Bahaya satelit Elon Musk tak bisa disepelekan. Elon Musk memang kerap meluncurkan satelit dengan misi penting, namun ternyata juga menimbulkan bahaya. Satelit di luar angkasa tersebut bisa mengganggu pengamatan yang ilmuwan lakukan dari Bumi.
Baca Juga: China Bakal Luncurkan Satelit ke Bulan untuk Misi Jelajahnya
Waspadai Bahaya Satelit Elon Musk
Elon Musk menghadirkan berbagai satelit yang meluncur ke antariksa bukan tanpa tujuan. Satelit tersebut ia produksi supaya bisa menyediakan layanan internet dengan kecepatan tinggi dari antariksa ke daerah terpencil yang ada di Bumi.
Hanya saja, para peneliti mengungkap fakta baru yang mengejutkan terkait satelit Elon Musk tersebut. Dalam pengamatan sejak tahun 2002 dan 2021, peneliti melihat ada gambar dengan 2,7% eksposur selama 11 menit. Area tersebut dilintasi satelit dan meninggalkan jejak yang melewati gambar.
Jejak tersebut semakin meningkat seiring dengan penambahan satelit. Dampaknya akan sangat terasa seiring berjalannya waktu. Apabila tak segera mendapatkan penanganan atau terus menambah satelit, maka bisa mengganggu kinerja teleskop luar angkasa Hubble.
Hal ini karena satelit melintasi teleskop tersebut. Menyadari hal tersebut, ilmuwan membutuhkan pemantauan dan studi lebih lanjut. Namun sayangnya, ternyata peneliti juga menemukan bahaya lainnya dari satelit Elon Musk.
Satelit Elon Musk tak hanya berdampak pada teleskop luar angkasa Hubble saja, melainkan juga peralatan serupa lainnya yang ada di orbit rendah Bumi. Sebut saja NEOWISE atau CHEOPS. Satelit-satelit yang bertebaran di luar angkasa bisa mengalami pengamatan sehingga menghambat kinerja ilmuwan.
Baca Juga: Satelit NASA Akan Jatuh Setelah di Luar Angkasa 38 Tahun
Jumlah Satelit Elon Musk
Elon Musk termasuk gencar dalam menghadirkan satelit di luar angkasa. Mengenai jumlahnya, setidaknya sudah ada 3.000 satelit yang meluncur ke luar angkasa mulai tahun 2018 silam.
Anda bisa bayangkan sendiri betapa penuhnya luar angkasa karena banyaknya satelit dari Elon Musk.
Luar angkasa memang sangat luas. Namun bukan berarti tak bisa berdampak pada Bumi. Apalagi jika satelit yang Elon Musk miliki sudah tak berfungsi, bisa bahaya sebab akan berubah menjadi sampah antariksa. Sampah tersebut bisa menjadi puing yang sewaktu-waktu membahayakan Bumi.
Baca Juga: Satelit Radar Pemantau Air SWOT Pertama dari NASA
Kegunaan Satelit Starlink
Berbicara mengenai kegunaan, pada dasarnya sudah kita singgung pada pembahasan di atas. Satelit Starlink milik Elon Musk berupa konstelasi satelit dengan akses layanan internet cepat. Satelit ini memiliki transportasi data lewat cahaya yang sekilas mirip kabel serat optik.
Jaringan satelit kecil menjadi sarana untuk memfasilitasi transfer data tersebut. Dengan demikian, satelit bisa berkomunikasi bersama penerima data yang ada di Bumi. Fungsi satelit pun bisa optimal sebagaimana tujuan pembuatannya.
Tak bisa kita pungkiri bahwa ada bahaya satelit Elon Musk yang perlu mendapatkan perhatian lebih dari ilmuwan. Apabila menghiraukan peringatan bahaya tersebut, maka bukan hanya bisa halangi pengamatan ilmuwan yang ada di Bumi saja, melainkan juga membuat pengeluaran membengkak. Ilmuwan perlu mengeluarkan dana lagi untuk menciptakan teknologi baru yang membantu pengamatan di luar angkasa. (R10/HR-Online)