Badan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) akan menerapkan aturan baru kartu oranye. Aturan untuk memberlakukan pengusiran sementara terhadap pemain dalam pertandingan sepak bola tersebut sudah mendapat persetujuan.
Keputusan ini sudah mencapai kesepakatan setelah pertemuan tahunan IFAB di London pada Selasa (28/11/2023). Hal itu sebagaimana yang telah dilaporkan oleh Sport Bible, Kamis (30/11/2023).
Dalam peraturan baru ini, pemain yang mendapatkan kartu oranye akan diusir selama 10 menit, sebelum diperbolehkan kembali bermain.
Dalam pernyataannya, IFAB juga menyebut bahwa istilah ‘sin bin’ telah sukses dalam olahraga rugby. Dan aturan ini tampaknya akan diuji coba dalam pertandingan sepak bola.
“Telah mencapai kesepakatan, bahwa akan ada penerapan ‘sin bin’ untuk melibatkan sanksi terhadap pelanggaran tertentu. Ini akan diuji coba pada level pertandingan sepak bola,” demikian yang tertulis di laman Sport Bible.
Keputusan untuk mengenalkan aturan baru kartu oranye ini tidak datang begitu saja. Federasi sepak bola di berbagai negara, telah lama mencari cara untuk mengatasi situasi yang lebih tegas daripada kartu kuning biasa.
Pemain yang mendapat kartu oranye akan keluar lapangan selama 10 menit. Sehingga, tim pelanggar harus bermain dengan 10 pemain dalam waktu tersebut.
Tentunya ini memberikan keuntungan taktis bagi tim lawan, dan memberikan hukuman langsung kepada tim yang melanggar aturan.
Dalam 10 menit itu, tim yang terkena sanksi aturan baru kartu oranye harus menyesuaikan strategi, untuk mengatasi kekurangan jumlah pemain.
Keputusan ini juga memberikan wasit lebih berperan lebih aktif dalam mengelola pertandingan.
Wasit memiliki kewenangan untuk memberikan kartu oranye, jika melihat pelanggaran yang pantas mendapatkan hukuman lebih serius.
Bagaimana Aturan Baru Kartu Oranye Berlaku?
Pemberlakukan aturan baru ini untuk pelanggaran seperti protes berlebihan terhadap wasit, yang dapat mengakibatkan pemain keluar sementara dari lapangan.
Meskipun demikian, dalam rapat IFAB juga disoroti, bahwa kapten tim dapat mendekati wasit dalam situasi penting, sebagai bentuk dialog yang diizinkan.
Penerapan kartu oranye sebagai langkah untuk mengatasi pemborosan waktu. Wasit berhak memberikan sanksi kepada pemain, yang dengan sengaja mengulur-ulur waktu.
Rencananya, aturan baru kartu oranye akan mulai digunakan di Premier League musim depan. Hal tersebut setelah kesepakatan antara IFAB dan Premier League telah tercapai.
Namun, kebijakan ini juga menuai pro dan kontra. Sebagian menyambut positif, menganggapnya sebagai langkah maju untuk meningkatkan keadilan dalam sepak bola.
Sementara, beberapa skeptis menilai, bahwa aturan baru kartu oranye dapat memicu kontroversi. Terutama dalam interpretasi subjektif aturan oleh wasit. (Revi/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)