menjadi contoh yang akan membantu peserta didik lebih mudah memahami materi fisika ini. Teli pakaian menbentuk gelmbang stasioner.
Bagian simpul dan perut muncul pada tali pakaian karena adanya pengaruh dari angin dan gravitasi. Akhirnya terbentuklah pola gelombang pada tali yang bergantung.
Gelombang Stasioner pada Gelombang Air
Fenomena gelombang stasioner juga bisa terjadi pada gelombang air di kolam atau tangki. Jika kita mengguncang air di sebuah tangki, gelombang akan merambat ke dinding tangki, dan kemudian dipantulkan kembali.
Ketika gelombang-gelombang ini saling bertemu, mereka dapat berinterferensi dan membentuk gelombang stasioner. Pada permukaan air, simpul adalah titik-titik di mana permukaan air tidak bergerak, sementara perut adalah titik-titik di mana permukaan air mengalami osilasi maksimum.
Fenomena ini sering digunakan dalam percobaan laboratorium untuk menunjukkan prinsip dasar interferensi dan gelombang stasioner. Dengan mengukur jarak antara simpul atau perut, kita bisa menghitung panjang gelombang dan frekuensi dari gelombang yang bergerak.
Itulah berbagai contohnya di kehidupan. Pasti Anda sudah tanpa sadar melihat hasil dari gelombang ini namun belum memahaminya dengan baik.
Apabila ingin memahaminya lebih mudah lagi, maka peserta didik bisa mencoba untuk memainkan alat musik tersebut. Gunakan barang-barang pada contoh secara langsung.
Nantinya, Anda pasti akan lebih memahami materi dengan mudah. Ini akan membantu peserta didik melihat contoh secara langsung agar tidak kebingungan jika hanya dari materi tertulis saja.
Baca Juga: Termodinamika pada Kulkas dan Prinsip Kerjanya
Umumnya di bangku SMA materi fisika juga banyak yang dipraktekan, termasuk materi satu ini. Praktek memang lebih ampuh untuk materi fisika untuk meningkatkan pemahaman yang baik. Terutama contoh gelombang stasioner mudah Anda temukan di kehidupan sehari-hari. (R10/HR-Online)