Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Banjar, ternyata sudah sejak jauh-jauh hari berupaya mendampingi IL (15), gadis belia (pelajar) asal Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat.
“Sejak pihak keluarga melaporkan De (37), pekerja serabutan (kernet) asal Lakbok kepada kepolisian dengan tuduhan pencabulan, kami sudah datang ke rumah korban untuk melihat kondisinya, dan kami siap mendampinginya,” kata relawan P2TP2A Kota Banjar, Hermadi, saat dihubungi telepon selulernya, Sabtu (02/05/2015).
Menurut Hermadi, saat ini korban IL kondisi kesehatannya baik. Hanya saja, IL kini tinggal sendiri di rumah, karena orangtuanya bekerja di luar kota. Melihat kondisi rumah, sebenarnya IL dan keluarganya butuh pertolongan.
“Korban perlu mendapat pendampingan lebih intens lagi, apalagi kami mendengar ternyata IL mendapat perlakuan kurang baik sejak kelas 5 SD,” katanya.
Selain karena masih di bawah umur, Hermadi mengungkapkan, IL juga masih seorang pelajar SMP kelas 1. Dia khawatir, di usia itu kondisi psikis akan terganggu kedepannya, jadi perlu pendampingan lebih intens, untuk memberikan motivasi menghadapi kehidupan.
“Minggu depan, kami akan kembali mengunjungi rumah korban pencabulan ini dan menemui kedua orang tuanya. Termasuk akan menuju ke tempat sekolah korban,” tandasnya. (Nanks/R4/HR-Online)