harapanrakyat.com,- Cula Gaang merupakan salah satu nama jalan kampung di Kota Banjar, Jawa Barat. Nama jalan Cula Gaang itu terletak di wilayah Desa Cibeureum, Kecamatan Banjar, tepatnya Dusun Cipantaran.
Bukan tanpa alasan, rupanya Cula Gaang memiliki sejarah dan berkontribusi pada kemajuan pertanian di desa tersebut. Hingga akhirnya diabadikan menjadi nama jalan kampung oleh warga setempat.
Kepala Desa Cibeureum Yayan Sukirlan mengatakan, menurut riwayat orang tua zaman dulu, Cula Gaang merupakan salah seorang tokoh yang berperan dalam bidang pertanian.
Cula Gaang pada zamannya sekitar abad ke-14 pernah membuat terowongan bawah tanah untuk saluran irigasi pertanian.
Dalam proses pembuatan terowongan tersebut, Cula Gaang dibantu oleh anak buahnya Eyang Sitaguna.
Terowongan saluran irigasi itu mengaliri area persawahan yang sekarang ada di wilayah Desa Cibeureum dan sekitarnya.
Baca Juga: Misteri Petilasan Eyang Sitaguna Kota Banjar, Sosok Penjaga Lembur Saudara Ki Banteng Loreng
Cula Gaang Jadi Nama Jalan Kampung di Cibeureum Kota Banjar
Konon pada saat Cula Gaang membuat terowongan bawah tanah untuk saluran irigasi pertanian, namun terhalang oleh batu cadas sehingga tidak bisa menembus. Padahal hanya tinggal beberapa meter lagi.
Ia kemudian membuat terowongan irigasi lagi dengan saluran yang menembus ke lokasi yang sekarang menjadi kawasan Wisata Situ Leutik.
“Saluran air untuk pertanian tapi lewat terowongan. Itu ceritanya dulu nggak bisa tembus karena ada cadas. Namanya cadas wulung,” tutur Yayan Sukirlan kepada harapanrakyat.com, Minggu (16/7/2023).
Lanjutnya menjelaskan, panjang saluran terowongan irigasi tersebut sekitar 25 meter dengan diameter 160. Terowongan tersebut saat ini masih ada dan sekarang menjadi tempat pembuangan air.
Sebab itu, atas jasanya membuat terowongan saluran irigasi pertanian, warga kemudian mengabadikannya menjadi nama jalan kampung.
“Atas riwayat itu kami akan menaikkan menjadi tolak ukur sejarah hak asal usul adat-istiadat di desa. Sebab itu pekerjaan orang tua kita yang patut kita hargai,” kata Yayan. (Muhlisin/R3/HR-Online/Editor: Eva)