harapanrakyat.com,- Kebakaran hutan dan lahan merupakan masalah serius yang terus menerus mengancam Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, mengungkapkan, pemerintah pusat dan daerah saat ini tengah mengupayakan penanganan.
“Penanganan yang lebih optimal, terhadap kebakaran hutan dan lahan. Salah satu langkah yang ditekankan adalah menggunakan operasi darat sebagai prioritas. Dibandingkan, dengan operasi udara yang terbatas,” ujar Mahfud, Senin (9/10/2023) seperti dikutip dari suara.com.
Baca juga: Kementerian LH Sebut, Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan Mencapai 6.659 Hot Spot
Menurut Mahfud, operasi udara memiliki keterbatasan yang signifikan. Oleh karena itu, operasi darat menjadi pilihan yang lebih efektif. Operasi darat mencakup berbagai upaya untuk memadamkan api dan mengendalikan kebakaran. Seperti, pemadaman api secara langsung, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran ilegal, dan penggunaan teknologi modern.
Namun, operasi via udara tetap dilakukan dalam rangka penanganan kebakaran hutan dan lahan. Salah satu teknik yang digunakan adalah Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). TMC merupakan salah satu cara untuk mengurangi dampak kebakaran dengan mengatur cuaca untuk menciptakan hujan buatan atau menghindari kondisi cuaca yang mendukung penyebaran api.
Peningkatan Hotspot Kebakaran Hutan dan Lahan
Menteri Mahfud juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2023, terjadi peningkatan hotspot dan kebakaran hutan yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. “Meskipun demikian, perbandingan dengan kebakaran besar akibat El Nino pada tahun 2019 menunjukkan bahwa situasi saat ini masih lebih terkendali,” ungkapnya.
Pemerintah juga memastikan bahwa tidak ada kiriman asap ke negara tetangga akibat kebakaran hutan di dalam negeri. Langkah-langkah siaga darurat Karhutla terus dilaksanakan oleh pusat, provinsi, dan kabupaten, dengan patroli terpadu oleh Polri, dinas terkait, LSM, dan swasta untuk memantau kawasan-kawasan yang rawan.
Dengan meningkatnya upaya penanganan dan perhatian terhadap kebakaran hutan dan lahan. Diharapkan Indonesia dapat mengurangi risiko dan dampak negatif dari bencana ini. Semua pihak perlu bekerja sama untuk menjaga kelestarian hutan dan lahan. Serta mencegah terjadinya kebakaran yang merusak lingkungan dan kesehatan masyarakat. (R8/HR Online/Editor Jujang)