harapanrakyat.com,- Hujan deras yang mengguyur Sulawesi Selatan (Sulsel) sejak Kamis (2/5/2024) malam, memicu banjir dan tanah longsor di lima kabupaten. Mencakup kabupaten Luwu, Enrekang, Sidrap, Wajo, dan Sinjai.
Bencana banjir dan tanah longsor Sulsel juga mengakibatkan 14 orang meninggal dunia, ribuan warga mengungsi, dan kerusakan infrastruktur yang signifikan.
Dalam bencana ini, Kabupaten Luwu menjadi daerah terparah, dengan tujuh orang dilaporkan meninggal. Di Sidrap, satu orang meninggal dan enam rumah hanyut terbawa arus banjir. Sementara itu, banjir di Wajo dan Sinjai mengakibatkan ribuan warga mengungsi dan akses jalan terputus.
Mengutip dari laman sulselprov, Minggu (5/5/2024), Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, menyampaikan duka cita mendalam atas kejadian bencana tersebut. Sekaligus, meminta doa bagi para korban.
Baca juga: Bencana Serentak di Sulsel, Alarm Bahaya Degradasi Lingkungan dan Perubahan Iklim
Selain itu, ia juga memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait segera menangani bencana dan membantu warga terdampak.
Bahtiar menyatakan bahwa tim BPBD, Tagana, dan personel lainnya sudah bergerak ke lapangan untuk melakukan penanganan bencana banjir dan tanah longsor di Sulsel.
Pemerintah Provinsi Sulsel menetapkan status tanggap darurat bencana dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan bantuan bagi daerah-daerah terdampak.
Di tempat terpisah, Kapolda Sulsel, Irjen Pol Andi Rian Djajadi, mengatakan langkah-langkah penanganan telah berjalan dan koordinasi antar instansi terus dilakukan. Ia juga menjelaskan bahwa kondisi paling parah terjadi di Sidrap, Luwu, dan Wajo.
Di sisi lain, terkait korban, Kapolda Sulsel mengatakan empat korban masih belum ditemukan. “Kami terus berupaya melakukan pencarian,” ungkapnya.
Bencana banjir dan tanah longsor di Sulsel ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana. Pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk meningkatkan ketahanan terhadap bencana alam di masa depan. (Feri Kartono/R8/HR Online/Editor Jujang)