Minggu, April 6, 2025
BerandaBerita Jabar10 Tahun Terakhir Usaha Pertanian di Jawa Barat Turun 8,97 Persen, Didominasi...

10 Tahun Terakhir Usaha Pertanian di Jawa Barat Turun 8,97 Persen, Didominasi Unit Ini!

harapanrakyat.com – Selama 10 tahun terakhir yakni periode 2013 hingga 2023, unit usaha pertanian di Jawa Barat terus anjlok. Dalam periode itu, persentase penurunan mencapai 8,97 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik Jawa Barat Marsudijono mengatakan, jumlah unit usaha pertanian tahun 2023 ini mencapai 3.293.682 unit. Sedangkan pada 2013 lalu, kata ia, terdapat 3.618.248 unit usaha.

“Hasil sensus, terjadi penurunan unit usaha tani selama 10 tahun terakhir. Penurunannya kisaran 8,97 persen,” ucap Marsudijono di Kota Bandung, Senin (4/12/2023).

Baca Juga : Lahan Abadi Pertanian Kabupaten Bandung Terus Menyusut

Meski demikian, Marsudijono tidak menjelaskan secara terperinci alasan penurunan unit usaha tani tersebut.

Lebih lanjut Marsudijono menjelaskan, usaha pertanian itu terdapat 3 kategori. Yakni Usaha Pertanian Perorangan (UTP), Usaha Pertanian Berbadan Hukum (UPB), dan Usaha Pertanian Lainnya (UTL).

“Mayoritas jenis usaha pertanian itu UTP, hampir 99,95 persen,” katanya.

Marsudijono menambahkan, meski unit pertanian perorangan mengalami penurunan namun berbeda halnya dengan UPB dan UTL. “Kalau UPP mengalami penurunan, tapi UPB dan UTL malah naik meski tidak berdampak signifikan,” tuturnya.

BPS juga mencatat, menurut sub sektor usaha pertanian di Jawa Barat yang paling banyak adalah tanaman pangan sebesar 67,46 persen atau 2.221.755 unit. Kemudian hortikultura 39,12 persen atau 1.288.356 unit. Selain itu sektor peternakan dengan 32,35 persen atau 1.065.630 unit.

Baca Juga : DPRD Dorong Pemkab Bandung Terapkan Edu-ekowisata Pertanian

Usaha Pertanian Perorangan yang ada di Jawa Barat itu, kata Marsudijono, tersebar di 27 kota dan kabupaten.  Daerah dengan sebaran paling banyak yakni di Kabupaten Sukabumi Sebanyak 358.825 unit atau 10,90 persen.

“Sedangkan sebaran terendah ada di Kota Cirebon dengan hanya ada 1.932 unit atau 0,06 persen. Maklum kemungkinan karena daerah perkotaan,” tuturnya. (Rio/R13/HR Online/Editor-Ecep)

gebrakan 100 hari kerja

Tokoh Masyarakat Tasikmalaya Menanti Gebrakan 100 Hari Kerja Viman-Dicky

harapanrakyat.com,- Tokoh masyarakat menanti gebrakan 100 hari kerja Viman Alfarizi Ramadah-Diky Chandra, Walikota - Wakil Wali Kota Tasikmalaya. Apalagi sejak dilantik sampai saat ini...
Objek wisata di Kota Banjar sepi pengunjung

Aktivis Prihatin Kota Banjar Sepi Wisatawan saat Libur Lebaran, Anggap Pemkot Gagal 

harapanrakyat.com,- Aktivis GMNI Kota Banjar, Jawa Barat, prihatin dengan kondisi sepinya wisatawan yang berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di Banjar saat momen libur lebaran...
Longsor TPT Rumah

Longsor TPT Rumah Terekam Kamera Amatir, Warga Singajaya Garut Panik

harapanrakyat.com,- Longsor Tembok Penahan Tebing (TPT) rumah di Garut, Jawa Barat, terekam kamera amatir warga. Meski tidak ada korban jiwa, namun insiden ini membuat...
Kaleng Kue Lebaran

Balita di Garut Kepalanya Tersangkut Dalam Kaleng Kue Lebaran, Petugas Damkar Turun Tangan

harapanrakyat.com,- Seorang balita di Garut, Jawa Barat, kepalanya tersangkut ke dalam kaleng kue lebaran, Sabtu (5/4/2025). Balita tersebut menangis kesakitan sehingga orang tuanya harus...
Obyek Wisata Curug Panganten

Remaja Asal Tasik Berenang di Obyek Wisata Curug Panganten Ciamis Berujung Maut

harapanrakyat.com,- Seorang remaja asal Kabupaten Tasikmalaya berenang di obyek wisata Curug Panganten, Desa Tanjungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, berujung maut. Remaja bernama Rifki...
Tersambar Petir Saat Mandi

Seorang Warga di Tasikmalaya Tersambar Petir Saat Mandi

harapanrakyat.com,- Seorang warga di Kampung Cikajar, Kelurahan Leuwibudah, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, tersambar petir saat sedang mandi di rumahnya, Sabtu (5/4/2025). Beruntung korban...