Jumat, April 4, 2025
BerandaBerita TasikmalayaWanita Asal Tasikmalaya Hampir Setahun Jadi Korban TPPO di Malaysia

Wanita Asal Tasikmalaya Hampir Setahun Jadi Korban TPPO di Malaysia

harapanrakyat.com,- Lusi (27), warga asal Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Malaysia.

Awal mulanya, korban mendapatkan tawaran pekerjaan di Malaysia sebagai cleaning service oleh pelaku yang ia kenal melalui temannya.

Namun setelah berangkat, korban justru mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan. Selain itu, Lusi juga disekap serta tidak mendapatkan upah dari hasil kerjanya tersebut. 

Baca Juga: Fakta Baru Kasus TPPO di Kota Banjar, Tersangka KM Terima Tamu Pria Hidung Belang

Beruntung, Polres Tasikmalaya bersama Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berhasil memulangkannya dari Malaysia ke kampung halamannya.

Isak tangis haru mengiringi prosesi pemulangan korban saat bertemu dengan anaknya dan keluarga, di Mako Polres Tasikmalaya, Selasa (22/8/2023). 

Polres Tasikmalaya Benarkan Lusi Jadi Korban TPPO di Malaysia

Kapolres Tasikmalaya, AKBP Suhardi Hery Haryanto, membenarkan bahwa Lusi merupakan korban Tindak Pidana Perdagangan Orang. Ia juga bersyukur, korban bisa kembali ke keluarganya.

AKBP Suhardi mengungkapkan, bahwa Lusi memang bekerja di Malaysia, namun tidak mendapat upah sesuai apa yang korban harapkan.

“Yang bersangkutan kita bawa dari Malaysia. Korban tinggal di Malaysia kurang lebih setahun, dan tidak mendapatkan upah,” ungkapnya, Selasa (22/8/2023).

Baca Juga: Sah, Tersangka TPPO Langsungkan Ijab Kabul di Polres Ciamis 

Saat pemulangan Lusi yang menjadi korban TPPO, pihaknya mendapat bantuan dari Mabes Polri, termasuk kedutaan besar dari Indonesia yang ada di Malaysia.

“Selain itu juga bantuan dari Pemkab Tasikmalaya, sehingga korban bisa kembali ke Indonesia (Tasikmalaya),” ujarnya.

Bersembunyi di Kebun Durian

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya, AKP Ari Rinaldo mengatakan, pasca kabur dari penyekapan, Lusi bersembunyi di kebun.

“Jadi untuk bertahan hidup, sambil bersembunyi, korban TPPO di Malaysia ini bekerja di warung-warung kebun durian itu,” katanya.

Lanjut Ari menambahkan, setelah menerima menerima laporan dari pihak keluarga korban, Polres Tasikmalaya segera berkoordinasi dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Jawa Barat.

“Awalnya, kami berkoordinasi dengan PPA Polda Jawa Barat, untuk bisa bersurat kepada Kementerian Luar Negeri. Karena memang ada jalur yang harus kami tempuh untuk memulangkan korban,” terangnya.

Setelah itu, sambungnya, dari Kementerian Luar Negeri mengusahakan ke Duta Besar (Dubes) Malaysia.

Ia mengatakan, bahwa Polres Tasikmalaya sudah menempuh semua proses tersebut selama kurang lebih 1 bulan, semenjak keluarganya melapor.

“Hingga akhirnya korban bisa kita ambil dari tempat persembunyiannya,” ucapnya.

Baca Juga: Walikota Banjar Geram Ada Kasus TPPO Anak di Bawah Umur, Satpol PP Diminta Bertindak

Sementara saat proses penjemputan, wanita asal Tasikmalaya yang jadi korban TPPO di Malaysia ini sempat merasa ketakutan. Hal tersebut, mengingat dokumen yang ia miliki tidak lengkap.

“Korban sempat merasa takut waktu diarahkan supaya datang sendiri ke Dubes Indonesia di Malaysia. Karena mungkin takut ada razia di jalan, sehingga memerlukan surat dari kami,” ujarnya. 

Kini korban bisa dijemput untuk dibawa ke rumah aman di Dubes Indonesia yang berada di Malaysia.

“Dari sana, baru prosesnya dipulangkan ke Indonesia. Dan segera kami jemput di bandara pada Senin (21/8/2023) kemarin,” pungkasnya. (Apip/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Naik Sepeda

Pemudik Asal Kuningan Pilih Naik Sepeda ke Bandung saat Arus Balik Lebaran

harapanrakyat.com,- Di tengah lonjakan kendaraan yang menghiasi arus mudik lebaran, Nurdin Yusuf (31), seorang pria asal Kuningan Jawa Barat, memilih jalur yang berbeda. Ia...
Aset Pemkab

Warga Bersihkan Aset Pemkab Ciamis yang Terlantar di Cipaku, Begini Respons BPKD

harapanrakyat.com,- Pemkab Ciamis melalui BPKD mengapresiasi inisiatif warga yang membersihkan aset pemerintah di Desa Bangbayang, Kecamatan Cipaku. Apalagi sebelumnya lokasi tersebut banyak rumput liarnya.  Kabid...
Kisah Polisi Jujur di Garut, Kembalikan Dompet Berisi Uang Rp 5 Juta Milik Pemudik

Kisah Polisi Jujur di Garut, Kembalikan Dompet Berisi Uang Rp 5 Juta Milik Pemudik

harapanrakyat.com,- Sikap jujur Ipda Hadiansyah, salah seorang perwira polisi dari Polres Garut, Jawa Barat, patut diapresiasi. Pasalnya, Hadiansyah mengembalikan uang pemudik yang hilang di...
Atap Ruang Kelas MI di Sukanagara Ciamis Ambruk Usai Hujan Deras

Atap Ruang Kelas MI di Sukanagara Ciamis Ambruk Usai Hujan Deras

harapanrakyat.com,- Atap ruang kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Desa Sukanagara, Kecamatan Jatinagara, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, ambruk pada Kamis (3/4/2025) sekitar  pukul 17.45 WIB....
Banjir Lumpur Terjang Pemukiman Warga di Sumedang

Banjir Lumpur Terjang Pemukiman Warga di Sumedang, 22 Rumah Terdampak

harapanrakyat.com,- Hujan deras yang mengguyur wilayah Sumedang, Jawa Barat, pada Kamis (3/4/2025) petang kemarin, memicu terjadinya banjir lumpur. Bencana alam tersebut melanda pemukiman warga...
Tim SAR Temukan Wisatawan Asal Garut Terseret Arus di Pantai Pangandaran

Tim SAR Temukan Wisatawan Asal Garut Terseret Arus di Pantai Pangandaran, Ini Kondisinya

harapanrakyat.com,- Tim SAR akhirnya menemukan wisatawan asal Kabupaten Garut yang hilang terseret arus Pantai Pangandaran, Jawa Barat, Jumat (4/4/2025). Setelah dilakukan pencarian dalam kurun...