harapanrakyat.com,- Jajang, gembong spesialis pencurian daging kerbau di Garut, Jawa Barat, meringis menahan sakit usai polisi menembak ke dua bagian kakinya.
Ia terlibat pencurian 20 ekor kerbau bersama 6 orang anak buahnya dengan cara menguliti bagian dagingnya. Sedangkan, kerangka atau tulang dan bagian kepala kerbau ditinggalkan di kandang.
Tersangka Jajang merupakan bos pencuri spesialis ternak kerbau di Kecamatan Banjarwangi dan Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut.
Tersangka pun meringis kesakitan saat petugas penyidik Polres Garut membawanya menggunakan kursi roda ke ruang pemeriksaan di Mapolres Garut, Selasa (2/5/2023).
Kapolres Garut AKBP. Rio W Anggoro mengatakan, dari satu ekor kerbau, Jajang dan 6 anak buahnya mampu menguliti 600 Kg daging.
Baca Juga: Misteri Banyaknya Kerbau Mati Tinggal Tulang di Garut Terungkap, Ternyata Ini Pelakunya
“Sementara, kepala dan tulang belulangnya dibiarkan di kebun milik warga. Dari satu ekor kerbau bisa hasilkan 600 Kg. Bayangkan jika 15 sampai 20 ekor yang mereka kuliti,” kata Rio Wahyu Anggoro, saat merilis kasus spesialis pencurian daging kerbau di Garut.
Sementara itu, Kapolsek Banjarwangi Iptu Amirudin Latif menambahkan, perbuatan pelaku sudah diburu sejak lama. Karena, misteri kematian puluhan ternak kerbau di Kecamatan Banjarwangi tidak wajar.
“Jadi orang yang punya ternak kerbau di Banjarwangi itu kandang ternaknya di kebun, tidak pakai kandang seperti rumah. Nah, pas mengetahui kerbau mati, tapi hanya tersisa bagian tulang dan kepala, dagingnya sudah habis,” ujar Amirudin Latif.
Dalam kasus tersebut, polisi juga mengamankan barang bukti berupa golok, pisau dan alat lainya. Sementara untuk penadah daging yang disebut berada di Bandung, saat ini polisi masih melakukan pengembangan. (Pikpik/R3/HR-Online/Editor: Eva)