Gaya gesek pada bidang miring sering terjadi. Benda bisa memiliki gaya gesek di bidang miring dan juga lurus. Gaya gesek seperti ini ada di dalam kehidupan kita.
Perlu Anda ketahui bahwa gaya gesekan merupakan salah satu gaya penting di dalam kehidupan. Gaya ini menyumbang pada kondisi keseimbangan suatu benda.
Besar atau kecilnya gaya gesek mendapat pengaruh dari tingkat kekasaran benda itu sendiri. Adapun koefisien gesekan terbagi menjadi dua macam, yaitu gaya gesek statis dan gaya gesek kinetis.
Pada pembahasan kali ini, kita akan membahas lebih lanjut mengenai gaya viskos yang ada di bidang miring.
Baca Juga: Pengaruh Gaya Terhadap Benda, Berikut 5 Contohnya!
Gaya Gesek pada Bidang Miring dan Pengertiannya
Anda sadari maupun tidak, gaya gesekan atau gesek ini merupakan fenomena yang terjadi sehari-hari. Mungkin Anda juga sudah cukup akrab dengan gaya satu ini.
Bahkan, setiap hari Anda mengalami atau melakukan gaya gesek. Misalnya saja seperti Anda berjalan dan juga berlari.
Anda dapat melakukan hal tersebut karena adanya gaya gesek ini. Tanpa gaya gesek, maka Anda tidak akan bisa melakukan berbagai hal di kehidupan.
Sebelum membahas gaya gesek pada bidang miring, Anda wajib mengetahui apa itu gaya gesek terlebih dahulu.
Apa yang Dimaksud dengan Gaya Gesek?
Di dalam ilmu fisika, gaya gesek merupakan suatu jenis gaya yang terjadi akibat adanya dua benda dengan permukaan saling bersentuhan.
Jadi, gaya gesek ini termasuk ke dalam jenis gaya sentuh. Gaya gesek baru bakal bekerja saat terjadi sentuhan pada dua permukaan benda, sekaligus menjadi penyebab dari timbulnya gaya gesek ini sendiri.
Baca Juga: Manfaat Gaya Magnet, Salah Satunya sebagai Navigasi Burung
Setiap gaya gesek pasti akan selalu terjadi berlawanan arah terhadap kecenderungan arah gerak benda. Besar kecilnya gaya ini juga berasal dari tingkat kekasaran permukaan benda itu sendiri.
Jika permukaan benda kasar, maka gaya gesek yang timbul semakin besar. Sebaliknya, apabila permukaan benda halus artinya gaya gesek yang terjadi juga semakin kecil.
Keberadaan gaya gesek pada bidang miring maupun lurus dapat bekerja di semua jenis zat, mulai dari zat padat, zat gas, dan juga zat cair.
Gaya Gesek Statis di Bidang Miring
Salah satu jenis gaya gesek adalah gaya gesek statis. Ini merupakan gaya gesek antara dua benda sebelum keduanya melakukan pergerakan.
Dengan kata lain, gaya gesek statis ini bekerja ketika kedua benda masih diam atau belum bergerak. Misalnya seperti ketika Anda mendorong sebuah laci di lantai yang datar.
Ketika Anda mulai mendorong, laci terkadang tidak langsung bergerak, namun padahal gaya sudah bekerja. Hal ini terjadi karena adanya gaya gesek statis yang bekerja di kaki-kaki laci dan lantai.
Di sini, gaya gesek statis akan mengimbangi dorongan yang kita berikan. Gaya gesek statis kemudian akan berubah menjadi maksimum ketika benda akan bergerak.
Tidak hanya di permukaan datar, gaya gesek pada bidang miring pun juga ada. Gaya gesek statis pada bidang miring akan membuat benda tetap diam atau tidak meluncur ke bawah.
Dengan kata lain, gaya gesek statis ini membuat benda bertahan pada posisinya dan akan meluncur ketika gaya gesek statisnya sudah berada di puncak.
Baca Juga: Gerak Parabola pada Bidang Miring, Jenis, Contoh, dan Cirinya
Gaya Gesek Kinetis di Bidang Miring
Jenis gaya gesek lainnya adalah kinetis atau dinamis. Gaya gesek jenis ini di dalam ilmu fisika akan bekerja setelah benda bergerak.
Arti gaya gesek kinetis merupakan perubahan atau peralihan dari gaya gesek statis. ketika gaya gesek statis menghilang dan tidak lagi menahan benda tetap diam, maka akan berubah menjadi gaya gesek kinetis.
Masih menggunakan contoh laci seperti di atas. Laci akan tetap diam meskipun sudah ada dorongan karena keberadaan gaya statis yang mengimbangi dorongan.
Akan tetapi, ketika Anda memperbesar dorongannya maka laci akan bergerak dan gaya gesek statis langsung menghilang untuk selanjutnya beralih menjadi gaya gesek kinetis.
Pada kasus di bidang miring, besar gaya kinetis sudah melampaui gaya statis sehingga benda akan bergerak dan meluncur ke bawah. Ketika kondisi itu terjadi, maka gaya gesek sudah bukan statis lagi, melainkan sudah berubah menjadi gaya gesek kinetis.
Jadi, gaya gesek pada bidang miring dapat terjadi pada gaya gesek statis maupun kinetis. Kemiringan benda juga tidak akan mempengaruhi besar gaya gesek. (R10/HR-Online)