Senin, April 7, 2025
BerandaBerita TerbaruSmokkel, Bajak Laut Penyelundup Senjata Api di Hindia Belanda 1922

Smokkel, Bajak Laut Penyelundup Senjata Api di Hindia Belanda 1922

Pada tahun 1922 surat kabar kolonial digegerkan oleh fenomena smokkel atau peristiwa penyelundupan senjata api oleh pasukan bajak laut. Konon bajak laut penyelundup tersebut memasok senjata api kepada bandit-bandit di daratan Jawa.

Mereka (bandit-bandit) sudah terbiasa berlangganan belanja senjata pada para perompak. Karena dengan jadi pelanggannya, para bandit bisa mendapatkan potongan harga yang murah untuk setiap pucuk revolvernya.

Para bandit-bandit desa menggunakan revolver dari perompak untuk menghabisi nyawa musuh-musuhnya.

Lantas siapa saja yang termasuk musuh si perompak tadi, menurut beberapa literasi yang ada musuh para perompak terdiri dari, elit tradisional Jawa (priyayi), para pengusaha swasta Belanda, dan jagoan-jagoan pembela kebenaran.

Kendati begitu ada satu hal yang unik dari peristiwa penyelundupan senjata pada bandit-bandit ini. Ternyata pemasok revolver untuk bandit berasal dari komplotan bajak laut Belanda.

Mereka tidak peka terhadap rasa persatuan dan kesatuan negaranya. Walaupun senjata itu ternyata digunakan untuk menghabisi bangsanya sendiri mereka tak pernah peduli. Bagi komplotan bajak laut yang penting uang, ia mendapatkan uang dari hasil smokkel yang menguntungkan.

Baca Juga: Kisah Bupati Trenggalek Adipati Bratakusuma Tumpas Warok dengan Perkawinan

Bajak Laut Penyelundup Senjata Api: Perompak Berkebangsaan Belanda

Menurut surat kabar Sin Po yang terbit pada hari Sabtu, 1 Juli 1922 berjudul, “Maen Smokkel” bajak laut penyelundup revolver dari Belanda untuk bandit-bandit di daratan Jawa mengandung unsur politik.

Konon komplotan perompak ini berasal dari golongan Belanda yang sakit hati atas kebijakan-kebijakan di negaranya. Maka dari itu mereka yang dahulu berprofesi sebagai pegawai pemerintah, tentara, dan pegawai swasta beralih menjadi pemberontak.

Selain ingin membuat onar dan merusak citra negaranya sendiri para perompak ini juga berupaya mencari uang sebanyak-banyaknya. Sebab bisnis revolver untuk bangsa asing sangat menguntungkan sekali.

Mereka bisa mendapat laba berpuluh-puluh lipat daripada mengandalkan pekerjaan lama dulu di negaranya sendiri.

Adapun peristiwa penyelundupan revolver oleh perompak Belanda tergambar dalam surat kabar Sin Po (1922) berikut ini:

“Ini kali soedah ditahan bebrapa toekang smokkel revolver jaitoe, tiga orang kapal bangsa Duitcsch (Belanda) dari kapal api Altona jang tjoba bawa masoek satoe djoembla patron dengen tidak ada idzinnja. Sementara sala satoe ternjata ada membawa ampat revolver”.

Baca Juga: Kisah Pensiunan Pegawai Negeri Kota Banjar Dipasung Anak Tiri

Satu Kapal Bajak Laut Belanda Berhasil Meloloskan Diri

Salah satu kapal bajak laut Belanda yang memasok revolver ke komplotan bandit-bandit di daratan Jawa berhasil meloloskan diri.

Sebelumnya kapal-kapal perompak ini berada di tempat pengamanan polisi kolonial Hindia Belanda. Namun karena penjagaannya kurang ketat mereka bisa lolos dari jeratan hukum kolonial.

Menurut surat kabar Sin Po (1922) sebelum satu kapal bajak laut Belanda itu kabur, mereka sempat mengeluarkan barang-barang berat untuk meringankan laju kapal.

Barang-barang yang mereka buang terdiri dari beberapa peti kemas berisi revolver sitaan dan barang-barang teknis perkapalan yang tidak terlalu penting.

Satu kapal bajak laut asal Belanda tersebut melarikan diri pada malam hari, mereka bergerak tanpa suara mengeluarkan kapal yang telah terikat kencang di dermaga laut Selatan Jawa.

