harapanrakyat.com,– Petugas gabungan dari Basarnas, Sat Pol Airud, TNI dan Balawista, hari ini melanjutkan proses pencarian santri, yang menjadi korban hilang terseret ombak laut Taman Manalusu Cikelet Garut, Jawa Barat, Senin (6/3/2023).
Kali ini proses pencarian santri yang hilang tenggelam difokuskan di radius 2 Km, dengan jalur darat di pesisir pantai dan jalur laut.
Proses pencarian dilakukan menyusul 1 santri asal Kecamatan Bayongbong bernama Faris, belum juga ditemukan.
Sebelumnya, Faris bersama 4 teman santrinya, tergulung ombak di wilayah perairan Laut Taman Manalusu, Kecamatan Cikelet, Garut.
“Hari kedua pencarian, petugas fokus di radius 2 Km dari korban pertama tenggelam. Jalur daratnya di sepanjang pesisir pantai, juga jalur lautnya,” kata AKP Anang, Kasat Pol Airud Polres Garut.
Kata dia, untuk pencarian jalur laut, petugas menggunakan alat deteksi digital. Pasalnya, sepanjang jalur pencarian korban merupakan wilayah laut dangkal berkarang.
“Lanjutan pencarian kali ini di perairan itu ke arah timur, tidak ke arah tengah dulu, karena fokusnya radius 2 kilo,” tambahnya.
Baca juga: 5 Santri Tenggelam di Laut Garut, 4 Selamat dan 1 Korban Hilang
Lanjutnya, proses pencarian hingga Senin sore masih belum membuahkan hasil. Petugas juga belum menemukan tanda dari korban, sehingga pencarian akan dilanjutkan esok.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 5 santri asal Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, tenggelam di laut Taman Manalusu, Kecamatan Cikelet, Garut, Minggu (5/3/2023).
Dari 5 korban yang sempat tergulung ombak, 4 santri selamat sedangkan 1 orang korban dinyatakan hilang.
Laut Taman Manalusu sendiri merupakan wilayah yang dilarang untuk area bermain, apa lagi dijadikan tempat berenang. Wilayah yang berkarang, sehingga bisa membahayakan para wisatawan untuk berenang. (pikpik/R8/HR Online/Editor Jujang)