harapanrakyat.com – Tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, memicu terjadinya bencana longsor di beberapa lokasi.
BPBD Bandung Barat mencatat, beberapa lokasi bencana hidrometeorologi yang terjadi dalam dua hari ini salah satunya tersebarnya titik longsor.
Beberapa lokasi longsor itu di antaranya terjadi di wilayah Desa Nangerang tepatnya di RW 7 dan 8. Wilayah itu termasuk jalan penghubung Desa Nangerang dengan Desa Karyamukti Kecamatan Cililin.
Baca Juga : Nenek dan Cucu di Cihaurbeuti Ciamis Meninggal Tertimbun Longsor
Selain itu, longsor juga terjadi di Kampung Bonjot, RT 03 RW 11, Desa Buninagara, Kecamatan Sindangkerta, pada Jumat (1/12/2023) pagi. Longsor menutup akses jalan penghubung dan mengancam pemukiman warga.
BPBD Bandung Barat mencatat, ada 2 titik akses jalan desa yang tertutup total di Kampung Bonjot, akibat longsornya tebing di pinggir jalan. Titik pertama jalan desa arah dari Kampung Bonjot menuju Kampung Babakan sepanjang 50 meter.
Petugas BPBD Bandung Barat Rubi Wibiksana mengatakan, sedikitnya 500 keluarga terisolasi lantaran terputusnya jalan penghubung antara Desa Buninagara dan Rancapanggung.
“Kemudian titik longsor lainnya terjadi di jalan penghubung desa di Kampung Tegal Koneng dan Cimungkal, Kabupaten Bandung Barat. Panjang longsor mencapai 30 meter,” kata Rubi, Sabtu (2/12/2023).
Rubi menambahkan, bencana alam longsor juga terjadi di Kampung Cibangoak yang juga menutup akses jalan.
“Kemudian di Kampung Cioyod akses jalan kabupaten putus total dari arah Desa Buninagara ke Desa Rancasenggang. Kemudian juga longsor di Kampung Pasir Buluh yang menimpa sebuah rumah,” ucap Rudi.
Longsor juga terjadi di Jalan Kampung Cibangoak, RT 04 RW 04, Desa Buninagara, Kecamatan Sindangkerta. Longsor yang berasal dari tebing itu, kata Rubi, menutup badan jalan kabupaten dari Sindangkerta ke arah Ciwidey dengan total panjang sekitar 50 meter.
Pembukaan Akses Jalan Tertutup Longsor Jadi Prioritas BPBD Bandung Barat
Akibat banyaknya titik longsor yang menutup akses jalan penghubung, BPBD Bandung Barat menjadikan pembukaan akses jalan sebagai prioritas.
“Ini menjadi kebutuhan mendesak yaitu untuk pembukaan akses jalan dengan menggunakan alat berat. Karena ini tidak bisa kami lakukan secara manual,” kata Rudi.
Masih di Kampung Cibangoak, lanjut Rudi, satu bangunan pabrik tepung kanji tertimpa longsor. Sebagian bangunannya ambruk dan masuk ke aliran sungai.
Baca Juga : Antisipasi Kekeringan dan Longsor, Warga dan Pemdes di Pangandaran Ini Tanam Pohon Picung
Kemudian, titik longsor di ruas Jalan Cibangoak Kabupaten Bandung Barat pun lumpuh total karena tertimbun material longsor setinggi kurang lebih 1,5 meter. Panjang jalan yang lumpuh kira-kira 50 meter.
Berikut beberapa data kejadian bencana alam yang terjadi di Bandung Barat akibat hujan deras pada Kamis (3/11/2023) hingga Jumat (1/12/2023).
Di Kampung Cibolang RT 1 RW 9 Desa Kertawangi Kecamatan Cisarua, 1 rumah warga rusak akibat hujan angin. Demikian halnya juga di Kampung Cempaka RT 1 RW 1 Desa Pakuhaji Kecamatan Ngampah. Di lokasi ini 1 rumah warga mengalami kerusakan akibat hujan angin.
Selain itu, di Kampung Kebon Kalapa RT 1 RW 3 Desa/Kecamatan Cipatat, 1 rumah rusak akibat banjir dari sungai di sekitar pemukiman warga meluap. Lokasi bencana lain terjadi di Kampung Epen RT 4 RW 4 Desa Cimanggu Kecamatan Ngamparah mengakibatkan 1 rumah warga mengalami rusak sedang.
Untuk titik longsor, terjadi di Kampung Nangkod RT4 RW 1 Desa Rancasenggang Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat. Akibatnya 1 rumah mengalami rusak sedang akibat tertimbun material longsor. Bahkan, sebanyak 4 rumah warga lainnya terancam tertimbun.
Selain itu, di Kampung Cibodas RT 3 RW 16 Desa Bojongkoneng Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat, sebuah tebing setinggi 4 meter dan panjang 30 meter, longsor. Akibatnya, sebanyak 8 rumah terancam. Dampak lainnya akibat longsor di lokasi ini yaitu terputusnya jalan desa antara RW 14 dan RW 16. (Eri/R13/HR Online/Editor-Ecep)