harapanrakyat.com,- Banjir melanda dua kecamatan di Bandarlampung, Teluk Betung Selatan dan Teluk Betung Barat, pada Jumat (12/4/2024) pagi. Besar kemungkinan, penyebab banjir adalah akibat jebolnya tanggul di Citra Garden dan penutupan aliran sungai kecil oleh pengembang perumahan.
Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana, dalam keterangannya menegaskan, tanggul yang jebol menjadi salah satu faktor utama banjir. “Air meluap ke pemukiman warga akibat tanggul setinggi 20 meter di Citra Garden roboh,” jelasnya, Sabtu (13/4/2024).
Selain itu, Eva Dwiana juga menyinggung penutupan aliran sungai kecil di lokasi tersebut.
“Seharusnya ada sungai kecil di sini, namun sepertinya pengembang telah menutupnya. Kami akan tindak lanjuti dan koordinasikan dengan mereka untuk mengembalikan sungai dengan semestinya,” tegas Eva.
Pemerintah Kota Bandarlampung telah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk segera memperbaiki tanggul yang jebol.
“Saya sudah perintahkan PU untuk memperbaikinya,” kata Eva.
Bantuan beras juga akan segera diberikan kepada warga yang terdampak banjir.
“Saya telah perintahkan camat dan lurah untuk segera mendata warga yang terdampak banjir. Bantuan kepada korban banjir akan segera kami salurkan,” imbuh Walikota Bandarlampung.
Baca Juga: Hari Lebaran, Puluhan Rumah Warga di Garut Kebanjiran
Akibat Banjir Bandarlampung, 789 Rumah Terendam
Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan banjir tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, Sekitar 789 rumah terendam banjir yang tersebar di beberapa wilayah. Seperti Pakuan, Pesawahan Teluk Betung Selatan, Bakung, dan Olok Gading Teluk Betung Barat.
Sementara itu, genangan air di lokasi banjir telah berangsur surut. Hal ini berkat bantuan proses penyedotan air dengan pompa oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandar Lampung.
Meskipun kondisi sudah kondusif, tim satuan tugas masih bersiaga di setiap lokasi kejadian. Tim berusaha mempercepat proses evakuasi dan penanggulangan apabila terjadi banjir susulan.
BNPB menghimbau masyarakat setempat untuk meningkatkan kewaspadaan dan pemerintah daerah untuk mengintensifkan pengawasan pemukiman di kawasan perbukitan.
“Bila terjadi hujan dengan intensitas tinggi lebih dari satu jam, segera evakuasi warga. Segera amankan ke kawasan perbukitan,” pesan Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.
Baca Juga: Banjir di Sumatera Barat Sudah Surut, BNPB Keluarkan Imbauan
Banjir di Bandarlampung menjadi pengingat pentingnya menjaga kelestarian alam dan infrastruktur drainase yang memadai untuk mencegah terjadinya bencana. (Feri Kartono/R7/HR-Online/Editor: Ndu)