Dapur kotor ala kampung bisa menjadi inspirasi yang cukup menarik. Desain dapur ala kampung yang tampak kotor semacam ini memberikan kesan sederhana dan tradisional pada ruang dapur. Selain itu, interior dapur ala kampung lebih ramah lingkungan, karena sebagian besar materialnya masih alami.
Inspirasi Desain Dapur Kotor Ala Kampung Paling Unik
Dapur menjadi bagian penting dari sebuah hunian, ruangan ini menjadi tempat untuk memasak hidangan setiap hari. Umumnya, rumah zaman sekarang memiliki 2 jenis dapur, yakni bersih dan kotor. Penyebutan tersebut bukan merujuk ke suasana rapi maupun berantakan, melainkan untuk membedakan fungsinya saja.
Baca Juga: Desain Dapur Tanpa Plafon yang Menarik, Berikut Inspirasinya
Dapur bersih berfungsi untuk membuat hidangan praktis yang tidak memerlukan banyak waktu maupun perabot. Sementara dapur kotor khusus untuk memasak dalam jumlah besar. Sehingga membutuhkan banyak perabot serta ruang yang lebih leluasa.
Dapur kotor ala kampung menjadi salah satu desain yang banyak ditemukan di pedesaan. Desainnya terdiri dari bahan-bahan alami dan tidak banyak menggunakan material modern. Berikut adalah beberapa tips mewujudkan dapur kotor yang bisa Anda aplikasikan di dalam rumah modern.
1. Memilih Material Alami yang Tahan Lama
Dapur kotor tradisional lebih banyak menggunakan material alami seperti kayu, batu, dan tanah liat. Anda bisa mempertimbangkan bahan-bahan tersebut untuk memberikan kesan kampung yang lebih kuat. Selain itu, upayakan memilih material berkualitas dan tahan lama, sehingga tidak harus melakukan renovasi berulang-ulang.
2. Ukuran dan Bentuk
Selain material, ukuran dan bentuk juga menjadi komponen penting dalam membuat dapur kotor ala kampung. Dapur kotor dengan konsep semacam ini biasanya memiliki ukuran yang besar dan berbentuk persegi panjang. Tatanan tersebut memungkinkan Anda untuk memasak dengan leluasa dan bisa menampung banyak orang.
3. Pencahayaan
Pada dapur kotor tradisional sumber pencahayaannya banyak menggunakan sinar matahari saat pagi hingga sore. Hal ini bisa Anda wujudkan dengan pemasangan genteng berbahan kaca, untuk memaksimalkan akses cahaya matahari. Tak hanya terang, cahaya matahari yang menembus genteng kaca bisa membuat ruang dapur lebih segar.
Baca Juga: Desain Dapur Minimalis 2×2 yang Indah dan Nyaman
Sementara pada malam hari, Anda bisa memasang lampu untuk memberikan cahaya tambahan. Supaya kesan tradisionalnya semakin kuat, bisa memilih lampu bohlam berwarna kuning. Selain itu, menambahkan cup lampu dari bambu dan rotan akan membuat dapur kotor semakin unik.
4. Dapur Kotor Ala Kampung dengan Sentuhan Warna-Warna Tradisional
Konsep dapur kotor ala kampung cenderung tidak banyak menggunakan sentuhan warna buatan untuk memberikan estetika. Seperti cat tembok yang biasa Anda temukan di toko-toko bangunan.
Sentuhan warna tersebut hadir secara alami dari material yang diaplikasikan. Misalnya tone warna merah dari tembok batu bata, maupun aksen kuning kehijauan dari atap bambu.
5. Ruang Penyimpanan
Keberadaan area penyimpanan kerap kali menjadi bagian yang tidak boleh terlupakan pada dapur tradisional. Ruang penyimpanan ini terletak terpisah dari area memasak, namun masih jadi satu dengan kawasan dapur. Selain menyimpan bahan makanan dan peralatan memasak, ruang penyimpanan juga berfungsi untuk meletakkan hasil panen.
Karena seperti yang kita ketahui, kawasan pedesaan memiliki mayoritas masyarakat dengan mata pencaharian sebagai petani. Mereka meletakkan semua hasil panennya di kawasan dapur, supaya lebih mudah mengambilnya ketika akan diolah.
Jika Anda memiliki rumah modern, namun ingin membuat dapur kotor ala kampung. Maka bisa memanfaatkan ruang tersebut untuk menyimpan beras serta sejumlah bahan makanan mentah lainnya.
6. Furniture Tradisional
Furniture pada dapur tradisional lebih banyak menggunakan material berbahan kayu. Sebut saja meja makan, kursi, lemari, rak piring dan masih banyak lagi. Anda juga bisa menambahkan hiasan-hiasan khas kampung seperti anyaman bambu hingga lukisan-lukisan tradisional.
7. Tempat Pembakaran
Ciri khas utama dalam dapur kotor tradisional adalah keberadaan tempat pembakaran atau tungku. Dapur kayu dengan tungku tradisional menjadi salah satu desain ruang memasak ala kampung paling umum.
Baca Juga: Desain Dapur Retro Mengingatkan Masa Lalu, Ini Inspirasinya
Tungku tradisional ini biasanya terbuat dari batu bata dan terletak di tengah dapur. Sementara proses memasak dan memanaskan air menggunakan kayu bakar atau arang. Selain itu, tungku pembakaran juga bisa terbuat dari tanah liat. Keberadaan ruang pembakaran dari tanah liat mampu memberikan kesan rustic dan klasik pada dapur.
Meski terlihat sederhana, namun banyak masyarakat menilai memasak dengan tungku jauh lebih cepat dari kompor gas. Karena alasan tersebut, di zaman modern seperti sekarang dapur kotor ala kampung masih banyak peminatnya. (R10/HR-Online)