harapanrakyat.com –Jawa Barat menjadi salah satu wilayah di Indonesia dengan jumlah penyandang disabilitas terbanyak pada 2024. Jumlahnya mencapai 72.565 orang dari total 22,9 juta orang.
Baca Juga : Berlatih Tata Boga, Penyandang Disabilitas di Kota Banjar: Kami Juga Ingin Mandiri
Staf Khusus Presiden Bidang Sosial, Angkie Yudistia mengatakan, untuk mewujudkan masyarakat inklusif, pemerintah pusat dan daerah terus bersinergi dan berkolaborasi. Apalagi, jumlah penyandang disabilitas yang berjumlah 22,9 juta menjadi tantangan tersendiri.
“Penyandang disabilitas yang berjumlah 22,9 juta, salah satu yang terbesar dan terbanyak populasinya ada di Jawa Barat,” kata Angkie di Gedung Sate, Rabu (4/7/2024).
Berdasarkan data Sistem informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Jawa Barat, per Desember 2022 berjumlah 72.565 jiwa. Jumlah itu terdiri atas laki-laki 42.133 jiwa dan perempuan 30.432 jiwa.
Angkie menambahkan, pemerintah saat ini sedang fokus untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Dengan fokus tersebut, pihaknya sedang menyiapkan talenta-talenta dari penyandang disabilitas, termasuk di Jawa Barat.
“Kami selalu berusaha untuk menjemput bola. Memastikan kelompok-kelompok rentan ini tidak ada lagi mengalami bullying (perundungan) dan karakter mereka itu jauh lebih tangguh,” ujarnya.
Cegah Perundungan Penyandang Disabilitas, Termasuk di Jawa Barat
Lebih lanjut, Angkie menjelaskan, pemerintah saat ini gencar melakukan upaya pencegahan perundungan kepada kaum difabel, termasuk di Jawa Barat. Salah satu upaya itu yakni melalui penguatan karakter.
Baca Juga : Pemkot Bandung Jamin Perlindungan Hak Penyandang Disabilitas
“Salah satu yang kami lakukan adalah peningkatan karakternya. Jadi secara mental bloknya, teman-teman penyandang disabilitas melalui sekolah itu siap dulu. Mereka nyaman dulu dengan dirinya sendiri,” ucapnya.
Selain itu, penyandang disabilitas harus mendapatkan dukungan dari sekolah maupun temannya untuk meningkatkan kepercayaan diri. Sehingga, penyandang disabilitas mendapatkan rasa nyaman dan aman ketika menempuh pendidikan.
“Dari sekolah, support system-nya dari guru dan teman-teman. Mereka itu harus tahu, mereka itu tidak sendirian, mereka bisa bergaul dengan siapa pun. Para penyandang disabilitas ini, termasuk di Jawa Barat, mendapatkan kesempatan apapun salah satunya adalah pendidikan,” ucapnya.
“Supaya ketika anak-anak (penyandang disabilitas) itu lulus dari sekolah, bisa menjadi talenta-talenta sesuai dengan sila dalam Pancasila,” katanya menambahkan. (Reza/R13/HR Online/Editor-Ecep)