Sabtu, April 5, 2025
BerandaBerita TerbaruBeredar Uang Stempel Prabowo Satrio Piningit, Inilah Sejarah di Balik Ramalan Satrio...

Beredar Uang Stempel Prabowo Satrio Piningit, Inilah Sejarah di Balik Ramalan Satrio Piningit

Fakta sejarah di balik ramalan Satrio Piningit sangat penting untuk diketahui. Hal ini setelah kemunculan uang Rp. 20.000 dengan stempel Prabowo Satrio Piningit.

TKN (Tim Kampanye Nasional) koalisi Prabowo-Gibran menilai beredarnya uang tersebut bukan bagian dari strategi kampanye yang mereka lakukan. Sebaliknya kehadiran uang berstempel Prabowo Satrio Piningit tersebut justru merugikan Prabowo-Gibran.

Istilah Satrio Piningit memang bukanlah hal yang baru dalam sejarah Indonesia. Banyak yang menggap sosok yang muncul dalam ramalan Jayabaya ini merupakan sosok yang akan membawa Indonesia pada kemakmuran.

Banyak yang menilai bahwa ramalan ini hanyalah sekedar legenda saja. Namun meskipun hanya sebuah sekedar cerita legenda, banyak pihak yang seringkali menyematkan gelar Satrio Piningit ini pada beberapa tokoh besar di Indonesia.

Melalui berbagai sumber yang telah dirangkum, inilah beberapa fakta sejarah di balik ramalan tentang Satrio Piningit yang jarang orang ketahui.

Sejarah Satrio Piningit dan Ramalan Jayabaya

Satrio Piningit atau yang terkenal dengan dengan sebutan Ratu Adil merupakan sosok yang ada dalam ramalan Prabu Jayabaya. Konon Satrio Piningit ini merupakan sosok yang akan membawa kemakmuran dan membebaskan Indonesia dari penjajahan.

Prabu Jayabaya yang merupakan Raja Kediri ini memang dikenal dan diyakini banyak pihak sebagai sosok sakti yang ramalannya dapat dipercaya. Namun, sebenarnya terdapat fakta-fakta menarik untuk diulas mengenai alasan munculnya istilah Satrio Piningit.

Muh. Fatkhan dalam “Sosok Ratu Adil dalam Ramalan Jayabaya” (2019), kepercayaan akan datangnya Ratu Adil atau Satrio Piningit biasanya merupakan bentuk penentangan saat sekelompok orang mengalami diskriminasi, penindasan maupun keterhimpitan sosial-budaya maupun politik yang luar biasa.

Sejak lama banyak yang meyakini terdapat beberapa tokoh merupakan sosok Satrio Piningit. Tokoh tersebut seperti Pangeran Diponegoro, HOS. Cokroaminoto, hingga Ir. Sukarno.

Beberapa tokoh ini juga merupakan tokoh-tokoh yang berpengaruh di zamannya. Sehingga sangat mudah orang percaya bahwa inilah sosok Satrio Piningit yang ada dalam ramalan.

Misalnya seperti sosok Pangeran Diponegoro yang mengobarkan Perang Jawa dan hampir membuat Belanda bangkrut. Kemudian HOS. Cokroaminoto dengan Sarekat Islam yang menjadi salah satu gerakan dengan pengaruh yang luar biasa pada zamannya.

Tak hanya itu, Ir. Sukarno juga pernah mendapat julukan sebagai Satrio Piningit, karena mengobarkan perjuangan kemerdekaan.

Sosok Gusdur dan Megawati juga yang sering dikaitkan dengan Ratu Adil atau Satrio Piningit. Agaknya pola sejarah ini merupakan hal yang tak aneh lagi dalam masyarakat di Indonesia.

Keyakinan bahwa seseorang tersebut akan membawa pada perdamaian melekat kuat bagi mereka yang meyakini sosok dari Satrio Piningit.

Baca Juga: Sejarah Kretek di Indonesia dan Kisah Haji Djamhari Racik Obat Sesak Napas

Ramalan Jayabaya

Mengutip “Zaman Kalasurasa: Berakhirnya Zaman Bencana dan Mulainya Golden Era Nusantara Menurut Ramalan Jayabaya” (2015), sampai saat ini sebenarnya belum ditemukan adanya kitab asli dari Prabu Jayabaya tentang ramalan-ramalan tersebut.

Namun, sejumlah kalangan meyakini ramalan yang ditulis oleh para pujangga Jawa pada abad ke-18 dan 19 bersumber dari Prabu Jayabaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Kitab yang membahas mengenai ramalan Jayabaya memang cukup banyak. Salah satu kitab yang membahas terkait ramalan itu adalah Kitab Musarar. Penulisnya adalah Sunan Giri Parapen pada abad ke-16. Seorang pujangga istana Surakarta pada abad ke-18 kemudian menyalin kitab tersebut.

Meskipun Sunan Giri Parapen yang mengarang kitab ini, tetapi faktanya tidak pernah ada kitab utama yang menjadi rujukannya. Justru yang seringkali ditemukan adalah naskah-naskah turunannya.

Salah satu naskah Kitab Musarar yang masih ada hingga hari ini adalah hasil karya dari pujangga Keraton Surakarta .

