Titik didih etana perlu dipahami. Etana adalah salah satu senyawa yang ada di Bumi. Sebenarnya, ini merupakan senyawa yang berbentuk gas. Etana juga terkenal dengan nama metil metana, dimetil, metil, atau etil hidrida. Jika mendengar atau membaca nama-nama tersebut, mereka adalah nama lain etana saja.
Baca Juga: Tata Nama Senyawa Kimia Biner, Non Logam hingga Hidrat
Titik Didih Etana yang Sebenarnya
Gas alam adalah sumber energi yang sangat penting. Keberadaan gas ini menjadi sumber energi yang menopang tubuh manusia.
Sebenarnya ada beberapa bentuk senyawa yang termasuk gas alam. Salah satunya adalah etana atau metil metana.
Ada beberapa nama lain dari senyawa ini, namun metil metana dan etana adalah yang paling populer. Seperti senyawa pada umumnya, ini juga memiliki titik didih.
Memahami senyawa ini tentu menjadi hal yang sangat penting. Apalagi ini termasuk senyawa gas alam yang dibutuhkan oleh kehidupan di Bumi.
Pengertian
Sebelum mempelajari lebih lanjut, pahami terlebih dahulu pengertian dari senyawa ini. Etana atau C2H6 adalah jenis senyawa yang tergolong ke dalam gas alam.
Melansir dari Wikipedia, senyawa kimia dengan rumus kimia C2H6 adalah alkana dengan dua karbon. Senyawa ini termasuk hidrokarbon alifatik.
Di dalam temperatur dan tekanan standar, senyawa merupakan gas yang tidak berwarna dan berbau. Jadi, keberadaannya tidak akan bisa terlihat oleh mata manusia.
Perlu alat khusus untuk melihat keberadaan dari senyawa ini di lingkungan. Bahkan, senyawa gas ini juga sama sekali tidak berbau.
Apa Itu Titik Didih?
Kita perlu mempelajari titik didih etana yang merupakan senyawa kimia ini. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan titik didih itu?
Jadi, titik didih adalah suatu kondisi ketika suhu zat cair mendidih serta berubah wujud menjadi gas. Titik ini juga terkenal dengan sebutan titik uap.
Setelah itu, titik didih sama tingginya dengan titik embun. Titik embun adalah suatu kondisi ketika suhu gas berubah wujud menjadi cair.
Etana merupakan senyawa bentuk gas alkana yang paling sederhana setelah metana. Senyawa ini mengandung 2 jenis atom karbon dan 6 atom hidrogen, sehingga rumus kimianya menjadi C2H6.
Suhu Didih Etana
Titik didih etana ini bisa membuat senyawa menjadi cair. Pencairannya dengan tekanan bisa menjadikan senyawa sebagai bahan bakar.
Senyawa ini bersumber dari pirolisis biomassa dan penguraian anaerobik. Hal ini mirip seperti yang terjadi pada senyawa metana.
Baca Juga: Senyawa Turunan Alkana Bersinggungan di Kehidupan Sehari-hari
Kepadatan dari senyawa ini adalah 1,36 kg/m2. Sementara itu, berat molekul atau massa molarnya mencapai 30,07 gram/mol.
Adapun titik didih senyawa berada di -89 derajat Celcius. Terlihat bahwa titiknya berada di suhu yang tergolong sangat rendah.
Ternyata, ada alasan di balik titik didih senyawa ini. Hal itu karena cara menentukan titik ini dalam suatu zat adalah dari jenis dan jumlah gaya antarmolekul yang ada.
Dalam hal ini, etana tidak polar karena simetrinya. Itulah kenapa, satu-satunya jenis gaya antarmolekul yang terjadi adalah gaya tarik Van Der Waals/Dispersi London.
Bahkan, gaya tarik menarik itu terjadi sangat lemah. Sehingga, hal itu memerlukan sedikit energi untuk memecahnya.
Dengan begitu, titik didih metana itu terjadi dalam suhu rendah. Jadi, itulah alasan kenapa titiknya tidak setinggi H2O atau beberapa senyawa lainnya.
Fungsi Senyawa
Senyawa etana ini tentu saja memiliki fungsi untuk makhluk di Bumi. Kegunaan senyawa ini ada di berbagai industri di dunia.
Di dalam industri petrokimia, senyawa ini berfungsi sebagai sebagian kecil dari yang diproduksi di pabrik cairan gas alam saja. Gas ini memiliki fungsi yang cukup penting.
Selain itu, senyawa ini juga berfungsi dalam pembuatan etanol, asetaldehida, serta asam asetat. Hal-hal tersebut digunakan di dalam cat, plastik, perekat, pernis dan lainnya.
Etana berfungsi dalam pembuatan etilen, dari antibeku hingga plastik. Selain itu, fungsinya adalah sebagai penanda volatil paling spesifik untuk penyelidikan peroksidasi lipid.
Jadi, itulah suhu yang menjadi titik didih senyawa ini. Setiap senyawa kimia memiliki titik didih yang berbeda, meski sama-sama berwujud sama.
Baca Juga: Perbedaan Unsur dan Senyawa, Salah Satunya dari Komposisi
Misalnya senyawa gas satu dengan yang lainnya tetap bisa memiliki titik didih yang berbeda. Titik didih metana dengan propana dan gas lainnya berbeda. Hal ini penting untuk dipahami. (R10/HR-Online)