Perbedaan spermatogenesis dan oogenesis berada pada beberapa faktor. Berikut kita bahas beberapa perbedaan dari spermatogenesis dan oogenesis. Meskipun namanya mirip namun spermatogenesis dan oogenesis merupakan proses dalam sistem reproduksi yang berbeda.
Sebelum pembuahan dan proses kehamilan berlangsung, tubuh akan melakukan rangkaian proses pembentukan sel reproduksi. Proses tersebut disebut sebagai gametogenesis yang terbagi menjadi dua proses berbeda. Keduanya yaitu oogenesis dan spermatogenesis yang akan kita bahas.
Baca Juga: Proses Pembentukan Sel Telur atau Oogenesis Reproduksi Wanita
Spermatogenesis dan oogenesis pada dasarnya memang berbeda dari berbagai faktor yang mendasar. Mulai dari lokasi pembentukan, tahapan prosesnya hingga jenis sel hasilnya. Untuk lebih jelasnya, berikut kita bahas apa saja perbedaan dari dua proses gametogenesis tersebut.
Perbedaan Spermatogenesis dan Oogenesis dari Beberapa Faktor yang Perlu Anda Ketahui
Sebelum membahas perbedaannya, kita akan membahas definisi kedua gametogenesis tersebut. Spermatogenesis sendiri merupakan proses pembentukan sel sperma di dalam testis. Di dalam tubulus seminiferus sel awal sperma berbentuk lingkaran berkembang hingga bentuknya menyerupai kecebong.
Setelah itu sperma pindah ke epididimis dan berkembang menjadi matang serta bisa bergerak. Dari tubulus seminiferus ke epididimis memakan waktu sekitar 5 minggu. Kemudian dari epididimis, sperma bergerak ke vas deferens untuk bercampur dengan air mani.
Sementara itu, oogenesis merupakan proses pembentukan dan pematangan sel telur atau ovum di ovarium. Proses ini mulai dari sebelum kelahiran dan perkembangannya akan terhenti hingga pubertas. Perkembangannya akan berlanjut dengan ovulasi yaitu pelepasan sel telur ke tuba falopi.
Jika berhasil dibuahi oleh sperma maka sel telur akan menempel di dinding rahim. Namun jika tidak, maka sel telur akan keluar dari rahim bersamaan dengan darah dan lapisan dalam rahim. Hal itulah yang kemudian disebut sebagai menstruasi yang terjadi kira-kira sebulan sekali.
Perbedaan spermatogenesis dan oogenesis sebenarnya terdapat dalam beberapa faktor. Nah, berikut akan kita bahas perbedaan antara keduanya dari berbagai hal tersebut. Pastikan Anda menyimaknya dengan baik agar bisa mengetahui dengan pasti perbedaannya.
Tempat Pembentukan
Perbedaan pertama yaitu terletak pada tempat pembentukannya. Seluruh proses spermatogenesis terjadi di testis hingga sperma kemudian bergerak ke epididimis dan mendapat motilitas.
Baca Juga: Fertilisasi In Vitro, Program Bayi Tabung Solusi untuk Masalah Pernikahan
Sedangkan tempat proses oogenesis terjadi di ovarium hingga ovum yang matang ke tuba fallopi.
Tahapan
Tahapan proses spermatogenesis dan oogenesis juga berbeda bahkan cukup jelas. Proses spermatogenesis ada tiga tahapan yaitu spermatositogenesis, spermatogenesis dan juga spermiogenesis. Sementara itu proses oogenesis juga terbagi menjadi 3 yaitu folikuler, ovulasi dan luteal.
Perbedaan Spermatogenesis dan Oogenesis dari Kesinambungan Prosesnya
Kesinambungan proses antara keduanya juga memiliki perbedaan. Proses spermatogenesis akan terjadi secara terus menerus mulai dari masa pubertas hingga kematian. Sementara itu proses oogenesis akan bermula pada tahap janin dan sisanya berlanjut setelah pubertas hingga menopause.
Pembentukan
Proses pembentukan spermatogenesis terjadi terus menerus dan semua spermatogonia mengalami meiosis. Sementara itu, proses oogenesis terjadi untuk satu sel telur pada satu waktu. Kemudian beberapa sel mungkin membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mencapai kematangan.
Sitogenesis
Pada spermatogenesis, sitogenesis membentuk dua sel yang sama. Hal tersebut berbeda dengan sitogenesis dalam proses oogenesis yang membentuk dua sel tidak sama. Keduanya yaitu oosit sekunder yang lebih besar dan kedua yaitu polar body yang lebih kecil.
Jumlah Sel Hasil Produksi
Perbedaan spermatogenesis dan oogenesis selanjutnya yaitu terletak pada jumlah sel yang diproduksi. Pada proses spermatogenesis bisa membentuk hingga jutaan sel sperma setiap harinya. Sementara itu pada proses oogenesis hanya bisa melepaskan satu sel telur per bulannya.
Motilitas
Sel sperma bersifat motil yang artinya memiliki kemampuan bergerak untuk membuahi sel telur. Motilitas sel sperma tersebut biasanya bisa diketahui melalui analisis sel sperma. Sementara itu, sel telur atau ovum bersifat non motil artinya tidak bisa bergerak dengan sendirinya.
Ukuran Sel
Sel telur hasil oogenesis relatif besar yaitu berdiameter 0,1 mm dan termasuk sel manusia paling besar. Sementara itu, ukuran sel sperma jauh lebih kecil daripada ukuran sel telur. Sel sperma yang terdiri dari bagian kepala dan ekor berukuran 0,06 mm atau 50 micron.
Baca Juga: Dinding Rahim Mengalami Penebalan, Kenali Penyebabnya!
Itulah beberapa perbedaan spermatogenesis dan oogenesis dari beberapa aspek yang perlu Anda ketahui. Dari pembahasan ini kita tahu jika spermatogenesis dan oogenesis penting dalam mendukung kehamilan. (R10/HR-Online)