Efek evolusi pada bentuk otak terbukti. Sebuah studi menarik efek evolusi dari bentuk otak manusia. Hasil dari studi otak manusia tersebut cukup mengejutkan. Manusia modern saat ini sebenarnya telah mengalami evolusi selama jutaan tahun. Struktur tubuh dan organ manusia purba dengan manusia modern saat ini sungguh berbeda.
Baca Juga: Hukum Hardy Weinberg Mekanisme Evolusi Makhluk Hidup, Ini Syaratnya
Salah satu organ utama manusia yaitu otak, ternyata terpengaruh dengan adanya evolusi. Otak manusia saat ini sudah mengalami perubahaan dari otak manusia purba.
Efek Evolusi pada Bentuk Otak Manusia
Sebuah studi memeriksa permukaan 3D otak dari 90 spesies Euarchontoglires yang kemudian memungkinkan para peneliti menganalisis keberagaman otak dan hubungannya dengan fungsi, perilaku mereka.
Pada penelitian, terlihat bahwa ternyata bentuk otak berkembang paralel dengan fungsi organ.
Pada model permukaan 3D otak, terlihat dari 90 spesies Euarchontoglires yang termasuk manusia, kera, tikus, tupai, serta hamster, otak makhluk hidup tersebut mengalami perubahan akibat evolusi.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa otak memperluas wilayah perhatian visualnya terlebih dahulu. Baru setelah itu otak terlihat dalam fungsi kognitif yang lebih tinggi, seperti halnya bahasa dan memori saat beradaptasi dengan lingkungan.
Bentuk Otak yang Berubah
Hasil dari penelitian menegaskan bahwa bentuk otak telah berubah akibat adanya evolusi. Bahkan perubahan bentuk tersebut secara paralel dengan fungsi organ selama evolusinya.
Baca Juga: Evolusi Lili Laut, Fosil Berumur 480 Juta Tahun Terungkap
Alhasil efek evolusi pada bentuk otak membuatnya dapat beradaptasi dengan lingkungan serta memperluas area perhatian visual terlebih dahulu sebelum area lainnya.
Manusia modern memiliki bentuk oak globular atau membulat dengan bagian depan yang lebih curam dan bagian atas menonjol.
Area otak kecil manusia modern juga tampak membesar dan membulat. Tidak hanya itu, globularity (membulat) dengan ukuran wajah yang kecil juga menjadi ciri dari tengkorak manusia modern.
Bentuk tersebut tentu berbeda dengan manusia purba Homo Neanderthal yang memiliki otak berbentuk lebih memanjang.
Perubahan yang Terjadi Secara Bertahap
Sebuah penelitian terkait evolusi bentuk otak manusia lainnya melakukan analisis menggunakan endocast dari fosil homo sapiens. Endocast adalah sebuah rongga otak.
Endocast akan terbentuk selama proses tengkorak memfosil dan kemudian meninggalkan ruang berisi materi sedimen. Itulah kenapa, bentuk otak masih dapat dipelajari meski tidak ada fosil otak.
Pada penelitian, terlihat bahwa Homo sapiens yang merupakan kelompok I memiliki endocest dengan bentuk perpaduan antara Homo erectus dan Neanderthal.
Pada kelompok II dan III, endocast mereka telah mengalami perubahan secara bertahap. Perubahan tersebut mengarah ke bentuk endocest manusia modern saat ini.
Baca Juga: Hubungan Genetika dengan Evolusi di dalam Bidang Ilmu Biologi
Dari analisis ketiga kelompok, terlihat adanya perubahan bentuk endocast, dari memanjang hingga ke bentuk bulat
Perubahan tersebut mencakup bagian atas otak yang lebih tinggi bagian atas yang menonjol dan bagian samping menjadi sejajar.
Pada bagian belakang, terlihat otak lebih bulat dan kurang menjorok ke dalam. Selain itu, otak kecil juga menjadi relatif lebih besar dan menonjol.
Berdasarkan perubahan yang ada, terlihat bentuk otak berubah secara bertahap. Efek evolusi pada bentuk otak akhirnya berakhir saat ini. (R10/HR-Online)