Minggu, April 6, 2025
BerandaBerita NasionalJumhur Hidayat Tanggapi Kasus Heboh Telepon Ganjar ke Plt Gubernur DKI

Jumhur Hidayat Tanggapi Kasus Heboh Telepon Ganjar ke Plt Gubernur DKI

harapanrakyat.com,- Status yang disandang Capres PDI Perjuangan Ganjar Pranowo sebagai petugas partai mulai “memakan korban”. Salah satunya, Plt Gubernur DKI Heru Budi yang tiba-tiba ditelpon Ganjar menyampaikan keluhan pedagang Pasar Anyar Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Padahal, itu bukan wilayah kerja Ganjar sebagai Gubernur Jawa Tengah. Demikian disampaikan tokoh buruh dan aktivis pro demokrasi ITB, Jumhur Hidayat kepada pers di Jakarta, Rabu (28/06/2023).

Ia menanggapi kasus heboh telepon Ganjar ke Heru Budi sebagai Plt Gubernur DKI terkait keluhan pedagang Pasar Anyar Bahari soal besarnya biaya retribusi bulanan.

“Saya kira ini salah satu bukti nyata dari efek buruk petugas partai yang PDI Perjuangan berikan kepada Ganjar. Dengan percaya diri, Ganjar merasa bisa menyuruh Gubernur DKI dengan meneleponnya menyampaikan keluhan pedagang pasar. Padahal, itu bukan di wilayahnya, yang dia sendiri sama-sama gubernur,” katanya.

Ganjar Pranowo Telepon Plt Gubernur DKI

Menurut Jumhur, kasus Ganjar menelpon Heru Budi sebagai Plt Gubernur DKI itu mempertontonkan rusaknya etika bernegara. Karena Ganjar secara tidak langsung sedang mempermalukan Heru Budi.

Baca Juga: Ratusan Pemuda di Ciamis Deklarasi Dukung Ganjar Pranowo Capres 2024

Sehingga wajar, jika Heru pun tak terlalu merespon telepon Ganjar tersebut dengan mengatakan ia sedang di acara kondangan.

“Bayangkan, belum jadi presiden saja sudah begitu berani menyuruh-nyuruh orang yang nota bene sama-sama menjabat gubernur. Apalagi kalau terpilih jadi presiden, mungkin bisa sewenang-wenang dan sesuka hatinya,” ujar Jumhur Hidayat.

Dalam pandangan Jumhur yang juga Ketua Umum KSPSI itu, ia menduga sikap Ganjar seperti itu karena merasa sudah mendapat status sebagai petugas partai.

“Harusnya PDIP belajar dari kasus petugas partai sebelumnya yang dianggap gagal. Masa mau meneruskan istilah itu, kasihan rakyat lah,” ungkapnya.

Ganjar Berkunjung ke Pasar Anyar Bahari

Seperti diketahui, pada Sabtu (24/06/2023) lalu, Ganjar berkunjung ke Pasar Anyar Bahari, Tanjung Priok, DKI Jakarta.

Saat berdialog dengan pedagang pasar di salah satu lapak, Ganjar menerima keluhan soal besarnya biaya retribusi bulanan, selain soal kondisi pasar yang sepi pembeli.

Baca Juga: Saat Calon Presiden Ganjar Pranowo Temui Warga Bali, Bule pun Ikut Selfie

Mendengar keluhan tersebut, Ganjar langsung menelepon Plt Gubernur DKI Heru Budi. Dalam telepon itu Ganjar mengatakan, “Ini Pak, saya mau sampaikan keluhan pedagang yang ada di Pasar Anyar Bahari”.

Namun, pembicaraan tidak berlanjut karena Heru Budi menjawabnya dengan berkata ” Mohon maaf Mas, saya lagi kondangan”.

“Saya menduga, respon singkat dari Pak Heru itu menunjukkan ketidaksukaan kepada cara Ganjar meneleponnya. Padahal ia bisa menyampaikan di luar itu. Ini sama dengan mempermalukan Pak Heru. Sementara, Ganjar sendiri bukan warga Jakarta, dan menjabat Gubernur Jateng yang tak ada urusan kerja dengan DKI,” kata Jumhur Hidayat.

Saran Ketum KSPI untuk PDI Perjuangan

Terkait dengan itulah, ia menyarankan PDI Perjuangan untuk mempertimbangkan kembali status petugas partai kepada capres tersebut.

Karena menurutnya, selain tidak ada dalam konstitusi bernegara, sebutan petugas partai juga berkonotasi buruk yang sama dengan boneka partai.

“Kalau PDIP dan Ganjar paham, status sebagai petugas partai itu sebenarnya sangat merendahkan. Bukan saja kepada Ganjar sebagai capres, tapi juga kepada rakyat yang akan memilihnya,” tandas Jumhur.

Ia menambahkan, kalau petugas rakyat lebih tepat lantaran negara demokrasi meniscayakan adanya kedaulatan rakyat.

“Saya khawatir, kalau Ganjar terpilih, ia akan lebih taat kepada partai ketimbang kepada rakyat yang memilihnya,” pungkas Jumhur Hidayat. (Eva/R3/HR-Online)

Kaleng Kue Lebaran

Balita di Garut Kepalanya Tersangkut Dalam Kaleng Kue Lebaran, Petugas Damkar Turun Tangan

harapanrakyat.com,- Seorang balita di Garut, Jawa Barat, kepalanya tersangkut ke dalam kaleng kue lebaran, Sabtu (5/4/2025). Balita tersebut menangis kesakitan sehingga orang tuanya harus...
Obyek Wisata Curug Panganten

Remaja Asal Tasik Berenang di Obyek Wisata Curug Panganten Ciamis Berujung Maut

harapanrakyat.com,- Seorang remaja asal Kabupaten Tasikmalaya berenang di obyek wisata Curug Panganten, Desa Tanjungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, berujung maut. Remaja bernama Rifki...
Tersambar Petir Saat Mandi

Seorang Warga di Tasikmalaya Tersambar Petir Saat Mandi

harapanrakyat.com,- Seorang warga di Kampung Cikajar, Kelurahan Leuwibudah, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, tersambar petir saat sedang mandi di rumahnya, Sabtu (5/4/2025). Beruntung korban...
Perahu Wisata Terbalik

Laka Laut Perahu Wisata Terbalik di Pantai Pangandaran, Polisi Ungkap Kondisi 9 Penumpang

harapanrakyat.com,- Sebuah perahu wisata terbalik di Pantai Barat Pangandaran, Jawa Barat. Perahu yang mengangkut sembilan wisatawan asal Karawang itu terbalik saat melintas di perairan...
Pelaku Curas

Empat Pelaku Curas terhadap Pria Disabilitas di Sumedang Berhasil Ditangkap

harapanrakyat.com,- Empat pelaku curas (pencurian dengan kekerasan) terhadap seorang pria disabilitas berinisial AK (26) di Sumedang, Jawa Barat, berhasil ditangkap jajaran Satreskrim Polres Sumedang. Uniknya,...
Hari Jadi Desa Jajawar

Mengintip Keseruan Warga Ngubyag Balong Saat Hari Jadi Desa Jajawar Kota Banjar

harapanrakyat.com,- Mengintip keseruan masyarakat saat ngubyag balong atau menangkap ikan bersama-sama di empang dalam merayakan Hari Jadi Desa Jajawar ke-19, di Kecamatan Banjar, Kota...