harapanrakyat.com,- Puluhan siswa sekolah dasar di Kota Banjar, Jawa Barat, diduga mengalami keracunan setelah mengkonsumsi jajanan kemasan.
Puluhan siswa yang diduga keracunan jajanan itu terjadi di dua sekolah yang berbeda, yakni di SDN 2 Batulawang, Kecamatan Pataruman dan SDN 1 Bank Jabar Langensari.
Kepala SDN 2 Batulawang, Hasanah membenarkan, bahwa ada beberapa orang siswanya mengalami gejala yang sama, setelah mengkonsumsi jajanan kemasan tersebut.
“Jumlahnya ada delapan orang kemarin. Tapi kalau menurut saya pribadi itu mungkin kalau indikasi keracunan belum termasuk keracunan, tapi gejalanya ada,” kata Hasanah, Kamis (29/2/2024).
Menurutnya, para siswa setelah mengkonsumsi jajanan kemasan tersebut merasa sakit perut.
“Siswa itu mules saja, untuk mual dan muntah tidak ada. Kemarin kronologinya pas ada dari Puskesmas yang ke sini mereka mau ngecek kantin, sebelum ke kantin kata gurunya anak-anak sudah ada yang beli,” terangnya.
Baca juga: Satu Anak di Kota Banjar Meninggal akibat DBD, 2 Dirawat di Rumah Sakit
Ia menjelaskan, gejala pada siswa itu tidak langsung muncul dalam satu hari, akan menyusul setelah yang lainnya.
“Yang delapan orang itu tidak satu hari itu merasakan mulesnya, ada yang kemarin ada yang sekarang. Saat kita tanya per orang ada yang sudah makan juga pada hari itu, tapi tidak merasakan apa-apa dan ada yang mules. Mungkin tergantung kondisi anaknya,” jelasnya.
Lanjut Hasanah, beberapa orang yang merasakan gejala itu di antaranya ada yang dibawa ke Puskesmas untuk pemeriksaan.
“Ada juga satu orang memang kondisinya anak itu punya riwayat penyakit lain, jadi kemarin itu mendapatkan perawatan di Puskesmas. Pada saat sore hari itu sudah pulang dan beraktivitas lagi,” paparnya.
Sementara itu, siswa yang mengalami keracunan itu membeli jajanan kemasan di salah seorang penjual keliling.
“Jajanannya itu ada yang jual pedagang keliling laki-laki satu orang, bukan dari kantin sekolah,” imbuhnya.
Belasan Siswa Alami Gejala Keracunan
Terpisah, Kepala UPTD SDN 1 Bank Jabar Tatang Mugiyana mengatakan, ada sebanyak 12 orang siswanya yang mengkonsumsi jajanan kemasan tersebut.
Tatang menyebutkan, siswa yang sudah mengkonsumsi jajanan itu mengalami muntah dan sakit perut.
“Gejalanya muntah dan buang air besar itu setelah mengkonsumsi makanan ringan yang ada mereknya Daya,” tandas Tatang.
Belasan siswa yang mengkonsumsi jajanan tersebut kini sudah sehat dan kembali beraktivitas. Akan tetapi, ada satu orang yang belum masuk sekolah.
“Alhamdulillah sudah sehat, waktu kejadiannya itu hari Rabu (21/2/2024) lalu, hari Senin pun sudah aktivitas. Karena baru tahu mereka keracunan setelah hari Senin. Gurunya menginformasikan yang di Batulawang, baru anak-anak mengaku bahwa mereka juga habis makan jajanan itu langsung mencret,” pungkasnya. (Sandi/R6/HR-Online/Editor: Muhafid)