Kitab yang muncul di Keraton Surakarta ini tidak sama persis dengan yang ada pada Kitab Musarar. Ciri tersebut terdapat pada kisah yang sudah mendapatkan tambahan dan perubahan dari pujangga yang menulis ulang kitab tersebut.

Di dalam ramalan Jayabaya ini sendiri sebenarnya tidak hanya membahas terkait munculnya Satrio Piningit yang akan memberikan kesejahteraan. Di dalam ramalan ini juga terdapat prediksi mengenai perjalanan nusantara ke depannya.

Tak hanya itu, di dalam kitab ini juga menjelaskan berbagai bencana, wabah penyakit, perubahan iklim hingga geografis.

Ramalan ini sendiri masih menjadi rujukan orang Jawa dalam memprediksi masa depan terutama terhadap peristiwa-peristiwa kontemporer yang sedang terjadi.

Baca Juga: Sejarah Politik Dinasti, dari Zaman Belanda hingga Era Reformasi

Mengandung Mitos yang Kental

Ramalan Jayabaya memang salah satu karya yang cukup fenomenal dalam kajian sejarah dan perkembangan sastra di Indonesia. Namun di sisi yang lain, ramalan-ramalan ini seringkali menjadi bumerang yang memberikan dampak buruk.

Dipa Nugraha dan Suyitno dalam “Kritik dan Penelitian Sastra: Edisi Kedua” (2023), takhayul dari ramalan Jayabaya ini pernah dimanfaatkan oleh Jepang. Sebelum masuk ke Jawa, Jepang menyebarkan pamflet propaganda berisi tentang dekatnya realisasi ramalan Jayabaya.

Ramalan Jayabaya menjelaskan kedatangan orang-orang kulit kuning dari utara yang akan membebaskan Indonesia dari penjajahan. Jepang kemudian mengaitkannya dengan kedatangan mereka ke tanah Hindia Belanda saat itu.

Selain itu, Kapten Westerling juga pernah menggunakan konsep Ratu Adil atau Satrio Piningit dalam ramalan Jayabaya selama masa revolusi Indonesia.

Westerling menggunakan nama Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) untuk menarik simpati masyarakat yang tidak puas dengan pemerintahan Indonesia waktu itu.

Westerling juga meyakini bahwa sosok Ratu Adil atau Satrio Piningit dalam ramalan itu adalah ia sendiri. Gambaran sosok Ratu Adil dalam ramalan itu sendiri merupakan seseorang yang memiliki darah Turki. Westerling yang memiliki garis keturunan Turki meyakini bahwa ialah sosok tersebut.

Westerling yakin bahwa ia akan mampu membawa perdamaian dan membebaskan rakyat Indonesia dari tirani yang berkuasa.

Meskipun terdengar seperti mitos belaka, faktanya banyak rakyat yang bergabung bersama APRA untuk menentang tirani pemerintah Indonesia. (Azi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Tersambar Petir Saat Mandi

Seorang Warga di Tasikmalaya Tersambar Petir Saat Mandi

harapanrakyat.com,- Seorang warga di Kampung Cikajar, Kelurahan Leuwibudah, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, tersambar petir saat sedang mandi di rumahnya, Sabtu (5/4/2025). Beruntung korban...
Perahu Wisata Terbalik

Laka Laut Perahu Wisata Terbalik di Pantai Pangandaran, Polisi Ungkap Kondisi 9 Penumpang

harapanrakyat.com,- Sebuah perahu wisata terbalik di Pantai Barat Pangandaran, Jawa Barat. Perahu yang mengangkut sembilan wisatawan asal Karawang itu terbalik saat melintas di perairan...
Pelaku Curas

Empat Pelaku Curas terhadap Pria Disabilitas di Sumedang Berhasil Ditangkap

harapanrakyat.com,- Empat pelaku curas (pencurian dengan kekerasan) terhadap seorang pria disabilitas berinisial AK (26) di Sumedang, Jawa Barat, berhasil ditangkap jajaran Satreskrim Polres Sumedang. Uniknya,...
Hari Jadi Desa Jajawar

Mengintip Keseruan Warga Ngubyag Balong Saat Hari Jadi Desa Jajawar Kota Banjar

harapanrakyat.com,- Mengintip keseruan masyarakat saat ngubyag balong atau menangkap ikan bersama-sama di empang dalam merayakan Hari Jadi Desa Jajawar ke-19, di Kecamatan Banjar, Kota...
Ratusan Penumpang Berdesakan Naik Bus di Terminal Ciakar Sumedang

Arus Balik Lebaran, Ratusan Penumpang Berdesakan Naik Bus di Terminal Ciakar Sumedang

harapanrakyat.com,- Lima hari pasca Lebaran, penumpang arus balik di Terminal Tipe A Ciakar Sumedang, Jawa Barat, mengalami lonjakan, Sabtu (5/4/2025). Bahkan, ratusan penumpang tampak...
Obyek Wisata Batu Peti

Obyek Wisata Batu Peti Kota Banjar Mulai Diminati Pengunjung Saat Libur Lebaran

harapanrakyat.com,- Momen libur Lebaran 2025, obyek wisata Batu Peti yang berlokasi di Dusun Muktiasih, Desa Sukamukti, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, mulai banyak...