Senin, April 7, 2025
BerandaBerita TerbaruKisah Pasukan Gerilya di Sokaraja Mengamuk, Puluhan Motor Tentara Belanda Ditembaki

Kisah Pasukan Gerilya di Sokaraja Mengamuk, Puluhan Motor Tentara Belanda Ditembaki

Pada tahun 1949 telah terjadi serangan mendadak pasukan gerilya pada prajurit bermotor tentara Belanda di daerah Sokaraja, Banjarsari Klahang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Puluhan motor tentara Belanda ditembaki oleh pasukan gerilyawan. Akibatnya motor-motor tersebut rusak membuat pengemudi lari tunggang langgang karena takut jadi sasaran selanjutnya dari amuk pasukan gerilya.

Keadaan menjadi kacau dengan hadirnya beberapa pasukan gerilyawan bantuan yang memiliki bom lempar (granat). Mereka melempar granat nanas itu ke beberapa titik tepat motor-motor tentara Belanda berkonvoi menuju kota Purbalingga.

Akibat peristiwa ini pasukan Belanda yang berada di markas kota Purbalingga naik pitam. Mereka ingin membalas dendam pada gerilyawan di daerah Sokaraja yang telah mengambil motor pasukan tentara Belanda saat berpatroli.

Baca Juga: Sejarah Jalan Raya Pos Anyer-Panarukan, Usaha Daendels Perbaiki Administrasi di Jawa

Bahkan tentara Belanda sempat membuka sayembara, bagi siapapun yang bisa menangkap gerilyawan akan diberikan imbalan sejumlah uang yang banyak.

Hal ini membuat goyah pertahanan kaum republik yang lemah iman. Beberapa dari mereka ada yang menjadi pembelot (berkhianat) membocorkan tempat persembunyian gerilyawan.

Tentara Belanda Lari Tunggang Langgang, Motor Direbut Pasukan Gerilya di Sokaraja

Menurut surat kabar Sin Po yang terbit pada hari Selasa, 12 April 1949 bertajuk, “Kandaraan-kandaraan Motor Ditembaki”, ketika pasukan gerilyawan mengamuk pada tentara Belanda yang sedang konvoi menggunakan motor membuat gempar prajurit yang lain di belakangnya.

Mereka (tentara Belanda) lari tunggang langgang meninggalkan kendaraan roda duanya setelah ditembaki oleh pasukan gerilya. Peristiwa ini sebagaimana dikutip dari pernyataan Sin Po (1949) berikut:

Semoa kendaraan motor jang maoe liwat terpaksa balik boeat loepoetkan dari tembakan. Pasukan motor-motor Belanda itoe kemoedian lari toenggang langgang tanpa membawa roda dua yang telah rusak akibat ditembaki pasukan gerilyawan”.

Setelah pasukan Belanda lari meninggalkan roda duanya, para gerilyawan turun dari tempat persembunyian untuk membawa motor-motor perang tersebut.

Walaupun dalam keadaan rusak akibat letupan peluru, motor yang ditinggalkan itu masih bisa hidup. Maka dari itu pasukan gerilya memanfaatkannya untuk kepentingan transportasi perang.

Baca Juga: Smokkel, Bajak Laut Penyelundup Senjata Api di Hindia Belanda 1922

Serangan yang Sudah Direncanakan Gerilyawan

Penyerangan terhadap pasukan bermotor Belanda sebetulnya telah direncanakan oleh para Gerilyawan di Purbalingga. Mereka menyasar pasukan bermotor Belanda agar jumlah transportasi mereka semakin hari semakin berkurang.

Dengan kata lain para gerilyawan di Purbalingga mengadakan sabotase pada tentara Belanda. Pemotongan jumlah kendaraan secara paksa oleh para gerilyawan republik di Sokaraja telah menunjukan jika tentara Nasional kita masih ada dan terus melakukan perlawanan.

Setelah peristiwa ini terjadi pasukan Belanda semakin hati-hati saat melakukan perjalanan operasional militernya.

Komandan mereka menambah jumlah pasukan untuk mendampingi para pasukan bermotor yang melakukan operasi lingkungan menggunakan truk dan mobil jeep atap terbuka.

Penyerangan gerilyawan republik atas pasukan bermotor Belanda di Sokaraja mendapat penghargaan dari komando pimpinan gerilya di Jawa Tengah.

