Minggu, April 6, 2025
BerandaBerita TasikmalayaSatu Keluarga di Tasikmalaya Jadi Penjual Miras, Kena Grebek Petugas Gabungan

Satu Keluarga di Tasikmalaya Jadi Penjual Miras, Kena Grebek Petugas Gabungan

harapanrakyat.com,- Satu keluarga di Tasikmalaya Jawa Barat, nekat jadi penjual miras (minuman keras) tradisional jenis tuak. Mereka berjualan di tempat kontrakan di wilayah Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya. Hal itu diketahui setelah petugas gabungan dari Polri, TNI dan Satpol PP yang dibantu Ormas melakukan penggerebekan pada Sabtu (17/6/2023) malam.

Petugas gabungan menggelar razia dalam rangka penegakkan Perda nomor 7 tahun 2014 tentang tata nilai kehidupan masyarakat yang religius di Kota Tasikmalaya. Dari hasil Razia tersebut petugas berhasil menemukan barang bukti berupa puluhan liter miras jenis tuak yang sudah dibungkus plastik atau kemasan siap edar.

Baca juga: Rumah Disulap Jadi Gudang Miras di Singaparna Tasikmalaya, Polisi Amankan Ribuan Botol

Dari pantauan harapanrakyat.com di lapangan, tuak yang berhasil diamankan sebagian besar ditumpahkan di halaman kontrakan. Sementara penjual miras beserta keluarganya yang terlibat sebagai kurir, langsung digelandang ke kantor Satpol PP Kota Tasikmalaya.

Tak Hanya Satu Keluarga Jadi Penjual Miras, Tapi Pacar Anaknya Ikut Terlibat

Sementara itu, berdasarkan data yang diperoleh dari petugas, penjual miras yang diamankan tersebut diketahui seorang laki-laki berinisial T (45) dan dua anaknya berjenis kelamin laki-laki berinisial MP (23) dan GN (20). Dari identitasnya, satu keluarga ini tercatat sebagai warga Cinehel Kota Tasikmalaya.

Satu keluarga penjual miras ini berbagi peran. Pria berinisial T yaitu ayahnya bertugas sebagai peracik miras. Sementara dua anaknya yaitu MP dan GN berperan sebagai kurir atau penjual dengan sistem delivery order.

Yang mengejutkan dari hasil penggerebekan tersebut ternyata terdapat seorang wanita berinisial SP (18) yang juga turut diamankan. Perempuan ABG itu diketahui pacar anak penjual miras. Yang bikin miris, ternyata si perempuan tersebut ikut dilibatkan dalam penjualan miras.

Baca juga: Jadi Tempat Meracik Miras, Sebuah Kontrakan di Tasikmalaya Digerebek Polisi

Saat ditemui di kantor Satpol PP Kota Tasikmalaya, tadi malam, penjual miras laki-laki berinisial T membantah dirinya melakukan peracikan tuak. Dia mengaku dirinya membeli tuak siap jual dari seorang bandar yang berada di Kota Banjar, Jawa Barat.

“Saya hanya mencampur air mineral dengan tuak. Bukan saya yang meracik. Saya juga beli dari orang Banjar,” katanya saat ditanya petugas.

Bantah Peracik Miras Tuak

T mengaku dirinya sudah 3 tahun berjualan miras jenis tuak. Dia juga mengatakan dari satu liter tuak hanya mendapat keuntungan seribu rupiah. “Saya hanya berjualan tuak saja. Tidak ada miras yang lain. Satu liter tuak dijual seharga Rp. 10 ribu. Kalau dihitung keuntungan dari per liter hanya dapat seribu rupiah,” terangnya.

T menjelaskan dirinya membeli tuak dari bandar dengan sistem hitungan karung. Per satu karung tuak seharga Rp. 400 ribu. Setelah tuak dicampur air mineral dia mendapat keuntungan per karungnya di kisaran Rp. 200 ribu.

“Saya mencampur dengan air mineral biar banyak saja. Bukan meracik. Karena saya dapat barang dari Banjar sudah siap jual,” kata T.

Baca juga: Pemusnahan Ribuan Botol Miras Hasil Razia Pekat di Kota Tasikmalaya

Sementara mengenai peran anaknya, T mengaku tidak melibatkan anaknya dalam bisnisnya. Anaknya, kata dia, hanya diminta membantu saja di saat senggang. “Kalau anak saya kelihatan lagi santai, baru saya suruh mengantarkan ke pembeli. Jadi saya tidak melibatkan anak. Dia hanya disuruh saja. Itupun sesekali saja atau di waktu senggang,” akunya.

Sementara satu keluarga penjual miras di Tasikmalaya tersebut tadi malam dilakukan pemeriksaan dan pendataan di kantor Satpol PP Kota Tasikmalaya. Hingga berita ini ditulis, belum diketahui peraturan perundang-undangan berikut pasalnya yang akan dikenakan kepada penjual miras tersebut. (Apip/R2/HR-Online)

Wisatawan Tewas di Kolam Renang Cipanas Garut

Wisatawan Tewas di Kolam Renang Cipanas Garut, Polisi Olah TKP

harapanrakyat.com,- Seorang wisatawan kolam renang di Cipanas Garut, Jawa Barat, ditemukan tewas tenggelam saat rekreasi, Minggu (6/4/2025). Petugas kepolisian dari Polsek Tarogong Kaler bersama...
Hujan Meteor Lyrid 2025, Fenomena Langit Spektakuler di Bulan April

Hujan Meteor Lyrid 2025, Fenomena Langit Spektakuler di Bulan April

Setiap tahun, langit malam bulan April dihiasi oleh salah satu fenomena alam yang paling dinanti, yaitu hujan meteor Lyrid 2025. Hujan meteor ini berasal...
gebrakan 100 hari kerja

Tokoh Masyarakat Tasikmalaya Menanti Gebrakan 100 Hari Kerja Viman-Dicky

harapanrakyat.com,- Tokoh masyarakat menanti gebrakan 100 hari kerja Viman Alfarizi Ramadah-Diky Chandra, Walikota - Wakil Wali Kota Tasikmalaya. Apalagi sejak dilantik sampai saat ini...
Objek wisata di Kota Banjar sepi pengunjung

Aktivis Prihatin Kota Banjar Sepi Wisatawan saat Libur Lebaran, Anggap Pemkot Gagal 

harapanrakyat.com,- Aktivis GMNI Kota Banjar, Jawa Barat, prihatin dengan kondisi sepinya wisatawan yang berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di Banjar saat momen libur lebaran...
Longsor TPT Rumah

Longsor TPT Rumah Terekam Kamera Amatir, Warga Singajaya Garut Panik

harapanrakyat.com,- Longsor Tembok Penahan Tebing (TPT) rumah di Garut, Jawa Barat, terekam kamera amatir warga. Meski tidak ada korban jiwa, namun insiden ini membuat...
Kaleng Kue Lebaran

Balita di Garut Kepalanya Tersangkut Dalam Kaleng Kue Lebaran, Petugas Damkar Turun Tangan

harapanrakyat.com,- Seorang balita di Garut, Jawa Barat, kepalanya tersangkut ke dalam kaleng kue lebaran, Sabtu (5/4/2025). Balita tersebut menangis kesakitan sehingga orang tuanya harus...