Ilustrasi. Foto: Ist/Net
Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-
Setelah ditolak diberangkatkan kembali ke Taiwan, seorang TKW (Tenaga Kerja Wanita) asal Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang mengidap penyakit HIV, kini menjadi kesulitan mendapat pekerjaan. Setelah ditolak berangkat bekerja ke luar negeri lewat salah satu agen tenaga kerja, kemudian dia pun mendapat penolakan yang sama ketika melamar melalui agen tenaga kerja lainnya.
Hal itu dikatakan Ketua LSM Wisma (Lembaga Penanggulangan HIV/AIDS) Kabupaten Ciamis, Deni Wahyu, kepada HR Online, Jum’at (24/072015). Dia mengatakan, diskiriminasi terhadap penderita HIV/AIDS di Indonesia hingga kini terus terjadi. Meski sosialisasi terus digencarkan agar masyarakat menerima penderita HIV/AIDS, namun belum membuahkan hasil.
“Stigma negatif terhadap penderita HIV/AIDS hingga kini belum berubah. Masyarakat masih mengganggap penderita HIV berbahaya. Padahal, yang berbahaya itu bukan penderitanya, tetapi penyakitnya,” katanya. [Baca juga: Gawat! Seorang TKW Asal Ciamis yang Bekerja di Taiwan Tertular HIV]
Deni menambahkan, setelah TKW asal Ciamis divonis mengidap HIV, kini nasibnya jadi tak menentu. TKW itu kini kesulitan mendapat pekerjaan. “ Setelah divonis menderita HIV, seluruh agen tenaga kerja menolak menampung yang bersangkutan. Kini dia berada di Ciamis tanpa memiliki pekerjaan,” terangnya.
Pemerintah, tegas Deni, harus turun tangan menyelamatkan nasib para penderita HIV/AIDS yang mayoritas kesulitan mendapat pekerjaan. “ Saat ini banyak penderita HIV/AIDS di Indonesia, termasuk di Ciamis, yang tidak memiliki pekerjaan. Karena mereka ditolak apabila melamar bekarja ke berbagai perusahaan,” terangnya.
Jika kondisinya sudah begitu, lanjut Deni, seharusnya pemerintah memberikan bantuan modal usaha kepada penderita HIV/AIDS yang kesulitan mendapat pekerjaan.
“Karena mereka pun sebagai warga negara memiliki hak untuk mendapat pekerjaan yang layak sebagaimana yang diamanatkan dalam UUD 45. Dalam hal ini tentunya pemerintah harus turun tangan,” tegasnya. (Bgj/R2/HR-Online)