Konon pasukan gerilya pelaku sabotase ini dijadikan sebagai pasukan elit. Tugas pasukan tersebut antara lain meneror tentara Belanda di berbagai wilayah yang ada di Jawa Tengah.

Baca Juga: Sejarah Kecu, Rampok Sadis di Hutan Purworedjo Tahun 1922

Tentara Belanda Membalas Dendam

Ketika pasukan bermotor militer Belanda tunggang langgang balik ke markas, komandan pasukan mereka marah. Akibatnya seluruh militer Belanda di markas Sokaraja ditugaskan untuk membalas dendam perlakuan-perlakuan para gerilyawan.

Akhirnya pasukan Belanda dengan persenjataan lengkap mendatangi tempat kejadian perkara. Dengan bantuan tank penghancur militer Belanda optimis bisa menghabisi gerombolan gerilya.

Namun setelah tiba di lokasi kejadian tentara Belanda tidak mendapati bekas-bekas peperangan. Puluhan motor yang ditembaki gerombolan gerilya tiba-tiba hilang tidak ada jejaknya sama sekali. Nampaknya para gerilyawan memindahkan motor-motor tersebut ke markas pusat persembunyiannya yang sangat rahasia.

Adapun peristiwa ini sebagaimana tergambar dalam suratkabar Sin Po (1949) berikut: “Koetika militair datang di tempat itoe, ternjata pengatjau soeda tida keliatan bajangan-bajangannja. Mereka lari begitoe cepet sehingga tak diketahoei kemana perginja. Gerombolan gerilja itoe lari bawa motor-motor perang milik militair Nederlandsch”.

Upaya balas dendam tentara Belanda pada pasukan gerilya di Sokaraja gagal. Akibatnya mereka kehilangan puluhan motor perangnya di tengah-tengah hutan.

Kendati begitu surat kabar di atas menerangkan bahwa komandan pasukan bermotor Belanda akan terus mencari ke mana para gerilyawan itu pergi. (Erik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Arus balik di Jalur Selatan Garut

Arus Balik di Jalur Selatan Garut Minggu Malam Mulai Lancar, Volume Kendaraan Mengarah ke Bandung Berkurang

harapanrakyat.com,- Volume kendaraan arus balik lebaran 2025 yang melintas di jalur selatan Garut, Jawa Barat, pada Minggu (6/4/2025) malam, sudah mulai menurun. Meski masih...
Remaja terseret ombak Pantai Karang Papak Garut

4 Remaja Terseret Ombak Pantai Karang Papak Garut, 1 Orang Tewas 

harapanrakyat.com,- Niat wisata malah jadi malapetaka, empat orang remaja asal Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat terseret ombak pantai Karang Papak Kecamatan Cikelet pada...
Lucky Hakim liburan ke Jepang

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Sindir Lucky Hakim yang Liburan ke Jepang: Bilang Dulu Ya!

harapanrakyat.com,-  Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyentil Bupati Indramayu Lucky Hakim yang liburan ke Jepang saat momen libur lebaran. Tak tanggung-tanggung Dedi Mulyadi mengunggah...
Pemudik arus balik

Potret Lonjakan Pemudik Saat Puncak Arus Balik di Terminal Tipe A Kota Banjar

harapanrakyat.com,- Memasuki H+6 lebaran Idul Fitri 1446 H ratusan pemudik memadati Terminal Tipe A Kota Banjar, Jawa Barat, saat puncak arus balik pemudik pada...
Pasca Banjir, Bupati Sumedang Tinjau Aliran Sungai Cimande Pastikan Jembatan Pangsor Aman

Pasca Banjir, Bupati Sumedang Tinjau Aliran Sungai Cimande Pastikan Jembatan Pangsor Aman

harapanrakyat.com,- Di tengah hujan deras yang mengguyur wilayah Sumedang, Bupati Dony Ahmad Munir turun langsung ke lapangan memantau aliran Sungai Cimande, khususnya di bawah...
Arus Balik Lebaran, Jalur Alternatif Cadas Pangeran Sumedang Jadi Pilihan Pemotor

Arus Balik Lebaran, Jalur Alternatif Cadas Pangeran Sumedang Jadi Pilihan Pemotor

harapanrakyat.com,- Jalur Cadas Pangeran Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, jadi alternatif jalur bagi pemudik motor, yang kembali ke kota asal setelah pulang kampung dari sejumlah...