harapanrakyat.com,- Pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, yang mengajak masyarakat untuk tidak memilih pemimpin hanya berdasarkan penampilan dan ucapannya yang manis, telah menuai pro dan kontra.
Terkait itu, Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid, bersiap untuk mengambil langkah-langkah disiplin terhadapnya. Mengingat Yaqut adalah kader PKB yang dinakhodai Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.
PKB merespons pernyataan ini dengan menyiapkan langkah-langkah disiplin terhadap Menag. Mereka menganggap pernyataan Menag Yaqut sebagai provokasi dan menyamakannya dengan buzzer.
Baca juga: Menag Yaqut Sebut, Pilpres 2024 Harus Bebas dari Politisasi Agama, Sindir Anies?
Namun, ada pihak yang berpendapat bahwa respons PKB terlalu berlebihan. Wakil Sekjen Pimpinan Pusat GP Ansor, Wibowo Prasetyo, menyatakan Yaqut tidak secara eksplisit menyebut nama siapa pun dalam pernyataannya.
Menurutnya, pernyataan Yaqut sebenarnya merupakan upaya pendidikan politik bagi masyarakat. Respons PKB yang terlalu arogan dan reaktif, menurut Prasetyo, tidak sesuai dengan tujuan sebenarnya dari pernyataan tersebut.
Sementara itu, Kadensus 99 PP GP Ansor, Nuruzzaman, menyebut Jazilul Fawaid dan Cak Imin sebagai “politisi baperan”. Mengingat, respons mereka yang terlalu berlebihan terhadap pernyataan Menag Yaqut Cholil Qoumas.
Nuruzzaman menyarankan agar mereka lebih mendukung pernyataan Yaqut Cholil Qoumas sebagai seorang pejabat publik daripada memojokkannya. Dalam pandangannya, sebagai politisi, tugas mereka adalah menciptakan harmoni, bukan mengeluarkan pernyataan yang tidak perlu.
Kontroversi yang dihasilkan oleh pernyataan Menag Yaqut Cholil Qoumas telah membagi pendapat di kalangan politisi. Sementara PKB bersiap untuk mengambil langkah-langkah disiplin terhadapnya, ada suara-suara yang berpendapat bahwa respons tersebut terlalu berlebihan. (R8/HR Online/Editor Jujang)