harapanrakyat.com – Ketua Komisi D DPRD Kota Bandung, Aries Supriyatna menilai Pemkot Bandung seharusnya bisa melakukan deteksi awal kasus DBD. Terlebih dengan lonjakan kasus DBD di Kota Bandung, Jawa Barat, yang menyentuh angka 2.214 hingga Maret 2024.
Baca Juga : Tekan Kasus DBD, Pemkot Bandung Sebar 300 Kilogram Bubuk Abate
Menurutnya, kasus DBD ini merupakan persoalan lama yang hingga ini belum bisa terantisipasi secara baik dan optimal. Pihaknya pun mempertanyakan sistem penyelenggaraan kesehatan di Kota Bandung.
“Seharusnya pemerintah melakukan deteksi awal, terkait adanya penyebaran DBD di Kota Bandung. Tapi dengan situasi saat ini, muncul pertanyaan terkait bagaimana sistem penyelenggaraan kesehatan dari Pemerintah Kota Bandung,” ungkapnya di Kota Bandung, Minggu (31/3/2024).
Oleh karena itu, DPRD Kota Bandung menyoroti terkait sistem surveilans yang diselenggarakan oleh Pemkot Bandung. Terutama terkait antisipasi dan deteksi awal penyebaran DBD di Kota Bandung.
“Ini harus mendapat perhatian khusus, karena seharusnya tidak terjadi seperti ini,” ujarnya.
Ia menerangkan juga, terdapat temuan sulitnya warga mendapat penanganan medis di rumah sakit. Sebab banyak warga yang terpapar penyakit demam berdarah tersebut. Seharusnya, kata ia, Pemkot Bandung mampu melakukan deteksi awal penyebaran DBD ini.
Baca Juga : Pemkot Bandung Siagakan 41 Rumah Sakit Tangani Demam Berdarah
“Awalnya pihak rumah sakit menangani (pasien DBD) di IGD. Tapi karena kamar rawat inap penuh, mereka (pasien) disuruh mencari rumah sakit yang lain. Ini kan menjadi masalah baru, masyarakat harus mencari -cari rumah sakit lainnya,” katanya.
Pihaknya mendorong Dinas Kesehatan Kota Bandung untuk segera mencari formula dalam menekan kasus penyebaran DBD. Selain itu, juga meminta agar pihak terkait segera membenahi sistem penyelenggaraan kesehatan, khususnya deteksi awal penyebaran kasus DBD ini.
“Penyakit DBD ini sudah ada sejak lama dan terjadi berulang kali. Tapi hingga saat ini, kita belum bisa antisipasi dengan baik. Tidak ada upaya deteksi awal untuk mengantisipasi penyebaran DBD di Kota Bandung,” ucapnya. (Rio/R13/HR Online/Editor-Ecep)