Setelah berjibaku dengan tali yang sulit lepas, akhirnya puluhan perompak masuk ke kapal dan menakhodainya, lalu kabur ke arah Barat.

Keberhasilan para perompak meloloskan diri dari jeratan hukum pemerintah kolonial membuat bajak laut komplotannya merasa iri.

Untuk membalas perilaku pecundang bajak laut yang berhasil kabur itu mereka yang masih tertahan bersedia menjadi antek pemerintah kolonial untuk mengawal penangkapannya.

Baca Juga: Organisasi Pergerakan Budi Utomo, Penanda Lahirnya Kebangkitan Nasional

Pemerintah Kolonial Menahan Ratusan Pucuk Revolver

Peristiwa smokkel yang terjadi di sepanjang pesisir Selatan pulau Jawa membuat pemerintah kolonial berhasil menahan ratusan pucuk revolver yang mematikan.

Selain itu mereka juga sukses membongkar sindikat buruk antara perompak dan bandit-bandit di daratan Jawa.

Akibatnya tidak hanya komplotan bajak laut yang jadi sasaran pemerintah kolonial untuk dihukum, begitu juga gerombolan bandit dari golongan pribumi. Veld Politie memburu bandit-bandit yang jadi pelanggan senjata api bajak laut tanpa pandang bulu.

Setelah tertangkap, Veld Politie membawa para bandit ke kantor polisi untuk dipenjarakan bersama para perompak Belanda.

Entah berapa lama mereka terjerat hukum penjara, yang jelas para bandit dan perompak itu masih ada di sel penjara yang sama pada tahun 1925-an.

Fenomena smokkel membuat pemerintah kolonial mengembangkan teknis kerja-kerja kelautan. Maka sejak saat itu pemerintah Hindia Belanda mulai membentuk korps-korps kelautan modern yang bertugas memeriksa setiap kegiatan yang terjadi di dermaga-dermaga besar Jawa. (Erik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Arus balik di Jalur Selatan Garut

Arus Balik di Jalur Selatan Garut Minggu Malam Mulai Lancar, Volume Kendaraan Mengarah ke Bandung Berkurang

harapanrakyat.com,- Volume kendaraan arus balik lebaran 2025 yang melintas di jalur selatan Garut, Jawa Barat, pada Minggu (6/4/2025) malam, sudah mulai menurun. Meski masih...
Remaja terseret ombak Pantai Karang Papak Garut

4 Remaja Terseret Ombak Pantai Karang Papak Garut, 1 Orang Tewas 

harapanrakyat.com,- Niat wisata malah jadi malapetaka, empat orang remaja asal Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat terseret ombak pantai Karang Papak Kecamatan Cikelet pada...
Lucky Hakim liburan ke Jepang

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Sindir Lucky Hakim yang Liburan ke Jepang: Bilang Dulu Ya!

harapanrakyat.com,-  Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyentil Bupati Indramayu Lucky Hakim yang liburan ke Jepang saat momen libur lebaran. Tak tanggung-tanggung Dedi Mulyadi mengunggah...
Pemudik arus balik

Potret Lonjakan Pemudik Saat Puncak Arus Balik di Terminal Tipe A Kota Banjar

harapanrakyat.com,- Memasuki H+6 lebaran Idul Fitri 1446 H ratusan pemudik memadati Terminal Tipe A Kota Banjar, Jawa Barat, saat puncak arus balik pemudik pada...
Pasca Banjir, Bupati Sumedang Tinjau Aliran Sungai Cimande Pastikan Jembatan Pangsor Aman

Pasca Banjir, Bupati Sumedang Tinjau Aliran Sungai Cimande Pastikan Jembatan Pangsor Aman

harapanrakyat.com,- Di tengah hujan deras yang mengguyur wilayah Sumedang, Bupati Dony Ahmad Munir turun langsung ke lapangan memantau aliran Sungai Cimande, khususnya di bawah...
Arus Balik Lebaran, Jalur Alternatif Cadas Pangeran Sumedang Jadi Pilihan Pemotor

Arus Balik Lebaran, Jalur Alternatif Cadas Pangeran Sumedang Jadi Pilihan Pemotor

harapanrakyat.com,- Jalur Cadas Pangeran Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, jadi alternatif jalur bagi pemudik motor, yang kembali ke kota asal setelah pulang kampung dari sejumlah...