Cerita mistis Leuweung Sancang, yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat menjadi daya tarik tersendiri di kalangan wisatawan. Salah satu cerita yang paling menarik adalah keberadaan harimau putih atau macan putih, yang konon menjadi penghuni hutan ini.
Dengan luas mencapai 2.175 hektar, hutan Sancang dulunya adalah salah satu hutan lindung yang kaya akan flora dan fauna. Namun, hutan ini mengalami kerusakan yang signifikan akibat ekspansi besar-besaran, yang juga berdampak pada masyarakat sekitarnya.
Kelangkaan air bersih, udara panas, dan angin kencang melanda pemukiman warga sebagai akibat dari perubahan lingkungan yang drastis ini.
Baca Juga: Misterius, Dermaga Kuno di Pantai Santolo Garut Ini Konon Dihuni Sosok Wanita Astral
Penuh Misteri, Simak Cerita Mistis Leuweung Sancang Garut
Menurut seorang pakar sejarah dan arkeologi terkemuka, Drs. Warjita, Prabu Siliwangi atau Raja Padjajaran adalah sosok yang selalu muncul dalam catatan sejarah Tatar Sunda.
Melansir Suara.com pada Jumat (1/9) lalu, Warjita yang pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Kebudayaan di Disparbud Kabupaten Garut, menambahkan pemahaman tentang sejarah Hutan Sancang.
“Kawasan hutan Sancang menjadi tempat Prabu Siliwangi menjalani tapa brata untuk mendalami kekuatan spiritualnya. Ada pula keyakinan kuat bahwa di dalam hutan ini, Prabu Siliwangi menjalankan ‘moksa,’ yaitu upaya mendekatkan diri kepada Sang Maha Kuasa,” ujarnya.
Kisah Macan Putih yang Melegenda
Cerita mistis Leuweung Sancang Garut tak lepas dari kisah macan putih yang melegenda. Banyak orang yang percaya bahwa harimau-harimau di sini bukanlah hewan biasa.
Konon, mereka adalah jelmaan dari Prabu Siliwangi dan anak buahnya yang menghilang. Legenda mengatakan bahwa mereka berubah wujud menjadi harimau karena tak mau masuk Islam dan dikhitan.
Menurut cerita, harimau-harimau ini memiliki kemampuan untuk berubah kembali menjadi manusia. Mereka sering berkeliaran di sekitar Leuweung Sancang Garut dan bahkan ada yang disebut memperistri manusia biasa.
Salah satu ciri khas yang membedakan mereka dari manusia biasa adalah tidak adanya ruruncang (lekukan di bawah hidung). Konon, untuk melindungi diri dari gangguan harimau, pengunjung hutan harus membawa kayu kaboa sebagai jimat pelindung.
Selain misteri macan putih, hutan Sancang juga memiliki tempat-tempat keramat. Mulai dari Gua Prabu Siliwangi, Cikantoran, hingga Cikajayaan, masih banyak destinasi tempat ziarah oleh masyarakat setempat.
Baca Juga: Misteri Piramida Gunung Sadahurip Garut dan Jejak Atlantis yang Hilang
Cagar Alam dengan Kekayaan Flora dan Fauna
Leuweung Sancang Garut memang menjadi kawasan yang unik, dengan beragam flora dan fauna yang langka.
Dulu, hutan ini merupakan rumah bagi merak, julang, banteng, harimau Jawa, dan kancil. Di dalamnya juga tumbuh pohon-pohon seperti reunghas dan kaboa. Masyarakat Garut meyakini pohon tersebut hanya dapat tumbuh di hutan ini.
Untuk masuk ke kawasan hutan Sancang saat ini, pengunjung harus membayar tiket masuk seharga Rp 5 ribu. Mereka juga dapat menggunakan jasa pengemudi ojek yang banyak menawarkan layanan antar masuk ke dalam hutan Sancang.
Hutan ini kini mulai pulih dengan semakin rimbunnya pohon-pohon besar dan munculnya kembali flora dan fauna yang pernah hilang. Kekayaan alam dan cerita mistis Leuweung Sancang Garut masih menjadi daya tarik, mengundang para penjelajah yang ingin menggali lebih dalam tentang legenda ini. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)